<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076</id><updated>2011-08-02T01:08:30.595+07:00</updated><category term='kisah'/><category term='tausyiah'/><category term='Hukum dan Nasihat Islam'/><title type='text'>'</title><subtitle type='html'>Tegakkan Dakwah Dengan nasyid</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-4688817417796790642</id><published>2010-10-17T09:13:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T09:14:04.550+07:00</updated><title type='text'>Disaat-saat Rasulullah Menangis…</title><content type='html'>Penulis: Asy Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Haidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam serupa dengan tertawanya, tidak tersedu-sedu dan tidak berteriak- teriak seperti halnya tertawanya beliau tidaklah terbahak-bahak namun kedua matanya berlinang hingga meneteskan air mata, terdengar pada dada beliau desis napasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang tangisan beliau sebagai bentuk ungkapan kasih sayang terhadap orang yang meninggal atau pula sebagai ungkapan rasa kekhawatiran dan belas kasih terhadap umatnya dan kadang karena rasa takut kepada Allah atau ketika mendengar Al-Qur’an. Yang seperti itu adalah tangisan yang timbul dari rasa rindu, cinta dan pengagungan bercampur rasa takut kepada Allah.( Zadul Ma’ad 1/183.)&lt;span id="fullpost"&gt;Abdullah bin Mas’ud menuturkan, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacakan (Al-Qur’an) untukku.” Lalu katakan: “Wahai Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam, aku baca untuk engkau padahal Al-Qur’an turun kepadamu?” Beliau berkata: “Ya, Sesungguhnya saya ingin mendengarkannya dari selainku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku baca surat An-Nisa’ hingga sampai ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lantas berkata: “Ya cukup.” Tiba-tiba air mata beliau menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam pernah menangis ketika menyaksikan salah satunya cucunya yang nafasnya sudah mulai terputus-putus dan ketika putra beliau Ibrahim meninggal, air mata beliau menetes karena belas kasih beliau kepadanya. Beliau Shalallahu’alaihi Wassallam menangis ketika meninggalnya Ustman bin Madh’un, beliau menangis ketika terjadi gerhana matahari lantas beliau shalat gerhana dan beliau nienangis dalam shalatnya, kadang pula beliau menangis di saat menunaikan shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Tsabit Al-Bunaniy dari Muthorrif dari bapaknya berkata: Saya menjumpai Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam sedang dalam keadaan shalat, terdengar dalam perut beliau Al-Aziz (seperti suara air yang mendidih dalam Mirjal yaitu bejana) maksudnya beliau sedang menangis. (HR Ahmad, An-Nasa-i dan Abu Dawud serta Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab dan dishahihkan oleh Al-Albani 8 AI-Fath Ar-Rabbani 4/111.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Aziz adalah rintihan dalam perut dalam arti lain suara tangis. Al-Mirjal dengan dikasroh mimnya adalah bejana yang difungsikan untuk mendidihkan air yang terbuat dari besi, kuningan atau batu. Disebutkan dalarn Al-Fath Ar-Rabbaniy : Makna ucapan tersebut adalah bahwa isi perut nabi Shalallahu’alaihi Wassallam mendidih dari sebab beliau menangis dari rasa takut kepada Allah. (Al Fath Ar Rabbani 4/111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dalam suatu riwayat bahwasanya beliau Shalallahu’alaihi Wassallam mengatakan : Beberapa surat telah membuatku beruban seperti surat Hud, Al-Waqi’ah, AlMursalaat, Amma Yatasa’alun dan surat Idzassyamsyu Kuwwirat. (Shahihul-Jami’ no 3723.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah bacaannya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bisa membelah hati seseorang sebagaimana tertera dalam Ash-Shahihain dari Jubair bin Muth’im, ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam membaca surat Ath-Thur dalam shalat maghrib, tidaklah aku mendengar suara yang paling bagus dari beliau. Dalam sebagian riwayat lain : Maka tatkala aku mendengar beliau membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri) ?” (Ath-Thur: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ia mengatakan: Hampir saja jantungku terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir Ketika Jubair mendengar ayat tersebut ia masih musyrik menganut ajaran kaumnya, ia datang di saat terjadinya penebusan tawanan perang setelah perang badar. Maka cukuplah bagi kamu dengan orang yang bacaannya punya pengaruh terhadap orang yang getol kepada kekafirannya dan itulah yang menjadi sebab ia mendapatkan hidayah, oleh karena itu, sebaik-baik bacaan adalah yang muncul dari kekhusyukan hati. Thawus berkata: manusia yang paling bagus suaranya dalam membaca Al-Qur’an adalah yang mereka paling takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari buku : Air Mata Iman, Kisah-kisah Salafus Shaleh saat Membaca Al Qur’an, Penerbit : Qaulan Karima, Purwokerto, Judul Asli : Al-Buka’ ‘Inda Qiraatil Qur’ane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Darussalaf.org offline Penulis: Asy Syaikh Abdullah bin Ibrahim Al-Haidan Judul: Petunjuk Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam Dalam Menangis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-4688817417796790642?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4688817417796790642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4688817417796790642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/10/disaat-saat-rasulullah-menangis.html' title='Disaat-saat Rasulullah Menangis…'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-6147010365461001584</id><published>2010-10-09T20:48:00.000+07:00</published><updated>2010-10-09T20:49:17.706+07:00</updated><title type='text'>Bersabarlah Atas Beban Dakwah</title><content type='html'>Mengapa mereka menempel di baju penguasa? Mereka memuja-muji panguasa? Tidak ada lagi nahyu munkar yang mereka tegakkan. Mereka menjadi kelompok atau golongan yang menyanyikan : “Di sini senang, di sana senang, di mana-mana hatiku senang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memasuki semua relung kehidupan. Tidak ada lagi pembatas (hijab) atas diri mereka. Tidak ada lagi kata, ‘la’ (tidak), dan yang ada hanya ‘nikmati dan boleh’. Sehingga, kehidupan mereka bercampur dengan kebathilan.&lt;span id="fullpost"&gt;Semua dalil mereka gunakan. Tujuannya hanya untuk membenarkan apa yang hendak mereka inginkan. Kata ‘ijtihad’ menjadi resep mujarab, dan semuanya mengangguk. Tidak ada yang menyangkal. Semuanya mengamininya. Tanda setuju dengan segala ‘ijtihad’ yang mereka lakukan. Terkadang saking fanatiknya dengan ‘ijtihad’ yang disuguhkan itu, tentu yang berada dalam barisan kumpulan dan golongan itu, yang sudah tersihir dengan kehidupan dunia, tak bakal menerima pendapat dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan As-Sunnah tak lagi menjadi ukuran dan pembeda. Barangkali Al-Qur’an dan As-Sunnah menjadi tak lagi penting bagi kehidupan mereka. Karena tuntutan sekarang berbeda. Harus ada rumus dan ijtihad baru yang lebih sesuai dengan kehidupan dan perkembangan zaman. Tidak harus kaku dan fanatik dengan prinsip-prinsip yang bersumber dari wahyu Ilahi. Semua prinsip dapat ditukar dan diganti, sesuai dengan perkembangan zaman. Semua prinsip dalam Al-Qur'an dan As-Sunah menjadi 'mutaghoyyirrot' (dapat berubah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus baru dalam kehidupan modern sekarang, tak lain, sebuah kepentingan. Prinsip-prinsip dapat diubah dan disesuaikan dengan kepentingan. Bila nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, bertabrakan dengan kepentingan yang lebih besar, harus dikalahkan nilai-nilai dan prinsip dari Al-Qur’an dan As-Sunnah itu. Tidak perlu takut. Tidak perlu kawatir. Karena yang dikejar adalah sebuah kepentingan yang lebih besar. Kekuasaan. Tidak bisa Al-Qur’an dan As-Sunnah itu dipaksakan. Apalagi dalam sebuah negara yang masyarakatnya majemuk (pluralis), maka harus ada rumus baru, khususnya dalam bermuamalah yang lebih terbuka alias inklusif. Sehingga, golongan diluar Islam dapat menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin menerapkan prinsip sabar. Sabar dalam mengamalkan isi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena itu, terlalu lama dan panjang. Sedangkan umur ini sangatlah terbatas. Target-target dan capaian dunia harus diwujudkan. Diujung perjalanan ini harus ini harus ada, kisah tentang, ‘the success story’, yang akan menjadi ‘ther corner stone’ bagi generasi berikutnya. Kebanggaan sebagai sebuah maha karya, yang dituntaskan seumurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, langkah-langkah ekselarasi yang harus dilakukan, betapa itu terasa menjadi naif dan tidak logis. Semuanya harus berjalan, sesuai dengan skenario. Tidak penting banyak yang tidak setuju. Tetapi semuanya harus berjalan, dan yang penting segala target dan keinginan dapat terwujud. Inilah sebuah kenikmatan yang tanpa batas, saat mereka menikmati pujian dan sanjungan yang tak henti-henti dari para pengikutnya dan orang-orang yang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilauan harta, kekuasaan, jabatan, kekuatan, wibawa, dan sanjungan, serta tabiat mereka yang ingin selalu dekat dengan penguasa itu, ternyata sudah menjadi karakter di awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa Islam hari ini tidak memiliki izzah (kemuliaan) dihadapan manusia dan Allah Azza Wa Jalla. Karena para du’atnya diantaranya banyak yang tidak lagi komitment terhadap Allah, Rasul-Nya, dan Kitab-Nya. Mereka menjadi hamba-hamba dunia. Mereka menuhankan dan beribadah kepada yang memberi materi, jabatan, kekuasaan, dan bahkan ada diantara mereka yang menukar Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan harga yang murah. Mereka lupa dan melupakan atas arahan dan perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut”, kemudian diantara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah ada pula yang tetap dalam kesesatan”. (QS : An-Nahl : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter seorang du’at, yang digambarkan oleh Al-Qur’an, hanyalah mengajak manusia untuk semata-mata menyembah kepada Allah, dan menjauhkan segala hal yang melampui batas dan dilarang oleh Allah (thogut), dan ini harus menjadi misi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kenyataannya hari ini, sangatlah berbeda dengan seperti yang diinginkan oleh Allah Ta’ala, yang hakekatnya, ketika mengutus para Rasul, tak lain hanyalah untuk mengajak menyembah kepada Allah Azza Wa Jalla semata, bukan menyekutukan Allah dengan melakukan sesembahan terhadap ‘ilah-ilah’ lainnya. Pembalikan yang sekarang terjadi tak lain, karena mereka sudah kehilangan sikap tsabat (teguh), dan shabar terhadap keyakinan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahabat Ali bin Abi Thalib RA, menyatakan sikap shabar itu, seperti pedang yang tidak pernah tumpul, dan seperti cahaya yang tidak pernah redup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hilangnya sikap shabar para du’at yang hanya mengejar kehidupan dunia itu, maka mereka menjadi tumpul hati nuraninya, dan wajah mereka tidak lagi memancarkan cahaya iman, karena sudah terbalut dengan hitam pekatnya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".. Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam pertempuran. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa". (QS : Al-Baqarah : 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza Wa Jalla menuntut para du'at untuk tetap bershabar dan membela dan menegakkan agama Allah, dan tidak kemudian menanggalkan keyakinan dan komitmentnya terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan lari dari komitmentnya terhadap Islam, hanya demi kenikmatan dunia. Wallahu’alam. by Mashadi copied from eramuslim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-6147010365461001584?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6147010365461001584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6147010365461001584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/10/bersabarlah-atas-beban-dakwah.html' title='Bersabarlah Atas Beban Dakwah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-7676896270884483622</id><published>2010-09-16T10:20:00.000+07:00</published><updated>2010-09-16T10:22:16.392+07:00</updated><title type='text'>Rasul Menangis Karena Rabbnya</title><content type='html'>Eramuslim.com Hakikat menangis, Rasul SAW juga sebagai tauladan yang mutlak bagi semua umatnya dalam segala segi, termasuk dalam praktek menangis karena Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terbukti sering menangis baik sedang berada di tempat sepi ataupun di depan orang banyak, baik sewaktu membaca, atau mendengar ayat-ayat al-Qur’an bahkan disebabkan hal lain. Untuk lebih jelas mari kita perhatikan beberapa riwayat di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis sewaktu shalat karena bacaan Al Qur’an&lt;span id="fullpost"&gt;عن ابن عمر قال إخبرينا بأعجب ما رأيته من رسول الله صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;فبكت وقالت كل أمره كان عجبا أتاني في ليلتي حتى مس جلده جلدي ثم قال&lt;br /&gt;ذريني أتعبد لربي عز وجل قالت فقلت والله إني لأحب قربك وإني أحب أن تعبد&lt;br /&gt;ربك فقام إلى القربة فتوضأ ولم يكثر صب الماء ثم قام يصلى فبكى حتى بل&lt;br /&gt;لحيته ثم سجد فبكى حتى بل الأرض ثم اضطجع على جنبه فبكى حتى إذا أتى بلال&lt;br /&gt;الصبح قالت فقال يا رسول الله ما يبكيك وقد غفر الله لك ما تقدم من ذنبك&lt;br /&gt;وما تأخر فقال ويحك يا بلال وما يمنعني أن أبكي وقد أنزل علي في هذه&lt;br /&gt;الليلة إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي&lt;br /&gt;الألباب ثم قال ويل لمن قرأها ولم يتفكر فيها.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar RA (hai Aisyah!) beritahu kami tentang apa yang paling mengagumkan dari yang kamu lihat pada Rasulullah SAW, maka ia menangis dan berkata: Semua tingkah lakunya selalu mengagumkan. Pada suatu malam beliau datang kepadaku hingga bersentuhan kulitnya dengan kulitku, kemudian beliau bersabda: Perkenankan aku menyembah Rabbku Azza wa Jalla, maka aku berkata: demi Allah sungguh aku sangat senang engkau berada di dekatku, dan aku juga segan engkau menyembah Rabbmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliau berdiri untuk mengambil air wudlu dalam gariba, dan beliau tidak banyak menggunakan air, kemudian beliau melakukan shalat maka menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya, kemudian sujud maka menangis hingga air matanya membasahi lantai, kemudian beliau berbariang dan terus menangis hingga tiba waktu shubuh terdengar suara Bilal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah berkata: Bilal berkata: hai Rasulallah apa yang membuat engakau menangis, padahal Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang dahulu ataupun yang akhir. Aduhai Bilal! Bagaimana aku tidak menangis sedangkan pada malam ini telah turun kepadaku inna fii khalqissamawat … Kemudian belliau bersabda: sungguh rugi orang yang membacanya tanpa disertai dengan tafakkur. Dengan hadis di atas maka jelaslah bahwa menangis sewaktu shalat karena membaca al-Quran adalah sunah Rasul yang mesti diikuti ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis karena mendengar Al-Qur’an dibacakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عمرو بن مرة قال قال لي النبي صلى الله عليه وسلم اقرأ علي قلت آقرأ&lt;br /&gt;عليك وعليك انزل قال فإني أحب أن أسمعه من غيري فقرأت عليه سورة النساء&lt;br /&gt;حتى بلغت فكيف إذا جئنا من كل أمة بشهيد قال أمسك فإذا عيناه تذرفان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amr bin Murrah, Rasulullah SAW bersabda: Bacakan kepadaku (Al Qur’an)! Apakah patut aku membacakan kepadamu, padahal kepadamu diturunkannya? Beliau bersabda: Aku ingin mendengar dari yang lain. Maka aku bacakan surat al-Nisa hingga sampai bacaan ku pada ayat كيف إذا جئنا من كل أمة بشهيد beliau bersabda: "tahanlah (berhenti)!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kedua mata mencucurkan air mata. Rasulullah saw tidak saja mudah menangis sewaktu membaca al-Quran, akan tetapi dikala beliau mendengar pun ternyata begitu mudah meneteskan air mata hingga tidak sanggup melanjutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis karena kondisi lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang berpandangan bahwa menangis hanya dinilai baik bila sedang sendirian pada waktu sunyi maka sesungguhnya Rasulullah saw suka menangis tidak hanya pada waktu sendirian dan ditempat sunyi. Beliau sebagai hamba yang paling dicintai Allah, ternyata tidak hanya menangis karena membaca al-Qur’an atau mendengarnya di tempat yang sepi pada malam hari akan tetapi beliau terkadang menangis juga di ruang terbuka dan didengar oleh para sahabat, hingga membuat mereka menangis karena terbawa tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم لما أقبل من غزوة تبوك واعتمر&lt;br /&gt;فلما هبط من ثنية عسفان أمر أصحابه أن يستندوا إلى العقبة حتى أرجع&lt;br /&gt;إليكم فذهب فنزل على قبر أمه فناجى ربه طويلا ثم إنه بكى فاشتد بكاؤه&lt;br /&gt;وبكى هؤلاء لبكائه وقالوا ما بكى نبي الله صلى الله عليه وسلم بهذا&lt;br /&gt;المكان إلا وقد حدثت في أمته شئ لا يطيقه فلما بكى هؤلاء قام فرجع إليهم&lt;br /&gt;فقال ما يبكيكم قالوا يا نبي الله بكينا لبكائك قلنا لعله حدث في أمتك&lt;br /&gt;شئ لا تطيقه قال لا وقد كان بعضه ولكن نزلت على قبر فدعوت الله أن يأذن&lt;br /&gt;لى في شفاعتها يوم القيامة فأبى الله أن يأذن لي فرحمتها وهي أمي فبكيت&lt;br /&gt;الحديث&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW ketika kembali dari perang Tabuk dan melakukan umrah dan ketika sammpai di Asfan beliau menyuruh para sahabat untuk menunggu di Aqabah hingga aku (Rasul) datang kepadamu. Maka beliau pergi dan turun menuju kuburan ibunya, maka bermunajat (merintih) kepada Rabbnya demikian lama, kemudian beliau menangis dan semakin menjadi menangisnya, maka merekapun pada menangis karena tangisannya. Dan mereka berkata: Nabi SAW tidak akan menangis di tempat ini kecuali ada yang menimpa ummatnya yang beliau tidak mampu memikulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka semua menangis beliau berdiri dan kembali menghadap kepada mereka seraya bersabda: mengapa kalian menangis? Meraka berkata: hai Nabiyullah kami menangis karena engkau menangis. Kami berkata: boleh jadi ada sesuatu yang menimpa ummatmu yang engkau sanggup menghadapinya. Beliau bersabda: ya itu diantara penyebabnya, tapi juga karena aku turun menuju kuburan maka aku berdo’a kepada Allah mohon diizinkan untuk membersyafaat kepadanya pada hari kiamat, maka Allah menolaknya maka aku mengasihaninya karena dia adalah ibuku maka aku menangis……(alhadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits diatas menjelaskan tentang tangisan Rasul yang terdengar oleh para sahabat yang membuat mereka hanyut dalam kesedihan. Artinya para sahabat menangis karena terpangaruh oleh Rasulullah Saw. Dan pada kondisi lain terjadi sebaliknya, yaitu Rasulullah menangis karena mendengar para sahabat menagis, sebagaimana keterangan Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال أبو هريرة لما نزلت أفمن هذا الحديث تعجبون قال أهل الصفة إنا لله&lt;br /&gt;وإنا إليه راجعون ثم بكوا حتى جرت دموعهم على خدودهم فلما سمع النبي صلى&lt;br /&gt;الله عليه وسلم بكاءهم بكى معهم فبكيت لبكائه فقال النبي صلى الله عليه&lt;br /&gt;وسلم لا يلج النارمن بكى خشية الله ولا يدخل الجنة مصر على معصية الله&lt;br /&gt;ولو لم تذنبوا لذهب الله بكم ولجاء بقوم يذنبون فيغفر لهم ويرحمهم إنه هو&lt;br /&gt;الغفور الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata: ketika turun ayat “afamin haadzal hadiitsi ta’jabuun” Ahi Shuffah berkata: “innaa lillah wainnaa ilaihi raji’un”. Kemudian mereka menangis hingga pipi mereka penuh dengan air mata. Ketika Rasulullah mendengar tangisan mereka, beliaupun menangis bersama mereka, maka akupun menangis. Maka Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang terus menerus ma’siat kepada Allah. Sekiranya kamu tidak berdosa pasti Allah akan mewafatkanmu dan Dia akan mendatangkan satu kaum yang berdosa kemudian mengampuni dan menyayangi mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hadits ini menjelaskan bahwa suasana sangat mendukung untuk mencapai kekhusyuan. Dua peristiwa yang sangat mengagumkan. Pertama gambaran bahwa para sahabat mendengar Rasul menangis maka mereka pun menangis padahal mereka belum mengetahui apa yang membuat Rasul menangis. Pada hadis kedua dapat kita saksikan bahwa para sahabat sangat peka dan sensitif dikala mendengar ayat al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa bahwa setiap kali ayat diturunkan maka merekalah yang menjadi sasaran utama. Seolah-olah ayat ini menegur mereka hingga mereka merasa sebagai yang terancam dengan siksa. Abu Hurairah menangis terpengaruh oleh tangisan Rasul, dan Rasul menangis ketika mendengar para sahabat menangis sementara sahabat menangis karena menengar ayat dibacakan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu muhasabah bersama sangat diperlukan untuk mendidik dan melatih diri kita agar hati kita menjadi lembut. Mudah-mudahan dengan kedua hadits ini, hamba-hamba Allah yang merasa ragu akan keshahihan muhasabah bersama kiranya dapat menjalin hubungan dan meningkatkan ukhuwwah Islamiyah dengan yang biasa melakukan muhasabah bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal tersebut sudah jelas bermanfaat untuk silaturrahim antar sesama muslimin muslimat, meski latar belakang mereka berbeda namun dapat berkumpul pada waktu yang sama ditempat yang sama untuk membina diri meraih hakikat takwa kepada Allah SWT. Wallahu 'alam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-7676896270884483622?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7676896270884483622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7676896270884483622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/09/rasul-menangis-karena-rabbnya.html' title='Rasul Menangis Karena Rabbnya'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-8333653997431923726</id><published>2010-08-14T09:44:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T09:46:35.701+07:00</updated><title type='text'>Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah</title><content type='html'>Belum pernah dalam sejarah Islam di Akhir Zaman kita merasakan keterasingan dari ajaran Islam sebagaimana yang kita alami dewasa ini. Kepemimpinan dunia dewasa ini diarahkan dari Barat yang notabene merupakan Judeo-Christian Civilization (Peradaban Yahudi-Nasrani). Segenap negeri kaum muslimin mengekor ke Barat. Keadaan ini telah di-Nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak dulu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ&lt;br /&gt;شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ&lt;br /&gt;لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ&lt;span id="fullpost"&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti akan mengikuti mereka." Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka?" (MUSLIM - 4822)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal budaya misalnya, berbagai pesta hari ulang tahun dirayakan dengan menghamburkan uang dan memuaskan nafsu syahwat. Seolah kita lupa akan pesan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Perbanyaklah mengingat saat diputusnya hubungan dengan kelezatan (yakni kematian)." (AHMAD - 7584)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang merayakan pesta seperti itu seolah meng-copy-paste perilaku kaum Yahudi Bani Israil yang digambarkan di dalam Kitabullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Masing-masing mereka (Bani Israil) ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-Baqarah 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain taqlid budaya ialah apa yang disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di dalam hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا … وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat: … (2) dan wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang, berjalan dengan berlenggak-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini." (MUSLIM - 3971)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, marilah kita gigih mengajak anak gadis dan isteri kita untuk menutup aurat dengan jilbab sebagaimana Allah perintahkan. Janganlah kita biarkan mereka menebar aurat di muka lawan jenis bukan muhrimnya. Sebab wanita yang menebar aurat tidak saja melanggar aturan Allah, tetapi mengajak orang lain turut bermaksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal keuangan, misalnya kita setiap hari disuguhi via sms di handphone tawaran untuk menerima pinjaman dengan skema kredit alias bunga alias riba. Tidak sedikit kaum muslimin yang tenang-tenang saja hidup dari memakan uang riba. Mereka seolah lupa bahwa dosa riba bukanlah termasuk dosa kecil, melainkan dosa besar. Sedemikian besarnya dosa ini sehingga Allah-pun mengancam dengan ancaman yang sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (QS Al-Baqarah 278-279)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benarlah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika memprediksikan salah satu tanda Akhir Zaman yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يَبْقَى مِنْهُمْ أَحَدٌ&lt;br /&gt;إِلَّا آكِلُ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Benar-benar akan datang kepada manusia suatu zaman, tidak seorang pun dari mereka kecuali akan memakan riba. Dan barangsiapa tidak memakannya, maka ia akan terkena debunya." (IBNUMAJAH - 2269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kita dapat saksikan bahwa dewasa ini telah terjadi dekadensi di segenap aspek kehidupan sehingga Rasulullah menggambarkan situasi kita ini dengan gambaran yang sungguh sangat mewakili:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َليُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا&lt;br /&gt;انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ&lt;br /&gt;بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat,” (HR Ahmad 21139).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur kita mesti mengakui bahwa dewasa ini seluruh ikatan Islam telah terurai sejak dari aspek hukum hingga aspek sholat. Dalam aspek hukum seolah ummat Islam sudah take it for granted menerima begitu saja diberlakukannya hukum buatan manusia sambil meninggalkan hukum Allah yakni hukum berlandaskan Kitabullah Al-Qur’an Al-Karim. Padahal perintah untuk hanya berhukum berlandasakn Kitabullah begitu jelas dan nyata Allah sebutkan di dalam Kitab-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Maidah 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara jelas Allah memerintahkan kita untuk memutuskan perkara (menetapkan hukum) menurut apa yang Allah turunkan (Al-Qur’an) dan jangan hendaknya kita mengikuti hawa nafsu manusia yang berusaha memalingkan kita dari hukum Allah tersebut. Bahkan Allah segera me-warning (memberi ancaman) bagi siapapun yang berpaling dari hukum Allah yaitu bahwa Allah akan menimpakan musibah disebabkan dosa keberpalingan tersebut. Ummat Islam dewasa ini dipaksa untuk hidup dalam kontradiksi. Di satu sisi banyak hal menurut hukum manusia dipandang legal padahal haram menurut Allah. Sebaliknya banyak pula perkara yang disebut ilegal namun menurut Allah justru halal. Inilah konsekuensi memberlakukan hukum manusia dan sengaja meninggalkan hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, masihkah perlu kita merasa heran mengapa begitu banyak musibah melanda masyarakat? Jika yang berpaling dari hukum Allah adalah kalangan awam ummat Islam, maka ini jelas merupakan suatu masalah. Namun dewasa ini keberpalingan tersebut telah melanda sebagian tokoh Ummat yang dikenal sebagai aktivis da’wah Islam bahkan sebagian Ulama...!! Alih-alih para tokoh tersebut mengingatkan masyarakat luas agar kembali kepada aturan dan hukum Allah, malah mereka turut menganjurkan ummat untuk terus tunduk dan patuh kepada hukum karya manusia. Malah ada sebagian tokoh itu yang dengan bangga mengambil posisi sebagai pemimpin masyarakat dimana hukum Allah masih diabaikan. Padahal Allah mengancam dengan vonis berat siapa saja yang memiliki otoritas namun tidak berhukum berdasarkan wahyu yang Allah telah datangkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah menegaskan bahwa hanya hukum yang bersumber dari Al-Qur’an-lah yang menjamin tegaknya kebenaran dan keadilan, bukan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-An’aam 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah Allah juga dengan tegas menggambarkan karakter umum manusia yang amat zalim lagi amat bodoh. Sehingga alangkah naifnya bila manusia yang berkarakter dasar seperti itu kemudian berani merumuskan daftar legal dan illegal (baca: halal dan haram) untuk diberlakukan ke tengah masyarakat luas. Bagaimana mungkin manusia dapat memastikan apa perkara yang boleh dan tidak boleh diberlakukan di tengah masyarakat yang heterogen sebagai hasil karyanya kemudian menjamin bahwa hal itu akan mendatangkan keadilan dan merupakan kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS Al-Ahzab 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah Yang Maha Tahu menyatakan bahwa manusia itu amat zalim lagi amat bodoh, bagaimana mungkin kemudian kita bisa menerima bahkan meyakini bahwa produk hukum bikinannya akan mengandung keadilan dan kebenaran…? Itulah rahasianya mengapa Allah hanya menawarkan dua pilihan dalam kaitan dengan urusan hukum ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aspek penegakkan sholat tidak sedikit ummat Islam dewasa ini yang dengan ringannya meninggalkan kewajiban sholat. Padahal begitu berat dan menentukannya kedudukan sholat di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ بِصَلَاتِهِ فَإِنْ صَلَحَتْ&lt;br /&gt;فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Yang pertama kali dihisab (dihitung) dari perbuatan seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat; jika shalatnya baik maka dia beruntung dan selamat, dan jika shalatnya rusak maka dia merugi." (NASAI - 461)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi kalaupun sudah sholat masih sangat sedikit ummat Islam yang menegakkannya di masjid sambil berjamaah. Padahal sahabat Abdullah bin Mas’ud menggambarkan betapa buruknya penilaian para sahabat terhadap muslim yang tidak menghadiri sholat berjamaah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ&lt;br /&gt;لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ …&lt;br /&gt;وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata: “Dan kalau kalian shalat di rumah kalian sebagaimana seseorang yang tidak hadir di masjid, atau rumahnya, berarti telah kalian tinggalkan sunnah nabi kalian, sekiranya kalian tinggalkan sunnah nabi kalian, sungguh kalian akan sesat… Menurut pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat, melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya (munafik tulen)." (MUSLIM - 1046)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, kondisi dunia dewasa ini membuktikan kebenaran hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa “Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul.” Bahkan saat ini praktis seluruh simpul telah terurai, sejak dari simpul hukum hingga simpul sholat. Inilah zaman sarat fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, menghadapi masa fitnah seperti dewasa ini tidaklah cukup kita hanya shaum Ramadhan secara tekstual yakni menjaga jarak dari makan, minum &amp; hubungan badan dengan pasangan hidup. Inilah pengertian berpuasa sepanjang masa yang kita sudah sama ketahui. Namun secara kontekstual kitapun dituntut untuk shaum Ramadhan di Masa Fitnah dengan menjaga jarak dari berbagai fitnah zaman. Kita ditunutut untuk bara’ alias melepaskan diri dari ikatan nila-nilai Sistem Dajjal. Diperlukan kekuatan jiwa yang wala’ alias loyal sepenuhnya kepada Allah agar shaum Ramadhan di Babak Keempat Akhir Zaman tidak terseok-seok karena tarikan fitnah Sistem Dajjal yang begitu hegemonik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan tekad kuat untuk berlepas diri dari nilai-nilai kufur yang merebak dewasa ini. Jadilah mukmin yang sedemikian rindu dengan surga akhirat sehingga tidak bakal berhasil dirayu oleh surga dunia. Jadilah mukmin yang sangat takut akan neraka akhirat sehingga berbagai bentuk neraka dunia tidak bakal sanggup mengancam diri. Di antara kiat untuk menghadirkan jiwa seperti itu ialah memastikan setiap malam membaca dengan penuh perenungan dan keyakinan doa yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika sholat Tahajjud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ&lt;br /&gt;وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ&lt;br /&gt;أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ&lt;br /&gt;مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ&lt;br /&gt;وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bangun di waktu malam untuk sholat tahajjud beliau mengajukan doa berikut: "Ya Allah bagiMulah segala pujian. Engkaulah Yang Maha Memelihara langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMulah segala pujian, milikMu kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkau Cahaya langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkaulah Raja di langit dan di bumi. Dan bagiMulah segala puian, Engkaulah Al Haq (Yang Maha Benar), dan janjiMu haq (benar adanya), dan perjumpaan denganMu adalah benar, firmanMu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar.” (BUKHARY 1053)&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/menjalani-ramadhan-di-masa-penuh-fitnah.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-8333653997431923726?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/8333653997431923726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/8333653997431923726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/08/menjalani-ramadhan-di-masa-penuh-fitnah.html' title='Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-3531655687845960875</id><published>2010-08-12T12:29:00.000+07:00</published><updated>2010-08-12T12:30:28.656+07:00</updated><title type='text'>Shaumku, Biar Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Menilainya</title><content type='html'>tiap ramadhan tiba, sungguh gembira hatiku menyambutnya.&lt;br /&gt;seperti kebanyakan umat muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari - hari menjelang shaum biasanya panen sms ucapan maaf.&lt;br /&gt;kadang bingung menjawabnya.&lt;br /&gt;akhirnya setiap sms masuk aku jawab dengan kata - kata yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;efisiensi waktu, tenaga dan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah 4 tahun hingga kini aku jarang banget shalat tarawih dimasjid&lt;br /&gt;apalagi sendirian dirumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukannya malas tapi karena selalu bentrok dengan pekerjaan&lt;br /&gt;pulang kerja udah lelah banget untuk shalat tarawih&lt;span id="fullpost"&gt;dulu tadarus al quran dilakukan hampir tiap malam&lt;br /&gt;sekarang kalau sempat saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itikaf dulu sering beramai - ramai bareng teman - teman&lt;br /&gt;sekarang satu persatu telah menghilang&lt;br /&gt;jadi hilang semangat itikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gimana dengan sedekah ?&lt;br /&gt;Rasulullah mencontohkan banyak bersedekah dibulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedekahku,biar menjadi rahasia antara aku, penerima sedekah dan Allah Subhanahu Wa Ta�ala&lt;br /&gt;kalau disebutkan khawatir dianggap riya dan sombong&lt;br /&gt;padahal untuk ikhlas itu tidaklah mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bagaimanakah nilai shaumku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjaga mata sungguh sulit dizaman "keterbukaan" ini&lt;br /&gt;menjaga mulut dari ucapan jelek butuh perjuangan keras&lt;br /&gt;menjaga hawa nafsu setidaknya mesti sekuat tenaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah aku kekuatan untuk tetap bisa&lt;br /&gt;menjaga hati untuk ikhlas dan ridha pada perintahMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak keutamaan di bulan suci ini yang belum sempat aku tunaikan&lt;br /&gt;semoga Engkau mengampuni kesalahan dan keterbatasanku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah orang berkata apapun juga&lt;br /&gt;shaumku hanyalah untuk Engkau&lt;br /&gt;dan Engkaulah penilai Yang Maha Adil&lt;br /&gt;http://akhiandri19.cybermq.com/post/detail/12648/shaumku-biar-allah-subhanahu-wa-tarsquo;ala-yang-menilainya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-3531655687845960875?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3531655687845960875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3531655687845960875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/08/shaumku-biar-allah-subhanahu-wa-taala.html' title='Shaumku, Biar Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Menilainya'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-2853228758690842883</id><published>2010-08-11T09:22:00.000+07:00</published><updated>2010-08-11T09:23:08.278+07:00</updated><title type='text'>Apa Arti Ramadhan Bagi Kehidupan Anda?</title><content type='html'>Shaum Ramadhan akan menjelang beberapa saat lagi. Kewajiban menjalankan ibadah shaum ini, dilaksanakan oleh kaum-kaum terdahulu, yang tujuannya untuk menjadikan umat ini menjadi mukmin yang muttaqin. (al-Qur’an : Al-Baqarah : 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abul A’la al-Maududi, ibadah shaum di bulan Ramadhan ini, sebagai bentuk penghambaan seorang hamba kepada Rabbnya secara total. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebuah bentuk ketaatan yang menyeluruh kepada Allah Rabbul Alamin. Seorang hamba yang menyerahkan dirinya melalui ibadah shaum dengan penuh ketulusan dan ketundukkan, dan semata-mata ingin mendapatkan ridho-Nya. Inilah perwujudan seorang hamba yang mukhlis. Karena ibadah shaum itu, sebuah ibadah yang merupakan bentuk hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semata. Tidak ada yang tau, seorang hamba itu shaum atau tidak, karena sifatnya sangat pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seorang hamba, di rumah nampak melaksanakan shaum, tetapi bisa saja di jalan berbuka, dan ketika kembali ke rumahnya, bersama dengan keluarganya ikut berbuka dengan keluarganya. Sehingga kehidupan ini berlangsung seperti biasa. Tidak ada atsarnya (bekasnya) dalam kehidupan yang riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia begitu banyak yang menjalankan ibadah shaum ini. Dari yang kaya sampai yang miskin. Dari presiden sampai rakyat jelata. Dari ulama sampai orang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya ikut menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadhan. Masjid-masjid ramai di malam hari. Beribadah. Shalat taraweh. Tadarus Al-Qur'an. Mendengarkan tausiah dari para ulama dan da’i. Selama satu bulan. Bahkan, belakangan ini bukan hanya masjid, mushola, yang ramai menjadi tempat ibadah. Tetapi, hotel-hotel, dan berbagai tempat yang eksklusif juga menyelenggarakan acara berbuka, dilanjutkan dengan shalat maghrib, serta tarawih. Kantor-kantor pemerintahan, swasta, dan BUMN, menyelenggarakan kegiatan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saat menjelang shalat Dzhuhur, yang dilanjutkan dengan ceramah agama, yang semua isinya berorientasi tentang Ramadhan. Kehidupan hampir seluruhnya diisi dengan kegiatan Ramadhan. Selebihnya, kantor-kantor mulai tutup di siang hari, pukul 14.00 siang, para pegawai sudah bergegas meninggalkan kantor, tujuannya agar dapat bergabung dengan keluarganya untuk berbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid-masjid menyediakan makanan dan minuman bagi jamaah masjid, atau masyarakat sekitarnya yang ingin berbuka di Masjid dan mushola. Semua kegiatan ini terasa semakin inten dijalankan dikalangan masyarakat. Di bulan Ramadhan suasanya menjelma menjadi sangat penuh dengan kedamaian. Teduh. Di berbagai Masjid dan Mushola serta Majelis Ta’lim juga menyelenggarakan acara yang menyambut Ramadhan dengan penuh suka-cita. Di kampung-kampung menyelenggarakan pawai menyambut ramadhan. Berbagai ceramah tausiah diselenggarakan yang tujuannya juga dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, seperti yang digambarkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauzi, ibadah shaum adalah sebuah bentuk tadzkiyyatun nafs (pencucian jiwa), sehingga manusia menjadi bersih, dan kembali kepada fitrahnya. Seperti bayi yang baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah untuk menjadikan shaum di bulan Ramadhan ini, sebagai wasilah tadzkiyyatun nafs, karena betapa bi’ah (lingkungan) yang sudah sangat kotor, seakan-akan shaum itu, yang berlangsugn di bulan Ramadhan menjadi sebuah rutinitas, yang tak berbekas sedikitpun. Sehingga, jiwa-jiwa yang menjalani shaum di bulan Ramadhan itu, kembali terkotori oleh kehidupan duniawi, yang memang itu menjadi kesenangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, beliau sehari puasa sehari, dan sehari berbuka. Agar ketika lapar dapat bershabar, dan ketika kenyang selalu dapat bersyukur. Lukmanul Hakim, mengatakan, seorang yang selalu perutnya kenyang, tak akan mampu melaksanakan ibadah, dan dijauhkan dari kedekatannya dengan Allah Azza Wa Jalla. Imam Ghazali dalam kitabnya, yang masyhur, Ihya’ Ulumuddin, mengatakan, ‘Janganlah perutmu engkau jadikan kuburan binatang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya apa arti shaum bagi kaum muslimin dan mukminin, yang sebentar lagi akan menjalaninya di bulan Ramadhan ini?&lt;br /&gt;by http://www.eramuslim.com/suara-kita/dialog/apa-arti-ramadhan-bagi-kehidupan-anda.htm&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-2853228758690842883?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/2853228758690842883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/2853228758690842883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/08/apa-arti-ramadhan-bagi-kehidupan-anda.html' title='Apa Arti Ramadhan Bagi Kehidupan Anda?'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-338934558354555773</id><published>2010-08-11T01:08:00.000+07:00</published><updated>2010-08-11T01:08:30.400+07:00</updated><title type='text'>Setelah sholat witir, bolehkah sholat sunnah lagi?</title><content type='html'>Ada sebuah pertanyaan melalui via japri kepada kami sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah diperbolehkan bagi seseeorang yang sudah melaksanakan shalat tarawih &amp; witir  ( berjamaah dng imam krn ingin mendapat pahala shalat semalam suntuk), tapi masih melakukan shalat tahajud ( shalat malam setelah tidur)...tapi kemudian dia tidak melakukan shalat witir lagi...&lt;br /&gt;daaxxxx@yahoo.comAlamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya&lt;br /&gt;(email penanya kami rahasiakan)&lt;br /&gt;Kita akan melihat terlebih dahulu pembahasan "Setelah Shalat Witir, Bolehkah Shalat Sunnah Lagi?"&lt;br /&gt;Mengenai masalah ini, ada dua pendapat di antara para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat pertama, mengatakan bahwa boleh melakukan shalat sunnah lagi sesukanya, namun shalat witirnya tidak perlu diulangi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini adalah yang dipilih oleh mayoritas ulama seperti ulama-ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, pendapat yang masyhur di kalangan ulama Syafi’iyah dan pendapat ini juga menjadi pendapat An Nakho’i, Al Auza’i dan ‘Alqomah. Mengenai pendapat ini terdapat riwayat dari Abu Bakr, Sa’ad, Ammar, Ibnu ‘Abbas dan ‘Aisyah. Dasar dari pendapat ini adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Pertama, ‘Aisyah menceritakan mengenai shalat malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 raka’at (dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (dengan 1 raka’at). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk. Jika ingin melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku’nya dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’. Setelah itu di antara waktu adzan shubuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua raka’at.” (HR. Muslim no. 738)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dari Ummu Salamah, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat dua raka’at sambil duduk setelah melakukan witir (HR. Tirmidzi no. 471. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ خَافَ مِنْكُمْ أَنْ لاَ يَسْتَيْقِظَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ثُمَّ لْيَرْقُدْ …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa di antara kalian yang khawatir tidak bangun di akhir malam, maka berwitirlah di awal malam lalu tidurlah, ...” (HR. Tirmidzi no. 1187. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Dipahami dari hadits ini bahwa jika orang tersebut bangun di malam hari –sebelumnya sudah berwitiri sebelum tidur-, maka dia masih diperbolehkan untuk shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil yang mengatakan bahwa shalat witirnya tidak perlu diulangi adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Tirmidzi no. 470, Abu Daud no. 1439, An Nasa-i no. 1679. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua, mengatakan bahwa tidak boleh melakukan shalat sunnah lagi sesudah melakukan shalat witir kecuali membatalkan shalat witirnya yang pertama, kemudian dia shalat dan witir kembali. Maksudnya di sini adalah jika sudah melakukan shalat witir kemudian punya keinginan untuk shalat sunnah lagi sesudah itu, maka shalat sunnah tersebut dibuka dengan mengerjakan shalat sunnah 1 raka’at untuk menggenapkan shalat witir yang pertama tadi. Kemudian setelah itu, dia boleh melakukan shalat sunnah (2 raka’at – 2 raka’at) sesuka dia, lalu dia berwitir kembali.&lt;br /&gt;Inilah pendapat lainnya dari ulama-ulama Syafi’iyah. Mengenai pendapat ini terdapat riwayat dari ‘Utsman, ‘Ali, Usamah, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas. Dasar dari pendapat ini adalah diharuskannya shalat witir sebagai penutup shalat malam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang Terkuat&lt;br /&gt;Dari dua pendapat di atas, pendapat yang terkuat adalah pendapat pertama dengan beberapa alasan berikut.&lt;br /&gt;Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah setelah beliau mengerjakan shalat witir. Perbuatan beliau ini menunjukkan bolehnya hal tersebut.&lt;br /&gt;Kedua, pendapat kedua yang membatalkan witir pertama dengan shalat 1 raka’at untuk menggenapkan raka’at, ini adalah pendapat yang lemah ditinjau dari dua sisi.&lt;br /&gt;1. Witir pertama sudah dianggap sah. Witir tersebut tidaklah perlu dibatalkan setelah melakukannya. Dan tidak perlu digenapkan untuk melaksanakan shalat genap setelahnya.&lt;br /&gt;2. Shalat sunnah dengan 1 raka’at untuk menggenapkan shalat witir yang pertama tadi tidaklah dikenal dalam syari’at.&lt;br /&gt;Dengan dua alasan inilah yang menunjukkan lemahnya pendapat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari pembahasan kali ini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bolehnya melakukan shalat sunnah lagi sesudah shalat witir.&lt;br /&gt;Kedua, diperbolehkannya hal ini juga dengan alasan bahwa shalat malam tidak ada batasan raka’at sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Majmu’ Al Fatawa, 22/272).  Jika kita telah melakukan shalat tarawih ditutup witir bersama imam masjid, maka di malam harinya kita masih bisa melaksanakan shalat sunnah lagi. Sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkan imam masjid ketika imam baru melaksanakan shalat tarawih 8 raka’at dengan niatan ingin melaksanakan shalat witir di rumah sebagai penutup ibadah atau shalat malam. Ini tidaklah tepat karena dia sudah merugi karena meninggalkan imam sebelum imam selesai shalat malam. Padahal pahala shalat bersama imam hingga imam selesai shalat malam disebutkan dalam hadits, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Shahih).&lt;br /&gt;Ketiga, adapun hadits Bukhari-Muslim yang mengatakan “Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir”, maka menjadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam di sini dihukumi sunnah (dianjurkan) dan bukanlah wajib karena terdapat dalil pemaling dari perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 395).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pembahasan kami dalam rangka menjawab pertanyaan seputar shalat tarawih yang kami bahas.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah&lt;br /&gt;Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik, 386-395, Al Maktabah At Taufiqiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Diselesaikan pada hari Jum’at Al Mubarok, 7 Ramadhan 1430 H di Panggang, Gunung Kidul&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-338934558354555773?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/338934558354555773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/08/ada-sebuah-pertanyaan-melalui-via-japri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/338934558354555773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/338934558354555773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/08/ada-sebuah-pertanyaan-melalui-via-japri.html' title='Setelah sholat witir, bolehkah sholat sunnah lagi?'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1116398057996480342</id><published>2010-05-30T05:03:00.002+07:00</published><updated>2010-05-30T05:06:53.261+07:00</updated><title type='text'>Ghadh-dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/TAGP9IkGuDI/AAAAAAAAAcc/jKt-D5YhBi8/s1600/937763156l.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/TAGP9IkGuDI/AAAAAAAAAcc/jKt-D5YhBi8/s200/937763156l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476816902292944946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makna Menahan Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Secara bahasa, غَضُّ البَصَرِ (gadh-dhul bashar) berarti menahan, mengurangi atau Menundukkan Pandangan [1]. Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnya [2]. Dengan kata lain menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah swt dan rasul-Nya untuk kita memandangnya [3].&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalil Kewajiban Menahan Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (An-Nur [24]: 30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama tafsir menyebutkan bahwa kata min dalam min absharihim maknanya adalah sebagian, untuk menegaskan bahwa yang diharamkan oleh Allah swt hanyalah pandangan yang dapat dikontrol atau disengaja, sedangkan pandangan tiba-tiba tanpa sengaja dimaafkan. Atau untuk menegaskan bahwa kebanyakan pandangan itu halal, yang diharamkan hanya sedikit saja. Berbeda dengan perintah memelihara kemaluan yang tidak menggunakan kata min karena semua pintu pemuasan seksual dengan kemaluan adalah haram kecuali yang diizinkan oleh syariat saja (nikah).[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan menahan pandangan didahulukan dari menjaga kemaluan karena pandangan yang haram adalah awal dari terjadinya perbuatan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي  (رواه مسلم).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jarir bin Abdillah ra berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan tiba-tiba (tanpa sengaja), lalu beliau memerintahkanku untuk memalingkannya. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya jangan meneruskan pandanganmu, karena pandangan tiba-tiba tanpa sengaja itu dimaafkan, tapi bila diteruskan berarti disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلاَ تَنْظُرُ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلاَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ، وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ)). (رواه مسلم وأحمد وأبو داود والترمذي).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan lain. Seorang laki-laki tidak boleh bersatu (bercampur) dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan seorang perempuan tidak boleh bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian. (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud &amp; Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((يَا عَلِيُّ، لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ؟ فَإِنَّ لَكَ الأُوْلَى، وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ)) [رواه الترمذي وأبو داود وحسنه الألباني].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) sedangkan yang berikutnya tidak. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud dan di-hasan-kan oleh Al-Bani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;((الْعَيْنَانِ تَزْنِيَانِ، وَزِنَاهُمَا النَّظَرُ)) [متفق عليه].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua mata itu berzina, dan zinanya adalah memandang. (Muttafaq ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Mengumbar Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengumbar pandangannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengikuti hawa nafsu dan ajakan syaithan&lt;br /&gt;   2. Jahil (tidak tahu) terhadap akibat negatif mengumbar pandangan, di antaranya bahwa mengumbar pandangan itu penyebab utama zina.&lt;br /&gt;   3. Hanya mengandalkan dan mengingat ampunan Allah swt dan lupa terhadap ancaman siksa-Nya.&lt;br /&gt;   4. Melihat atau menyaksikan media yang porno atau berbau pornografi baik cetak, elektronik, atau internet.&lt;br /&gt;   5. Tidak menikah atau menunda pernikahan bagi mereka yang sebenarnya telah siap untuk menikah.&lt;br /&gt;   6. Sering berada di tempat-tempat bercampurbaurnya laki-laki dan perempuan, seperti pasar atau mall.&lt;br /&gt;   7. Merasakan kelezatan semu ketika memandang yang haram sebagai akibat dari lemahnya iman dan tidak hadirnya keagungan Allah swt dalam hatinya. Karena orang yang merasakan keagungan-Nya pasti akan bersedih kalau berbuat maksiat kepada-Nya.&lt;br /&gt;   8. Godaan dari lawan jenis berupa pakaian yang membuka aurat, ucapan, atau gerakan tubuh yang menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Berasal dari kata غَضَّ yang berarti كَفَّ (menahan) atau نَقَصَ (mengurangi) atau خَفَضَ (menundukkan). Lihat: Tajul ‘Arus 1/4685, dan Maqayisul Lughah 4/306.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Yusuf Al-Qaradhawi, Halal &amp; Haram, hlm 171.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Tafsir At-Thabari 19/154, Ibnu Katsir 6/41.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Al-Jami’ Li Ahkamil Quran, Al-Qurthubi, 1/3918.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1116398057996480342?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1116398057996480342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/05/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1116398057996480342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1116398057996480342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/05/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan.html' title='Ghadh-dhul Bashar (Menahan Pandangan), Bagian ke-1'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/TAGP9IkGuDI/AAAAAAAAAcc/jKt-D5YhBi8/s72-c/937763156l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5180289123246010790</id><published>2010-02-25T08:02:00.001+07:00</published><updated>2010-02-25T08:05:53.179+07:00</updated><title type='text'>Cacat Mental Dakwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S4XM4njez2I/AAAAAAAAAb4/iFmSWbG__Co/s1600-h/dakwah1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S4XM4njez2I/AAAAAAAAAb4/iFmSWbG__Co/s200/dakwah1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441980997809655650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Tate Qomaruddin&lt;br /&gt;Idealnya, kondisi umat bisa diperbaiki dengan dakwah. Seperti sering diibaratkan orang, da�i adalah dokter dan umat adalah pasiennya. Namun apa jadinya sang pasien, jika sang dokter salah dalam melakukan pengobatan. Alih-alih medapatkan kesembuhan, malah sakit bertambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dalam dunia dakwah. Kesalahan yang dilakukan para da�i menyebabkan dakwah tidak mencapai tujuannya. Salah satu bentuk kesalahan tersebut adalah bila di dalam kancah dakwah berkembang penyakit mental. Di antara penyakit-penyakit mental (ma�nawiyah) dalam&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sikap infi�aliyyah (reaksioner).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gerakan dakwah bisa dikategorikan reaksioner jika segala gerakannya tidak berangkat dari tujuan dan sasaran yang jelas; tidak berdasarkan tahapan-tahapan yang jelas, dan tidak menggariskan langkah-langkah yang jelas. Sehingga semua manuvernya tidak lebih dari reaksi terhadap kondisi sesaat yang muncul atau terhadap isu yang dianggap aktual. Dengan kata lain dakwah yang infi�aliyyah adalah dakwah yang tidak berpijak pada manhaj (jalan, sistem) yang jelas. Padahal Allah SWT telah menegaskan pentingnya manhaj yang jelas itu. "Katakanlah inilah jalanku, aku menyeru ke jalan Allah dengan pandangan yang jelas (bashirah)." (Yusuf 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, gerakan dakwah terkesan ngawur alias tak tentu arah. Energi dakwah terkuras untuk merespon berbagai kasus, peristiwa, perkembangan politik, atau problem sosial yang fenomenal. Sementara itu, permasalahan umat yang sesungguhnya terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti gerakan dakwah tidak perlu merespon permasalahan fenomenal. Sebab, pada dasarnya gerakan dakwah memang dituntut mampu merespon bahkan mencari solusi bagi permasalahan yang muncul dalam kehidupan. Misalnya masalah korupsi, kerusuhan, dan masalah-masalah sosial lainnya. Akan tetapi dalam kaitan ini, ada beberapa hal yang harus ditegaskan. Pertama, berdasarkan paradigma Islam, segala problema kemasyarakatan maupun individual muncul akibat jauhnya manusia dari aqidah Islam dan syari�at Islam. Kedua, karena itu harus ada gerakan yang integral dan simultan untuk membenahi aqidah umat dan menumbuhkan keberpihakan terhadap syari�at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dipahami, Islamisasi kehidupan bukanlah sekedar membuat umat Islam melakukan shalat, puasa, haji, wirid, dan ritual lainnya. Sayangnya, justru corak pemahaman parsial macam itulah yang amat digandrungi oleh para penjajah dan kaum bermental penjajah dari bangsa sendiri. Sebab Islam dalam bentuknya yang ritual (sebagian orang menyebutnya agak keren sebagai �Islam kultural�) itu adalah Islam yang mudah ditaklukan dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Untuk itulah orang-orang yang bermental penjajah itu senantiasa memberikan PR-PR kepada umat Islam agar terjebak dengan isu-isu sesaat. Akibatnya isu-isu abadi berupa pembinaan aqidah dan pemahaman akan keutuhan Islam tak tersentuh secara memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, membangun figuritas (wijahiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan ketaatan tapi melarang taqlid buta; memerintahkan kesetiaan tapi mengharamkan kultus individu; mewajibkan penghormatan terhadap orang yang layak mendapatkannya namun mencela figuritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak kericuhan yang terjadi pada umat ini akibat sikap figuritas ini. Bayangkan, seseorang menolak kebenaran hanya karena kebenaran itu bukan disampaikan oleh orang yang dia figurkan. Dan menerima segala apa yang disampaikan oleh orang yang menjadi figurnya, betapa pun nyata-nyata salah menurut standar Qur�an dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figuritas dapat memunculkan tradisi taqlid (sikap membebek). Sikap yang kemudian berkembang adalah kecintaan kepada tokoh, bukan kepada Islam. Berjuang karena figur, bukan keikhlasan. Pada waktu bersamaan, pembelaan terhadap Islam melemah. Hal ini menjelaskan pertanyaan, "Mengapa tokoh yang jelas salah dan menyimpang dari Islam terus dibela dengan berbagai alasan. Saat ada ancaman besar terhadap Islam banyak orang tidak bereaksi. Namun, ketika orang yang diidolakannya mendapatkan kritikan, ia membela mati-matian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memerintahkan agar kita taat kepada Rasulullah saw. Pada waktu bersamaan Allah juga memerintahkan, agar pengorbanan dan perjungan dilakukan karena Allah SWT, bukan karena Rasulullah saw. Ini ditegaskan dalam Al-Quran, "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya rasul-rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh kalian akan berbalik ke belakang (murtad)." (Ali Imaran 144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat itu pula yang dibacakan Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika menghadapi Umar Bin Khattab yang tidak percaya akan wafatnya Rasulullah SAW sehingga mengatakan, "Barang siapa yang mengatakan Muhammad telah meninggal akan saya penggal lehernya." Itu semua menegaskan kepada kita bahwa dalam beramal, berkorban dan berjuang, hanya Allah yang menjadi tujuan. Jika Allah SWT mengecam orang yang berjihad dan ber-Islam karena Rasulullah SAW, maka lebih buruk lagi orang yang berjuang karena manusia biasa. Yang paling buruk adalah orang yang menggunakan dakwah untuk membangun figuritas diri, bukan loyalitas kepada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, merasa paling hebat (i�tizaziyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah seharusnya mengarahkan orang pada sikap tawadhu� (rendah hati). Apabila seorang da�i dari awal merasa paling hebat dan dakwahnya paling benar, bukan sikap tawadhu� yang akan tumbuh. Boleh jadi yang subur adalah sikap sombong dan takabbur serta memandang orang lain dan gerakan dakwah lain tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan selalu nomor satu adalah penyakit yang ditularkan iblis. Iblis merasa hebat dengan sesuatu yang sebetulnya bukan parameter kehebatan. "Aku lebih darinya (Adam). Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah," ujar iblis saat Allah berttanya tentang alasannya tidak mau sujud kepada Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi i�tizaziyyah dalam dakwah muncul dalam berbagai bentuk. Bentuk yang sering muncul adalah keengganan menjalin kerja sama dalam proyek dakwah. Bahkan merasa bisa melakukan da�wah sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal yang juga sering muncul adalah klaim kebenaran mutlak untuk diri dan kelompok sendiri serta kesalahan mutlak untuk orang lain. Sering kali dalam bentuk pengkavlingan negeri akhirat. Yang mengikutinya "ditempatkan" di sorga. Dan yang tidak mendukungnya ia "masukkan" ke neraka. Seolah ia telah dititipi kunci surga oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sikap merendahkan dan menafikan orang lain (intiqashiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan dua sisi mata uang, bangga dengan diri sendiri selalu bersanding dengan sikap merendahkan orang lain. Jika ini yang berkembang ada dua kemungkinan yang muncul jika melihat keberhasilan orang lain. Pertama, dengki, dan kedua menafikan keberhasilah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengki maupun sikap menutup mata terhadap keberhasilan yang dicapai orang pada dasarnya sama: tidak mensyukuri karunia Allah, karena karunia itu bukan turun kepada dirinya. "Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah da�wah seperti itu mampu menyelesaikan berbagai persoalan umat? Rasanya sulit. Problematika umat dewasa ini amat kompleks. Paling tidak, ada dua kebutuhan utama sebagai syarat untuk menyelesaikan segala persoalan umat. Pertama, adanya kerjasama (�amal jama�i) antar da�i dan kelompok dakwah. Kedua, terciptanya kondisi masyarakat yang mempunyai kesadaran dan wawasan Islam yang memadai. Wawasan Islam yang dimaksud termasuk pemahaman secara utuh tentang Islam yang syamil (integral).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimana mungkin terjalin amal jamai yang harmonis, saling menguntungkan dan penuh ukhwah jika terdapat i�tizaziyyah dan intiqashiyyah. Mungkinkah masyarakat akan sampai pada tingkat pemahaman yang baik jika mereka tidak diajak untuk menyelami keutuhan Islam, akibat terjebak dengan fenomena dan isu temporer. Masih beruntung kalau dakwah sekedar dianggap gagal menjalankan misinya. Yang ironis jika dakwah justru dituduh menambah ruwetnya persoalan. Nah! (Tate Qomaruddin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5180289123246010790?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5180289123246010790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/02/cacat-mental-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5180289123246010790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5180289123246010790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/02/cacat-mental-dakwah.html' title='Cacat Mental Dakwah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S4XM4njez2I/AAAAAAAAAb4/iFmSWbG__Co/s72-c/dakwah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-3418326846818656223</id><published>2010-02-01T08:33:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T08:34:59.201+07:00</updated><title type='text'>Kata Bijak - Kata Cinta. ( Mahabbah - Rabiatul Adawiyah / Sufi )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S2YvtxYKBdI/AAAAAAAAAbg/w_9qOHKvFrE/s1600-h/400_F_2226627_yd01gC0fByz9xy89o68H5Slv4NOhrW.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S2YvtxYKBdI/AAAAAAAAAbg/w_9qOHKvFrE/s200/400_F_2226627_yd01gC0fByz9xy89o68H5Slv4NOhrW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433082463864358354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.&lt;br /&gt;Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap update tulisan dari ﺭﻭﺩﻯ ﺍﺭﻟﻥ ﺍﻟﻓﺭﻳﺳﻲ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-3418326846818656223?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/3418326846818656223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/02/kata-bijak-kata-cinta-mahabbah-rabiatul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3418326846818656223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3418326846818656223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2010/02/kata-bijak-kata-cinta-mahabbah-rabiatul.html' title='Kata Bijak - Kata Cinta. ( Mahabbah - Rabiatul Adawiyah / Sufi )'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/S2YvtxYKBdI/AAAAAAAAAbg/w_9qOHKvFrE/s72-c/400_F_2226627_yd01gC0fByz9xy89o68H5Slv4NOhrW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-6205841077240696283</id><published>2009-12-11T09:46:00.003+07:00</published><updated>2009-12-11T09:53:59.449+07:00</updated><title type='text'>Harta Antara Nikmat dan Fitnah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SyGy3kpKYSI/AAAAAAAAAbM/QGdqlK5KUHg/s1600-h/harta-karun.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SyGy3kpKYSI/AAAAAAAAAbM/QGdqlK5KUHg/s200/harta-karun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413804894874919202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harta, tentu banyak yang menginginkannya. Beragam cara pun dilakukan untuk memperolehnya. Halal haram, bagi sebagian orang, adalah nomor kesekian. Yang terpenting adalah kebutuhan terpenuhi dan gaya hidup terpuaskan. Jika sudah seperti ini, harta tak lagi menjadi rahmat, namun menjadi celah turunnya azab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta merupakan salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dikaruniakan kepada umat manusia. Keindahannya demikian memesona. Pernak-perniknya pun teramat menggoda. Ini mengingatkan kita akan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada segala apa yang diingini (syahwat), yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Al-Jannah).” (Ali ‘Imran: 14)&lt;br /&gt;Lebih dari itu, harta adalah sebuah realita yang melingkupi kehidupan umat manusia. ‘Sejarah’-nya yang tua, senantiasa eksis mengawal peradaban umat manusia di setiap generasi dan masa. Jati dirinya yang berbasis fitnah, telah banyak melahirkan berbagai gonjang-ganjing kehidupan. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya, tatkala Dia mengingatkan para hamba-Nya akan realita tersebut. Sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيْمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya harta dan anak-anak kalian itu (sebagai) fitnah, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Al-Anfaal: 28)&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mewanti-wanti umatnya dari gemerlapnya harta dengan segala fitnahnya yang menghempaskan. Sebagaimana dalam sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا، كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِيْ كَافِرًا وَيُمْسِيْ مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bergegaslah kalian untuk beramal, (karena akan datang) fitnah-fitnah ibarat potongan-potongan malam. (Disebabkan fitnah tersebut) di pagi hari seseorang dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir, di sore hari dalam keadaan beriman dan keesokan harinya dalam keadaan kafir. Dia menjual agamanya dengan sesuatu dari (gemerlapnya) dunia ini.” (HR. Muslim no. 118, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Demikianlah wasiat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya tentang harta dan segala fitnahnya. Allahumma sallim sallim…(Ya Allah, selamatkanlah kami semua darinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan Hati Manusia Terhadap Harta&lt;br /&gt;Manusia sendiri merupakan makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berjati diri amat dzalim (zhalum) dan amat bodoh (jahul). Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta'ala Rabb semesta alam mensifatinya, sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّهُ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh.” (Al-Ahzab: 72)&lt;br /&gt;Sontak, tatkala harta menghampiri, ketertarikan hati pun tak bisa dimungkiri lagi. Mereka benar-benar amat mencintainya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” (Al-Fajr: 20)&lt;br /&gt;Bahkan, saking cintanya terhadap harta akhirnya ia menjadi bakhil. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dia (manusia) sangat bakhil dikarenakan kecintaannya yang sangat kuat kepada harta.” (Al-‘Adiyat: 8)&lt;br /&gt;Jika demikian kondisinya, maka tak mengherankan bila (kebanyakan) manusia teramat berambisi mengumpulkan dan menumpuknya. Sungguh benar apa yang disabdakan dan diperingatkan Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثََالِثًا، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ، وَيَتُوْبُ اللهُ عَلَى مَنْ تَابَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalaulah anak Adam (manusia) telah memiliki dua lembah dari harta, niscaya masih berambisi untuk mendapatkan yang ketiga. Padahal (ketika ia berada di liang kubur) tidak lain yang memenuhi perutnya adalah tanah, dan Allah Maha Mengampuni orang-orang yang bertaubat.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya no. 6436, dari shahabat Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma)&lt;br /&gt;Para pembaca yang mulia, ketika hati anak manusia amat cinta kepada harta bahkan berambisi untuk mengumpulkan dan menumpuknya, maka sudah barang tentu harta tersebut dapat melalaikannya dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala (dzikrullah). Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Maha Mengetahui keadaan para hamba-Nya telah memberitakan hal ini, sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ. حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah melalaikan kalian perbuatan berbanyak-banyakan. Hingga kalian masuk ke liang kubur.” (At-Takatsur: 1-2)&lt;br /&gt;Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata: “Telah melalaikan kalian (dari ketaatan, pen.) perbuatan berbanyak-banyakan dalam hal harta dan anak.” (Tafsir Ibnu Katsir)&lt;br /&gt;Maka dari itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala memperingatkan orang-orang yang beriman dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِاللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian (dapat) memalingkan kalian dari dzikrullah. Barangsiapa berbuat demikian maka merekalah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Dapat Menjadikan Seseorang Sombong&lt;br /&gt;Kondisi serba berkecukupan alias kaya harta tak jarang membuat seseorang lupa daratan, melampaui batas, dan sombong. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَلاَّ إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَيَطْغَى. أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Manakala dia melihat dirinya serba berkecukupan.” (Al-‘Alaq: 6-7)&lt;br /&gt;Mungkin di antara anda ada yang bertanya: “Adakah di dalam Al-Qur`an kisah umat terdahulu yang lupa daratan, melampaui batas dan sombong dikarenakan harta yang dimilikinya, agar kita bisa mengambil pelajaran (ibrah) darinya?” Maka jawabnya adalah: “Ada.”&lt;br /&gt;Di antaranya adalah Qarun, seorang kaya raya dari Bani Israil (anak paman Nabi Musa ‘alaihissalam) yang telah melampaui batas dan sombong. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ قَارُوْنَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوْسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوْزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوْءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لاَ تَفْرَحْ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْفَرِحِيْنَ. وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْلآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي اْلأَرْضِ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ. قَالَ إِنَّمَا أُوتِيْتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلاَ يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ. فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِيْنَتِهِ قَالَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُوْنُ إِنَّهُ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ. وَقَالَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلاَ يُلَقَّاهَا إِلاَّ الصَّابِرُوْنَ. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ اْلأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُوْنَهُ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ. وَأَصْبَحَ الَّذِيْنَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِاْلأَمْسِ يَقُوْلُوْنَ وَيْكَأَنَّ اللهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلاَ أَنْ مَنَّ اللهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُوْنَ. تِلْكَ الدَّارُ اْلآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لاَ يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Qarun termasuk dari kaum Nabi Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah karuniakan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: ‘Janganlah engkau terlalu bangga diri (sombong), sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri (sombong). Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.’ Qarun pun menjawab: ‘ Sesungguhnya aku dikaruniai harta tersebut dikarenakan ilmu (kepandaian)-ku’. Tidakkah Qarun tahu sungguh Allah telah membinasakan umat-umat sebelum dia yang jauh lebih kuat darinya dan lebih banyak dalam mengumpulkan harta? Dan tak perlu dipertanyakan lagi orang-orang jahat itu tentang dosa-dosa mereka. Maka (suatu hari) tampillah Qarun di tengah-tengah kaumnya dengan segala kemegahannya, lalu berkatalah orang-orang yang tertipu oleh kehidupan dunia: ‘Duhai kiranya kami dikaruniai (harta) seperti Qarun, sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.’ Adapun orang-orang yang berilmu, mereka mengatakan: ‘Celakalah kalian, sesungguhnya karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih, namun tidaklah pahala itu diperoleh kecuali oleh orang-orang yang sabar.’ Akhirnya Kami benamkan dia (Qarun) beserta rumahnya ke dalam bumi, maka tidak ada satu golongan pun yang dapat menolongnya dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah). Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash: 76-83)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala menerangkan (dalam ayat-ayat tersebut, pen.) bahwa Qarun telah diberi perbendaharaan harta yang amat banyak hingga ia lupa diri. Dan semua yang dimilikinya itu ternyata tidak mampu menyelamatkannya dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana pula yang telah dialami (sebelumnya, pen.) oleh Fir’aun.” (Tafsir Al-Qurthubi)&lt;br /&gt;Berikutnya adalah kisah tentang musuh-musuh para rasul secara umum yang melampaui batas lagi sombong disebabkan harta yang dimilikinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيْرٍ إِلاَّ قَالَ مُتْرَفُوْهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُوْنَ. وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالاً وَأَوْلاَدًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami tidaklah mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun (Rasul) melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: ‘Sesungguhnya kami mengingkari segala apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya’. Mereka juga berkata: ‘Kami mempunyai harta dan anak yang lebih banyak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab’.” (Saba’: 34-37)&lt;br /&gt;Kisah berikutnya adalah tentang para pembesar Bani Israil yang memprotes Nabi mereka atas diangkatnya Thalut sebagai raja mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengangkat Thalut menjadi raja kalian’. Mereka menjawab: ‘Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedangkan dia pun bukan orang yang kaya?’ (Nabi mereka) berkata: ‘Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas serta tubuh yang perkasa.’ Allah memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 247)&lt;br /&gt;Para pembaca, demikianlah beberapa fenomena mengerikan tentang harta dan perannya yang amat besar dalam mengantarkan anak manusia kepada kesombongan. Akibatnya, kebenaran dengan ‘enteng’ ditolaknya dan orang-orang mulia pun direndahkannya. Padahal seluruh harta dan kekayaan yang dimilikinya itu tidak dapat menyelamatkannya dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala. Masih ingatkah dengan kisah Qarun, yang harta dan seluruh kekayaannya tidak mampu menyelamatkannya dari azab Allah Subhanahu wa Ta'ala? Bahkan ia dan seluruh kekayaannya dibenamkan ke dalam bumi?!&lt;br /&gt;Hal senada telah Allah Subhanahu wa Ta'ala firmankan perihal Abu Lahab, paman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang kafir lagi sombong:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa. Tidaklah berfaedah baginya harta bendanya dan segala apa yang ia usahakan (dari azab Allah).” (Al-Masad: 1-2)&lt;br /&gt;Maka dari itu, tidaklah pantas bagi seorang muslim yang diberi karunia harta oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk berbangga diri (sombong) dengan hartanya. Bukankah harta itu merupakan titipan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian kalian pasti akan ditanya pada hari itu (hari kiamat) tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan dengannya).” (At-Takatsur: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi tentang Pendapatan Ekonomi dan Penyalurannya&lt;br /&gt;Sekedar potret betapa fitnah harta telah mencengkram dengan kuat umat manusia di jaman ini, adalah bersarangnya slogan hidup ‘time is money’ (waktu adalah uang) pada otak kebanyakan orang, termasuk umat Islam. Waktu pun dihabiskan untuk mengais harta sehingga tak ada waktu untuk keluarga, interaksi sosial, apalagi mengkaji ilmu agama. Ini diperparah dengan munculnya argumentasi dangkal; ‘mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal’. Padahal semua harta yang dimiliki ini kelak akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat; Dari manakah harta itu diperoleh dan untuk apakah harta itu disalurkan?&lt;br /&gt;Fenomena di atas akan kian nyata bila mencermati berbagai sarana untuk mendapatkan sumber ekonomi yang tak lagi memperhatikan norma-norma syariat, halal ataupun haram. Praktik riba merajalela, mulai dari sistem yang paling sederhana hingga yang tercanggih sekalipun. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ. يَمْحَقُ اللهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيْمٍ. إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ. فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوْسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُوْنَ وَلاَ تُظْلَمُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri (ketika dibangkitkan dari kuburnya, pen.) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, disebabkan mereka (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Allah, lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), maka urusannya (terserah) Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni An-Naar; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah. Dan Allah tidak menyukai orang yang tetap di atas kekafiran dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, merekalah orang-orang yang mendapat pahala di sisi Rabb mereka. Tiada kekhawatiran pada diri mereka dan tiada (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian benar-benar orang yang beriman. Jika kalian masih keberatan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagi kalian pokok (modal) harta; kalian tidaklah menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al-Baqarah: 275-279)&lt;br /&gt;Persaingan usaha pun makin tak sehat. Jegal sana jegal sini, suap sana suap sini, hingga nyawa siap menjadi taruhannya. Tak mengherankan bila kehidupan bisnis dan industri saat ini banyak diwarnai kasus-kasus kelabu yang tidak selaras dengan fitrah suci dan norma-norma agama yang murni. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku di atas asas saling meridhai di antara kalian.” (An-Nisa`: 29)&lt;br /&gt;Praktik penipuan kerap kali dilakukan dengan cara-cara sistematis. Bahkan untuk meraup harta orang lain pun tak jarang ditempuh jalur hukum, dalam kondisi pelakunya sadar bahwa ia sedang berbuat aniaya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيْقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِاْلإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil dan (janganlah) kalian membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kalian dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 188)&lt;br /&gt;Perjudian dengan beragam jenisnya, menjadi jalan pintas yang paling digemari dalam meraup ‘pendapatan’. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengingatkan para hamba-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَاْلأَنْصَابُ وَاْلأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. إِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَعَنِ الصَّلاَةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban) untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan shalat; maka berhentilah kalian (dari perbuatan itu).” (Al-Maidah: 90-91)&lt;br /&gt;Kasus-kasus pencurian, perampokan, hingga korupsi tak kalah banyaknya. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berwasiat kepada sekalian umat manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي اْلأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan; karena setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.” (Al-Baqarah: 168)&lt;br /&gt;Sementara itu jika kita mencermati keadaan orang-orang yang diberi karunia harta oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka beragam pula modelnya. Ada yang menghambur-hamburkan hartanya dengan boros (di jalan yang tidak jelas), dan ada pula yang bakhil. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِيْنِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوْرًا. وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلاً مَيْسُوْرًا. وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَحْسُوْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka perkataan yang pantas. Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (bakhil, pen.) dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya sehingga kamu termasuk orang yang tercela lagi menyesal.” (Al-Isra`: 26-29)&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman tatkala mengisahkan ucapan (nasihat) kaum Nabi Musa terhadap Qarun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْْْلآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ وَلاَتَبْغِ الْفَسَادَ فِي اْلأَرْضِ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan carilah pada apa yang telah Allah karuniakan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77)&lt;br /&gt;Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Pergunakanlah apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah karuniakan kepadamu dari harta yang banyak dan nikmat yang tak terhingga itu, untuk ketaatan kepada Rabbmu dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan beragam amal shalih, yang diharapkan dengannya mendapatkan pahala baik di dunia dan di akhirat. (Janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, pen.) yang Allah Subhanahu wa Ta'ala halalkan bagimu berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan menikahi wanita. Merupakan suatu keharusan bagimu untuk menunaikan hak Rabbmu, hak dirimu, keluargamu, dan orang-orang yang mengunjungimu. Tunaikanlah haknya masing-masing. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah kamu berambisi dengan kekayaan yang ada untuk berbuat kerusakan di (muka) bumi dan kejahatan kepada sesama. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Tafsir Ibnu Katsir juz 3, hal. 385)&lt;br /&gt;Maka dari itu, bila anda termasuk orang yang mendapatkan karunia harta dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, jadikanlah harta anda sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tunaikanlah segala hak yang berkaitan dengan harta anda. Keluarkanlah zakat, bershadaqahlah kepada fakir miskin, santunilah anak yatim, bantulah orang-orang yang sedang kesusahan/ ditimpa musibah, dan lain sebagainya. Jangan sampai harta yang anda miliki menjadi penghalang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sebagai penyebab untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Jauhkanlah diri anda dari perbuatan menghambur-hamburkan harta dengan jalan pemborosan, sebagaimana pula harus menjauhkan diri dari sifat bakhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran harta yang senantiasa mengitari hidup manusia. Tentunya kita semua berharap agar termasuk hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang istiqamah di atas jalan-Nya. Dengan tidak buta mata (menempuh cara-cara yang haram) ketika diuji dengan keterbatasan rizki dan tidak lalai (untuk menunaikan hak) ketika dikaruniai keluasan rizki. Terlebih di masa sekarang ini yang banyak dipenuhi serpihan fitnah syahwat dan fitnah syubhat.&lt;br /&gt;“Ya Allah…janganlah Engkau jadikan harta (dunia) ini sebagai sesuatu yang segala-galanya dalam kehidupan kami, dan jangan pula Engkau jadikan ia sebagai puncak tujuan dari ilmu yang kami miliki.”&lt;br /&gt;Amiin ya Rabbal ‘Alamin….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.asysyariah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-6205841077240696283?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/6205841077240696283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/12/harta-antara-nikmat-dan-fitnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6205841077240696283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6205841077240696283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/12/harta-antara-nikmat-dan-fitnah.html' title='Harta Antara Nikmat dan Fitnah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SyGy3kpKYSI/AAAAAAAAAbM/QGdqlK5KUHg/s72-c/harta-karun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1988865582275446589</id><published>2009-11-19T07:23:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T07:26:07.031+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Berharga dari Iedul Qurban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwSQWMxxOpI/AAAAAAAAAbE/OabRJliXtHI/s1600/Selamat+Idul+Adha.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwSQWMxxOpI/AAAAAAAAAbE/OabRJliXtHI/s200/Selamat+Idul+Adha.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405604163812932242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski baru saja ‘Iedul Adha atau ‘Iedul Qurban meninggalkan kita, dan walau setahun kemudian kita akan bertemu dengannya lagi -insya Allah-, ‘Iedul Qurban telah menyimpan pelajaran yang sangat berharga bagi kita dan kaum muslimin di manapun berada yang takkan pernah hilang dan lepas dari diri kita sekalipun dimakan rentang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berqurban tidaklah semata-mata menyembelih hewan pada waktu ‘Iedul Adha, walaupun kata qurban secara bahasa ialah hewan yang disembelih waktu adha -sedangkan menurut istilah, qurban ialah hewan yang dikhususkan pada waktu yang dikhususkan dan syarat-syarat yang dikhususkan pula dengan niatan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah)- tetapi di balik itu semua tersimpan sesuatu yang berharga yang keabsahan qurbanpun tergantung padanya, bahkan ia sebagai syarat bagi ibadah-ibadah lainnya. Pelajaran berharga itu adalah tauhid, ikhlas semata untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa kedudukan tauhid dalam ibadah ibarat kedudukan wudlu dalam sholat, yang tidak sah sholat seseorang jika tidak memiliki wudlu demikian pula tidak sah ibadah seseorang kecuali dengan tauhid. Perhatikanlah ketika Allah berfirman (yang artinya), "Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah." (QS Al Kautsar: 2). Allah memerintahkan rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menjadikan sholatnya dan sembelihannya ikhlas untuk Allah saja tidak ada serikat baginya (lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/600).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah juga berfirman (yang artinya), "Katakanlah sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam tiada sekutu bagi-Nya. Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS Al An’am: 162-163).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyembelih hewan qurban adalah salah satu syiar Islam terbesar, dimana pada hari itu adalah hari kemenangannya ahli tauhid yang Allah perintahkan mereka agar menyelisihi kaum musyrikin dalam peribadahannya dan penyembelihannya. Allah berfirman (yang artinya), "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari memperhatikan doa mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka." (QS Al Ahqaaf: 5-6).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan Allah juga berfirman (yang artinya), "Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menyeru mereka seraya berkata: Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan? Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka: Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu, kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat, kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali-kali tidak menyembah kami. Dikatakan (kepada mereka): Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu. Lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka dan mereka melihat adzab (mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk." (QS Al Qashash: 62-64).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perintah berqurban adalah perintah yang disyariatkan oleh Allah. Allah berfirman (yang artinya), "Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS Al Hajj: 34).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ia juga sebagai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat ditekankan. Cukuplah yang demikian itu ditunjukkan dengan firman Allah (yang artinya), "Barangsiapa yang mentaati Rasul itu sesungguhnya ia telah mentaati Allah." (QS An Nisaa: 80).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka." (QS An Nahl: 44).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian dalam berqurban, syiar yang paling besar terkandung di dalamnya ialah bahwa ia sebagai millah (ajaran / agama) Ibrohim yang kita diperintahkan untuk mengikutinya. Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang Imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan). (Lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang sholih. Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): ‘Ikutilah agama Ibrohim seorang yang hanif’ dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." (QS An Nahl: 120-123).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian jelaslah bagi siapa saja yang mengetahui dan memperhatikan ayat-ayat ini bahwa millahnya nabi Ibrohim adalah millah hanifiyyah yakni satu ajaran yang dibangun di atas landasan tauhid dan berpaling dari kesyirikan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengikhlaskan agama untuk-Nya. Hingga dengan ini beliau dijuluki sebagai seorang imam. Oleh karena itu, syiar yang besar dan pelajaran yang berharga dari ‘Iedul Qurban adalah tauhid. Yang dituntut seluruh kaum muslimin untuk menancapkan aqidah tauhid ini dalam jiwanya dan beramal dengan tuntutan-tuntutan kalimat tauhid laa ilaaha illallah tersebut. Karena ia kewajiban yang pertama dan terakhir dalam Islam. Ingatlah! Ketika Nabi Ibrohim berkata kepada bapaknya (yang artinya), "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaithon, sesungguhnya syaithon itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka kamu menjadi kawan bagi syaithon." (QS Maryam: 42-45). Demikianlah tauhid dan dakwah kepada tauhid menjadi syiar dan inti dakwahnya Nabi Ibrohim dan Nabi serta rasul-rasul lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh ‘alaihis salam sebagai rasul yang pertama diutus, beliau berkata kepada kaumnya (yang artinya), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang sangat menyedihkan." (QS Huud: 25-26).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Huud ‘alaihis salam berkata kepada kaumnya (Aad) (yang artinya), "Hai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia." (QS Huud: 50).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Sholih ‘alaihis salam berkata kepada kaumnya (Tsamud) (yang artinya), "Hai kaumku, sembahlah Allah! sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia." (QS Huud: 61).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Syu’aib berkata kepada kaumnya (Madyan) (yang artinya), "Hai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia." (QS Huud: 74).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu juga dengan nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru kita kepada tauhid dan melarang dari berbuat syirik (yang artinya), "Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudhorot kepadamu selain Allah. Sebab jika kamu berbuat yang demikian itu maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim." (QS Yunus: 106).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allah telah memperjelas lagi dalam ayat lain tentang tugas yang diemban para Rasul (yang artinya), "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah saja dan jauhilah thoghut!’" (QS An Nahl: 36). "Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku. Maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (QS Al Anbiyaa: 25).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui bahwa pelajaran yang berharga dari Iedul Qurban ialah tauhid, millahnya Nabi Ibrohim, satu hal lagi yang juga pelajaran penting bagi kita ialah kesabaran serta keteguhan Nabi Ibrohim dalam mendakwahkan dan membela aqidah tauhid. Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya telah ada suri tauladan bagimu pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari kekafiranmu, dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrohim kepada bapaknya: Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah. Ibrohim berkata: Ya Tuhan Kami, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali." (QS Al Mumtahanah: 4).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrohim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (QS Al Mumtahanah: 6).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh besar anugrah yang Allah berikan kepada kita berupa petunjuk agama yang lurus. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengabarkan nikmat yang Allah berikan padanya dari hidayah shirothol mustaqim millatu Ibrohim (yang artinya), "Katakanlah sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar, agama Ibrohim yang lurus, dan Ibrohim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik." (QS Al An’am: 161).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukan hanya itu saja, tetapi Allah juga muliakan para pengikut millahnya Ibrohim dan menghinakan orang-orang yang membencinya. Allah berfirman (yang artinya), "Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrohim melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri dan sungguh kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang sholih. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, ‘Tunduk patuhlah’, Ibrohim menjawab, ‘Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.’ " (QS Al Baqoroh: 130-131).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keistimewaan ‘Iedul Qurban ini hendaknya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaqwaan. Allah berfirman (yang artinya), "Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhoan Allah, tetapi ketaqwaan darimu-lah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayahnya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS Al Hajj: 37).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang menjunjung tinggi syiar-syiar Allah, "Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati." (QS Al Hajj: 32).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di samping itu semoga kita juga orang-orang yang senantiasa mengamalkan firman Allah (yang artinya), "Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Rabbnya, maka hendaklah beramal dengan amalan yang sholih dan tidak menyekutukannya dalam beribadah kepadanya dengan sesuatu apapun." Wal ‘ilmu ‘indallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhamdulillahi robbil alamin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber: Buletin Al Wala’ Wal Bara’&lt;br /&gt;Edisi ke-9 Tahun ke-1 / 14 Februari 2003 M / 12 Dzul Hijjah 1423 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1988865582275446589?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1988865582275446589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/pelajaran-berharga-dari-iedul-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1988865582275446589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1988865582275446589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/pelajaran-berharga-dari-iedul-qurban.html' title='Pelajaran Berharga dari Iedul Qurban'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwSQWMxxOpI/AAAAAAAAAbE/OabRJliXtHI/s72-c/Selamat+Idul+Adha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5580038080249869351</id><published>2009-11-16T07:56:00.002+07:00</published><updated>2009-11-16T07:59:46.494+07:00</updated><title type='text'>Muhasabah harian setiap muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwCj_LnObFI/AAAAAAAAAa8/5aN8HC7CNE0/s1600/muhasabah+diri+pada+ilahi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwCj_LnObFI/AAAAAAAAAa8/5aN8HC7CNE0/s200/muhasabah+diri+pada+ilahi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404499858688994386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)&lt;br /&gt;2.Apakah anda selalu menjaga shalat yang 5 waktu berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan)&lt;br /&gt;3.Apakah anda hari ini membaca Al-Qur’an?&lt;br /&gt;4.Apakah anda rutin membaca dzikir setelah selesai melaksanakan shalat wajib?&lt;br /&gt;5.Apakah anda selalu menjaga shalat sunnah rawatib sebelum dan sesudah shalat wajib?&lt;br /&gt;6.Apakah anda hari ini khusyu’ dalam shalat, menghayati apa yang anda baca?&lt;br /&gt;7.Apakah anda hari ini mengingat mati dan kubur?&lt;br /&gt;8.Apakah anda hari ini mengingat hari kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya?&lt;br /&gt;9.Apakah anda telah memohon kepada Allah sebanyak 3 kali agar dimasukkan ke dalam syurga?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;10.Apakah anda telah meminta perlindungan kepada Allah sebanyak 3 kali agar diselamatkan dari api neraka? Karena: Barang siapa yang memohon syurga kepada Allah sebanyak 3 kali, Syurga berkata, Wahai Allah! Masukkanlah ia ke dalam syurga, dan barang siapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak 3 kali, Neraka berkata, Wahai Allah! Selamatkan ia dari api neraka. (Shahih Al-Jami’ No. 6151 Jilid 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Apakah anda hari ini membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Apakah anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Apakah anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Apakah anda hari ini menangis karena takut kepada Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Apakah anda selalu membaca dzikir pagi dan sore hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Apakah anda hari ini telah memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah anda perbuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Apakah anda telah memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa yang memohon kepada Allah dengan benar untuk mati syahid, maka Allah akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Apakah anda telah berdo’a kepada Allah agar Ia menetapkan hati anda di atas agama-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Apakah anda telah mengambil kesempatan untuk berdo’a kepada Allah di waktu –waktu yang mustajab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Apakah anda telah membeli buku-buku islam untuk memahami islam? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang diikuti oleh para sahabat Nabi, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Apakah anda memintakan ampun kepada Allah untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah? Karena dengan mendo’akan mereka anda mendapat kebaikan pula. (Shahih Al-Jami’ No. 5902)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Apakah anda telah memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.Apakah hari ini anda telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Apakah anda dapat menahan amarah yang disebabkan karena urusan pribadi dan berusaha untuk marah karena Allah semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Apakah anda telah berusaha untuk selalu menjauhkan diri dari sikap sombong dan membanggakan diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Apakah anda telah mengunjungi saudara –saudara seiman dan seagama (ikhlas karena Allah semata)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Apakah anda telah berdakwah untuk keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang yang ada hubungannya dengan diri anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Apakah anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.Apakah anda selalu mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun – Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami kembali kepada-Nya jika anda mendapat musibah dari Allah? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah masing-masing kalian melakukan istirja’ (mengucapkan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun) pada setiap hal meskipun ketika tali sandalnya putus karena hal itu termasuk musibah. (Hadits hasan, lihat Shahih Al-Kalimut Thayyib No. 140)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.Apakah anda hari ini mengucapkan do’a: Allahumma Innii A’uudzubika an Usyrikabika wa Anaa A’lam wa Astaghfiruka Limaa laa A’lam – Ya allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahui dan aku memohon ampunan-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui. (Shahih Al-Jami’ No. 3625). Barang siapa yang mengucapkannya maka Allah akan menjauhkan darinya dari syirik besar dan syirik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.Apakah anda selalu berbuat baik kepada tetangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.Apakah anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad dan dengki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.Apakah anda telah membersihkan lisan anda dari perkataan dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata yang tidak ada manfaatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.Apakah anda selalu takut kepada Allah dalam hal penghasilan, makanan, minuman dan pakaian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.Apakah anda selalu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan?&lt;br /&gt;Akhi muslim, jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan nyata, agar engkau mendapat ridla Allah dan menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan di akherat, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;-Zaadul Muslim Al-Yaumi , Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Al-Qabru ‘Adzaabuhu wa Na’iimuhu, Syaikh Husain Al-‘Awaisyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kontributor : Abu Abdurrahman Umar Munawwir] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5580038080249869351?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5580038080249869351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/muhasabah-harian-setiap-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5580038080249869351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5580038080249869351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/muhasabah-harian-setiap-muslim.html' title='Muhasabah harian setiap muslim'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwCj_LnObFI/AAAAAAAAAa8/5aN8HC7CNE0/s72-c/muhasabah+diri+pada+ilahi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-7712634947585313286</id><published>2009-11-12T22:23:00.002+07:00</published><updated>2009-11-12T22:28:15.903+07:00</updated><title type='text'>Teori Optik Ibnu Haitham</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvwpiSNXL-I/AAAAAAAAAas/jzlIoGkqF8M/s1600-h/islam_and_tecno.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvwpiSNXL-I/AAAAAAAAAas/jzlIoGkqF8M/s200/islam_and_tecno.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403239321917927394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melalui Kitab Al Manadhir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, teori Al Haytham ini dikutip banyak ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia — yang menjadi dasar teori optik modern — adalah ilmuwan Muslim asal Irak. Namanya Ibnu Al-Haitam atau di Barat dikenal dengan nama Alhazen. Lewat karya ilmiahnya, Kitab Al Manadhir atau Kitab Optik, ia menjelaskan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk sistem penglihatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Al Madahir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Di tahun 1572, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab tiga volume pertama buku ini mengupas ide-ide dia tentang cahaya. Dalam buku itu, Haytham meyakini bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik di permukaan yang bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membuat percobaan yang sangat teliti tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan menemukan teori tentang pembiasan cahaya. Ia jugalah yang melakukan eksperimen pertama tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang sama, ia menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam, dan juga teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi. Ia juga melakukan percobaan untuk menjelaskan penglihatan binokular dan memberikan penjelasan yang benar tentang peningkatan ukuran matahari dan bulan ketika mendekati horison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haytham mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Ia memberikan penjelasan yang ilmiah tentang bagaimana proses manusia bisa melihat. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya yang keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haytham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, ia menjelaskan bagaimana mata bisa melihat objek. Ia menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karyanya yang paling menomental adalah ketika Haytham bersama muridnya, Kamal ad-Din, untuk pertama kali meneliti dan merekam fenomena kamera obsecura. Inilah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam bukunya Mizan al-Hikmah, ia mendiskusikan kepadatan atmosfer dan membangun korelasi antara hal tersebut dengan faktor ketinggian. Ia juga mempelajari pembiasan atmosfer dan menemukan fakta bahwa senja hanya muncul ketika matahari berada 19 derajat di bawah horison. Dengan dasar itulah, ia mencoba mengukur tinggi atmosfer. Dalam bukunya, ia juga membahas teori daya tarik massa, suatu fakta yang menunjukkan ia menyadari korelasi percepatan dengan gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di bidang fisika, Ibnu Haytham juga memberikan kontribusi penting terhadap ilmu matematika. Dalam ilmu ini, ia mengembangkan analisis geometri dengan membangun hubungan antara aljabar dengan geometri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haytham juga membuat buku tentang kosmologi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Yahudi di abad pertengahan. Karya lainnya adalah buku tentang evolusi, yang hingga kini masih menjadi perhatian ilmuwan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dari sekian banyak karyanya — bukunya diperkirakan berjumlah 200 lebih — hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al Manadhir, tidak diketahui lagi rimbanya. Orang hanya bisa mempelajari terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Haytham (965-1039)&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Abu Ali Muhammad Ibn al-Hasan Ibn al-Haytham&lt;br /&gt;Nama Alias (Barat): Alhazen&lt;br /&gt;Asal: Basra, Irak.&lt;br /&gt;Teori yang dikembangkan: optik, pembiasan cahaya&lt;br /&gt;Karya ilmiah: Kitab al-Manazir (Book of Optics).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Teori Optik&lt;br /&gt;Yang Tercatat: Isaac Newton pada abad ke-17 mengembangkan teori mengenai lensa, sinar, dan bentuk prisma yang menjadi dasar bagi teori modern mengenai optik&lt;br /&gt;Fakta: Pada abad ke-11 Al Haytham telah mengembangkan teori optik. Tak tertututp kemungkinan, teori Newton dipengaruhi olehnya, karena pada Abad pertengahan, teorinya sangat terkenal. Karyanya banyak dikutip ilmuwan Eropa. Selama abad ke-16 sampai 17, Newton dan Galileo mengombinasikan teorinya dengan temuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tercatat: Isaac Newton, pada abad ke-17, dalam teori konvergensi cahaya, menemukan bahwa cahaya putih terdiri dari beragam warna cahaya.&lt;br /&gt;Fakta: Al Haytham (abad XI) dan Kamal Ad Din (abad XIV) pernah mengungkapkan hal yang sama. Newton bukan satu-satunya ilmuwan yang menyatakan teori itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tercatat: Ilmuwan Inggris, Roger Bacon (1292) mengemukakan pertama kali tentang kegunaan lensa kaca untuk membantu pengelihatan. Lensa itu merupakan penyederhanaan bentuk dari hasil kerja Al Haytham. Pada waktu yang bersamaan, kaca mata dibuat dan digunakan di Cina dan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta: Ibn Firnas dari Spanyol sudah membuat kaca mata pada abad ke-9. Dia membuat dan menjualnya ke seluruh Spanyol dua abad sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-7712634947585313286?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/7712634947585313286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/teori-optik-ibnu-haitham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7712634947585313286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7712634947585313286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/teori-optik-ibnu-haitham.html' title='Teori Optik Ibnu Haitham'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvwpiSNXL-I/AAAAAAAAAas/jzlIoGkqF8M/s72-c/islam_and_tecno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-7108845509713939992</id><published>2009-11-12T22:16:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T07:55:28.853+07:00</updated><title type='text'>Di Antara Berjuta Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvwnFDCtWEI/AAAAAAAAAak/IXdml6SF9g8/s1600-h/lovesign.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvwnFDCtWEI/AAAAAAAAAak/IXdml6SF9g8/s200/lovesign.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403236620607248450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan ‘cinta’. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya.&lt;br /&gt;Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah&lt;br /&gt;Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.&lt;br /&gt;Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah”&lt;br /&gt;(QS Al Baqarah : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta’ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab ’semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya’. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS Ali Imran : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah&lt;br /&gt;Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada ‘person’ yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar’i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer “apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah”. Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).&lt;br /&gt;Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bersama Allah&lt;br /&gt;Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:&lt;br /&gt;“Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah “&lt;br /&gt;(QS Al Baqarah : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai “cinta thabi’i” cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entry Filed under: Tarbiyah Hati. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-7108845509713939992?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/7108845509713939992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/di-antara-berjuta-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7108845509713939992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7108845509713939992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/di-antara-berjuta-cinta.html' title='Di Antara Berjuta Cinta'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvwnFDCtWEI/AAAAAAAAAak/IXdml6SF9g8/s72-c/lovesign.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-4595126622611237887</id><published>2009-11-12T22:06:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T07:51:11.246+07:00</updated><title type='text'>Untukmu Wahai Aktifis Dakwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvtNVWxdpbI/AAAAAAAAAaY/FuGsjC14PTA/s1600-h/20070913zorkotjihad.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvtNVWxdpbI/AAAAAAAAAaY/FuGsjC14PTA/s200/20070913zorkotjihad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402997207246677426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal Ikhwah,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum [negeri, peradapan] sebelum kaum itu mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri....(Ar Ra’d: 11)&lt;br /&gt;”....sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri....”(Al Anfaal:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perubahan harus dimulai dari individu? ”karena individu manusia merupakan batu pertama dalam bangunan masyarakat. ”Kata Yusuf Al-Qaradhawi. (Fiqh Proritas, h. 241) adapun proses pembinaan diri ini dapat dilakukan dengan tarbiyah jama’iyah dan tarbiyah dzatiyah. Tarbiyah jama’iyah sebagai konsolidasi visi, fikrah,&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kurikulum dan pemberdayaan semua potensi yang ada. Sedangkan tarbiyah dzatiyah merupakan pengembangan diri secara maksimal untuk dapat memberikan kontribusi dakwah dalam amal jama’i. Keduanya harus berlangsung secara simultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Kami Punuh Dengan Kasih Sayang,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar. Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami,memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputus asaan.&lt;br /&gt;Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta. Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian...kami tak pernah merasa lelah berjalan, tak merasa bosan berkarya, tak jengah mencari hidayah,tak gelisah meski kondisinya sederhana. Yang penting setiap perjalanan hidup bisa memberikan kontribusi dan karya nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal Ikhwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah yang kita pelajari ini merupakan bagian penting dalam perjalanan panjang kita menuju Allah SWT. Bahkan dakwah adalah perjalanan yang sebenarnya perjalanan yang akan sangat panjang dan melelahkan. Perjalanan yang membutuhkan kekuatan fisik, mental dan spiritual. Lalu, kapan berakhir..? maka sering-seringlah melihat matahari di pagi hari. Jika ia ternyata terbit dari barat, maka itulah pertanda berakhirnya perjalanan dakwah ini. Bertanya ” kapan berakhirnya perjalanan dakwah ini?” bukanlah hal yang asasi. Akan tetapi, berkata” beri kami ’petunjuk jalan’ agar kami sampai ke-akhir-nya!” ialah ungkapan kesiapan untuk memikul beban perjalanan. Karena kita harus mengetahui jalan atau cara dakwah yang benar, kemudian memikul tugas dan amanah ini agar para pendukung dakwah berhimpun menjadi satu, bergandeng tangan serta berjalan bersama kearah satu tujuan. Segala kekuatan dan usaha harus disesuaikan dan diatur rapi, sehingga pertolongan Allah menjelma dan bendera Al-Qur’an terus menerus berkibar di angkasa di jagat raya ini. Dan ketika itulah kelompok mikmin bergembira dengan pertolongan Allah.”Dan di hari (kemenangan itu bergimbiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah.”(Ar-Rum:4-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Seri taujih dakwah dan harokah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan:&lt;br /&gt;1.Fiqh Dakwah, Syaikh Mustafa Mansyur&lt;br /&gt;2.Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, Hasan Al-Bana&lt;br /&gt;3.Quatum Tarbiyah Mencetak Kader Serba Bisa, Solikhin Abu’Izzuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Andi Widodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-4595126622611237887?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/4595126622611237887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/untukmu-wahai-aktifis-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4595126622611237887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4595126622611237887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/untukmu-wahai-aktifis-dakwah.html' title='Untukmu Wahai Aktifis Dakwah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvtNVWxdpbI/AAAAAAAAAaY/FuGsjC14PTA/s72-c/20070913zorkotjihad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1091999075453153186</id><published>2009-11-12T17:45:00.003+07:00</published><updated>2011-06-29T11:30:27.155+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div id="cl_option"&gt; Loading... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="cl_content_list"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var jumlah_kata_dalam_ringkasan = 200;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://copycat91.googlecode.com/svn/trunk/contentlist.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=json-in-script&amp;callback=onLoadFeed&amp;max-results=500"&gt; &lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align:right; font-size:80%"&gt;&lt;br /&gt;Re-published by: &lt;a href="nasyid-intertainment.blogspot.com"&gt; Indahnya Dakwah &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1091999075453153186?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1091999075453153186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/loading.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1091999075453153186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1091999075453153186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/loading.html' title=''/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-2885498188670618481</id><published>2009-11-12T07:38:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T09:52:33.819+07:00</updated><title type='text'>Hadits Arba'in 1 : IKHLAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwCg3dVzCZI/AAAAAAAAAa0/viT3nUnlYuc/s1600/ikhlas25.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwCg3dVzCZI/AAAAAAAAAa0/viT3nUnlYuc/s200/ikhlas25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404496427473897874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HADITS PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Hadits / ترجمة الحديث :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Muslim INFO Project | http://www.mediamuslim.info | Indonesia @ 1428 H / 2007 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-2885498188670618481?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/2885498188670618481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/hadits-arbain-1-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/2885498188670618481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/2885498188670618481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/hadits-arbain-1-ikhlas.html' title='Hadits Arba&apos;in 1 : IKHLAS'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SwCg3dVzCZI/AAAAAAAAAa0/viT3nUnlYuc/s72-c/ikhlas25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1750635635513206303</id><published>2009-11-10T07:14:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T07:50:51.826+07:00</updated><title type='text'>Agar Tetap Tegar di Jalan Dakwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvixULV0LMI/AAAAAAAAAaI/gpk_antXmIo/s1600-h/dakwah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvixULV0LMI/AAAAAAAAAaI/gpk_antXmIo/s200/dakwah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402262713230699714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah suatu kemestian yang dibebankan kepada setiap muslim yang mukallaf. Jalan yang harus ditempuh oleh setiap mukmin, agar bisa meraih kemenangan. Manusia yang telah mengikhlaskan dirinya untuk berdakwah, disebut da’i. Mereka telah menjual dirinya secara ikhlas dan wewakafkan harta mereka di jalan Alloh.&lt;br /&gt;Banyak kendala yang akan dihadapi oleh seorang da’i. Ujian-ujian hidup seperti siksaan fisik, rayuan, cemoohan, tekanan keluarga, dam kemiskinan yang jika tidak disikapi secara bijaksana, akan dapat memberangus komitmen seorang da’i. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang dan bekal yang cukup yang harus dimiliki oleh seorang da’i:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapan ruhiyah. Aqidah menjadi pondasi utama kehidupan seorang mukmin. Generasi awal yang dididik oleh rosululloh secara langsung memiliki kekuatan ruhiyah luar biasa yang Diawali dari penanaman aqidah yang kuat di dalam hati. Kekuatan ruhiyah merupakan rahasia kekuatan bagi orang mukmin&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu telah dibuktikan oleh sosok bilal bin rabbah ra. Ketika ia telah menyatakan dirinya masuk islam, siksaan fisik seberat apapun tidak akan menggoyahkan keimanannya dan Justru itu akan semakin menambah keimanannya kepada alloh. Seorang da’i bukan hanya berkewajiban menyeru orang lain untuk kembali kepada jalan alloh, tetapi ia juga harus senantiasa belajar, dengan mendapatkan proses tarbiyah islam. Aktifitas yang banyak, namun tidak diimbangi dengan ruhiyah yang matang, hanya akan mendapatkan lelah, bosan, dan jenuh. Alloh mencela sikap orang-orang yang hanya pandai menyeru namun melalaikan kewajiban dirinya. “mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan sedangkan kamu melupakan diri (kewajibanmu) sendiri, padahal kamu membaca alkitab, apakah kamu tidak berfikir?”(albaqarah 2:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persiapan karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang da’i harus memiliki karakter yang kuat dan jelas. Karena setiap langkah, tutur kata, perilaku, dan kehidupannya senantiasa diperhatikan umat. Persiapan karakter dilakukan dengan proses tarbiyah secara kontinyu. Ia juga harus memiliki pemahaman islam yang shohih(benar) dan syamil(menyeluruh), agar tidak menyesatkan umat, dan juga dapat menyampaikan secara tepat kepada umat. Pemahaman yang benar dan menyeluruh akan tampak dari akhlakmya yang menawan. Karena akhlak adalah cerminan kepribadian seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. persiapan tsaqofah (intelektualitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap da’i memiliki tugas untuk melakukan tabligh, maka dibutuhkan kecerdasan dan pemahaman ilmu-ilmu baik qouliyah maupun kauniyah. Pengetahuan islam yang baik, menjadi pondasi kehidupan seorang mukmin. Begitu pula dengan ilmu-ilmu pengetahuan modern. Seorang da’i dituntut untuk dapat menguasainya. Karena ia harus berpengetahuan luas, dan tanggap terhadap situasi di sekelililingnya. Banyak kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperlancar kerja dakwah. Sarana-sarana elektronik seperti internet, televisi, radio, dan media cetak, alangkah baiknya jika dapat digunakan untuk berdakwah. Dengan menguasai berbagai bidang ilmu, seorang da’i akan muncul sebagai da’i berkualitas tinggi yang tampil prima di tengah umatnya.&lt;br /&gt;4. Persiapan jasadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap da’i hendaknya melakukan penjagaan kesehatan secara teratur dengan melakukan riyadhoh, mengkonsumsi makanan yang halal dan baik. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Alloh lebih mencintai muslim yang kuat dari pada muslm yang lemah. Rosululloh adalah seorang yang bertubuh kuat. Para sahabat sering berlindung di balik beliau karena yakin akan kekuatan fisik beliau. Bahkan para sahabat pernah meminta bantuan untuk memecahkan batu-batu keras yang tidak mempan oleh pukulan kapak.&lt;br /&gt;5. Persiapan maliyah (harta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi bukanlah segala-galanya dalam dakwah. Namun, ia diperlukan bagi kelangsungan dakwah. Tidak bisa dipungkiri, dalam berdakwah tentu membutuhkan sarana transportasi, alat komunikasi, dan sarana untuk mengakses berita seperti majalah, koran, internet, dsb. Bagi aktivis yang belum memiliki penghasilan dan masih bargantung kepada orang lain, misalnya orang tua, tentu ini sangat berat. Ketergantungan tersebut sedikit deni sedikit harus dikurangi. Karena ia tidak akan memiliki izzah (kemuliaan) jika ia akan selalu didikte olah orang yang memberikan dana. Jika sudah terbiasa bergantung kepada oranglain, ketika dana tersebut tiba-tiba dihentikan secara sepihak, ia akan kelabakan. Kenyataan hidup akan terasa begitu berat baginya. Perlahan-lahan idealismenya menjadi luntur dan selangkah demi selangkah mulai meninggalkan medan dakwah. NPU&lt;br /&gt;Sumber: yang tegar di jalan dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by kaderisasi kammi bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1750635635513206303?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1750635635513206303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/agar-tetap-tegar-di-jalan-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1750635635513206303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1750635635513206303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/11/agar-tetap-tegar-di-jalan-dakwah.html' title='Agar Tetap Tegar di Jalan Dakwah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvixULV0LMI/AAAAAAAAAaI/gpk_antXmIo/s72-c/dakwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-913773148870502137</id><published>2009-11-09T16:52:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T07:50:28.043+07:00</updated><title type='text'>Bersatulah, Jangan Seperti Orang-Orang yang Bercerai-Berai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/St2I5L6x4aI/AAAAAAAAAZY/dMYoNOwRVO8/s1600-h/unity(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/St2I5L6x4aI/AAAAAAAAAZY/dMYoNOwRVO8/s200/unity(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394618444692971938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Segala Puji hanya bagi Allah Rabb Semesta Alam. Shalawat dan Salam untuk Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling agungnya nikmat dalam kebersamaan adalah bahwa adanya penyatuan hati dan ikatan hati di antara kita. Dan paling buruknya nikmat dalam suatu hidup kebersamaan adalah perpecahan dan bercerai-berai. Di sana banyak hadits dalam ilmu psikologis dan ilmu jiwa apa saja yang menyebabkan timbulnya perpecahan. Dan mereka telah meletakkan berbagai macam pemecahan untuk itu. Dan ketika kita melihat Al-Qur’an kita menemukan ini dalam suatu ayat. Itulah keadaan Al-Qur’an sebagai suatu mukjizat, ia mendatangkan dari berita yang besar dalam suatu kalimat efektif.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menyebutkan dari umat terdahulu yang telah mendahului kita. Mereka adalah kaum Nasrani, mereka mengikuti nabi Isa AS, lalu terjadi masalah besar dalam agama mereka. Itulah yang menyebabkan perpecahan dalam diri mereka. Dan ayat menggambarkan kondisi manusia. Hal ini berulang-ulang, dan menyebabkan pengulangan dalam setiap kejadian, di setiap zaman dan tempat, di setiap pertemuan, dan di setiap kebersamaan, terutama dalam setiap perkumpulan karena Allah SWT. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara orang-orang yang mengatakan: “Kami ini orang-orang Nasrani”, Kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat.” (QS. Al Maidah: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pondasi utama dalam setiap kita berkumpul dan bersama. Kenapa Allah SWT menyebutkan ini dalam ayat ini? Agar tidak terjadi hal yang sama. Dan Allah menyebutkan kapan terjadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kitab dikatakan bahwa di antara orang Nasrani, Allah SWT telah mengambil perjanjian di antara mereka. Mengambil perjanjian di sini maksudnya adalah orang itu mengenal atau mempunyai ilmu terhadap ajaran Allah SWT. Dan dia telah mengetahui tentang kewajiban terhadap Allah SWT serta mengetahui kewajiban dakwah. Dia telah mengetahui tentang sunnah dan kewajiban untuk mengikutinya. Setiap apa yang kau ketahui itu sudah merupakan perjanjian terhadap Allah SWT. Dan di hari kiamat setiap orang akan ditanya tentang apa yang diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya (neraka), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu?” (QS. Al-Mulk: 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… Kami tidak akan menyiksa sebelum kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah” (QS. Muhammad: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapa yang tidak ikut terhadap Rasul padahal telah jelas kepadanya petunjuk? Barang siapa yang telah jelas kepadanya petunjuk tapi ia tidak komitmen kepada petunjuk tersebut, maka Allah akan menagih perjanjian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang terjadi? Terjadi bahwa sebagian jiwa manusia: LUPA. Melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Lupa mengandung dua makna dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna pertama adalah tidak adanya ilmu. Seperti dalam surat Al-Kahfi bahwa sesungguhnya syaitan telah membuatnya lupa (QS. 18: 63). Inilah tidak adanya ilmu. Makna lupa yang kedua adalah meninggalkannya. Inilah yang dimaksud dengan yang di surat Al Maidah ayat 14 di atas. Maka barang siapa yang meninggalkan sesuatu yang telah diketahuinya, itulah lupa. Seperti dalam suatu ayat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula).” (QS. At-Taubah: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meninggalkan ajaran Allah, mereka meninggalkan ketaatan kepada Allah, dan mereka melalaikan perintah Allah. Kaum Bani Israil, mereka melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Dikatakan dalam suatu ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنَسُواْ حَظّاً مِّمَّا ذُكِّرُواْ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan (hazhzhan) yang telah diperingatkan kepada mereka (dzukkiruu bihi)” (QS. Al-Maidah: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hazhzhan”. Apa itu hazhzhan? Hazhzhan artinya adalah sebagian atau bagian kecil. Allah menjelaskan bahwa mereka telah meninggalkan sebagian kecil dari ajaran yang telah diingatkan kepada mereka. Inilah sebab terjadinya persatuan dan di sinilah sebab terjadinya perpecahan. Jadi ketika telah meninggalkan sebagian dari apa yang telah diajarkan kepada mereka, maka di sini sebab timbulnya perpecahan. Terutama dalam masalah-masalah besar yang menyangkut masalah pondasi agama, serta pegangan prinsip agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka …” (QS. Al-Maidah: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya أَغْرَيْنَا ? Apa artinya al-ighra? Al-Ighra artinya mendorong ulang. Artinya bahwa permusuhan menjadi sesuatu yang dia sukai. Maka dia menjadikan perpecahan itu sebagai sesuatu yang dia senangi. Apa sebabnya? Karena mereka melupakan sebagian dari apa yang telah diingatkan dari Allah SWT kepada mereka. Inilah ringkasan dari seluruh persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti kita meninggalkan persoalan lain tapi ini masalah utama. Ketika kita ingin istiqamah dan kita ingin persatuan yang kuat dan kebersamaan yang kuat, maka hendaklah kita melihat makna ayat ini dan kita melakukan apa yang dilakukan oleh para sahabat: setiap diperintahkan mereka melaksanakan, setiap dilarang mereka meninggalkannya. Karena itu mereka bersatu. Maka dikatakan mereka seperti satu hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja orang kafir mengatakan, “Kami telah melihat teman-teman Kisra dan kaisar tapi kami tidak pernah menemukan seperti sahabat Muhammad”. Maka berkata salah seorang panglima di kisaran Qodisiyah bahwa orang-orang Islam telah belajar dari Muhammad. Inilah persatuan yang dibangun di atas pondasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun orang yang pura-pura berbasa-basi, maka Allah SWT akan mengungkap kebasa-basian. Allah SWT tidak memperbaiki orang yang berbuat kerusakan. Dan Allah SWT tidak memberikan janji kepada orang-orang yang berkhianat. Dan sebaliknya, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang shalih. Dan Allah menunjukkan jalan keluar bagi orang-orang beriman. Dan Allah menjauhkan keburukan dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap kamu menemukan dalam hati suatu keinginan untuk bersatu maka berarti Allah telah menginginkan kebaikan darinya. Dan kebalikannya – ini juga merupakan kebenaran – jika ada seseorang yang dalam dirinya ingin perpecahan-perpecahan berarti Allah menginginkan keburukan darinya. Karenanya Allah SWT mengingatkan janganlah engkau berpecah belah seperti orang terdahulu berpecah belah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas (al-bayyinat).” (QS. Ali Imran: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah makna yang sama antara ذُكِّرُواْ بِهِ (dzukkiru bihi) dengan makna الْبَيِّنَاتُ (al-bayyinat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan itu jelas. Kebenaran itu jelas. Pondasi agama jelas. Iman dan seluruh rukun-rukunnya jelas. Tujuan semuanya telah nampak. Semua itu merupakan al-bayyinat. Kepadanya hati orang-orang beriman berkumpul. Dan kepadanya barisan orang-orang shalih berkumpul. Inilah jalannya orang-orang beriman sepanjang sejarah. Kita mohon kepada Allah SWT semoga kita tergolong orang-orang yang bertaqwa. (hdn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-913773148870502137?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/913773148870502137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/bersatulah-jangan-seperti-orang-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/913773148870502137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/913773148870502137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/bersatulah-jangan-seperti-orang-orang.html' title='Bersatulah, Jangan Seperti Orang-Orang yang Bercerai-Berai'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/St2I5L6x4aI/AAAAAAAAAZY/dMYoNOwRVO8/s72-c/unity(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-8692479531975084620</id><published>2009-10-20T16:47:00.000+07:00</published><updated>2009-11-16T07:49:47.923+07:00</updated><title type='text'>Urgensi Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/St2H4p0Q-zI/AAAAAAAAAZQ/ctQLwbAInzk/s1600-h/800px-Learning_Arabic_calligraphy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/St2H4p0Q-zI/AAAAAAAAAZQ/ctQLwbAInzk/s200/800px-Learning_Arabic_calligraphy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394617336027216690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abdul Rahman *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya� (QS. Yusuf : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Cintailah bahasa Arab karena tiga hal, yaitu bahwa aku adalah orang Arab, bahwa al-Quran adalah bahasa Arab, dan bahasa penghuni syurga di dalam syurga adalah bahasa Arab� (HR. at-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Bersemangatlah dalam mempelajari bahasa Arab, karena sesungguhnya bahasa Arab adalah sebagian dari agamamu� (Umar Ibnul Khattab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Berbicaralah dengan menggunakan bahasa Arab karena hal ini merupakan bagian dari syi�ar Islam� (Asy Syahid Imam Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Arab adalah bahasa kesatuan kaum muslimin sedunia, bahasa yang digunakan untuk komunikasi Allah SWT dengan hamba-Nya (Rasulullah SAW) berupa al-Quran. Bahasa yang telah dipilih oleh Allah SWT ini adalah bahasa yang paling kaya dan sempurna di antara bahasa-bahasa yang ada di bumi ini. Suatu bahasa yang tetap akan terjaga asholah-nya (keaslian) sampai hari qiyamat, tak akan terkontaminasi oleh lajunya peradaban dunia. Tidak seperti bahasa lain yang mudah tercemar seiring dengan globalisasi dan majunya peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar bahasa Arab memang sebuah keharusan yang layak dikuasai oleh umat Islam. Sebab sejak awal mula diturunkan ajaran Islam sampai hari ini, bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab. Seseorang tak akan mampu memahami Islam dengan benar tanpa melalui kidah bahasa Arab. Menafsirkan al-Qur�an wajib menggunakan kaidah bahasa Arab, bukan dengan kaidah/tata bahasa-bahasa selainnya. Seorang muslim tak akan mungkin (mustahil) berpisah dari bahasa Arab. Untuk itu kita mempunyai kewajiban untuk terus berusaha medalami dan mensyi�arkannya dalam kehidupan sehari hari. Asy Syahid Hasan Al Banna telah mewasiatkan: �takallamul lughatal �arabiyatal fushkha fainnaha min sya�airil islam� (Berbicaralah dengan menggunakan bahasa Arab karena hal ini merupakan bagian dari syi�ar Islam). Shahabat Umar bin Khattab RA. pernah mengatakan: �ta�allamul lughatal �arabiyah fainnaha min diinikum� (Pelajarilah bahasa Arab karena dia adalah bagian dari dien kalian). Juga hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Al Hafidz Ibnu Asakir dengan sanad dari Malik: �Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Rabb itu satu, bapak itu satu, dan agama itu satu. Bukanlah Arab di kalangan kamu itu sebagai bapak atau ibu. Sesungguhnya, Arab itu adalah lisan (bahasa), maka barangsiapa yang berbicara dengan bahasa Arab, dia adalah orang Arab�.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran sebagai kitab suci abadi yang menghapus semua kitab suci yang pernah ada, diturunkan dalam bahasa Arab. Rasulullah SAW sebagai nabi akhir zaman yang risalahnya berlaku untuk seluruh manusia di muka bumi sampai akhir zaman, juga berbahasa Arab, tanpa pernah diriwayatkan mampu berbahasa selain Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits nabawi diriwayatkan secara berantai hingga sampai kepada kita melewati masa berabad-abad, juga tertulis dalam bahasa Arab. Bahkan semua kitab yang menjelaskan materi Al-Quran, As-Sunnah serta syariah Islamiyah hasil karya para ulama muslim sedunia sepanjang masa, juga kita warisi dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dakwah Islam memasuki pusat-pusat peradaban dunia dan membangun kejayaannya nangemilang, bahasa yang digunakan juga bahasa Arab. Kala itu bahasa Arab selain resmi menjadi bahasa pemerintahan, juga menjadi bahasa dunia pendidikan, bahasa ilmu pengetahuan serta bahasa rakyat sehari-hari. Padahal negeri-negeri yang dimasuki Islam itu tadinya bukan negeri Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bandingkan antara jumlah orang awam dan jumlah para ulama, kita akan menemukan perbandingan yang jauh dari proporsional. Dengan kata lain, ulama di masa sekarang ini termasuk `makhluk langka` bahkan nyaris punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan atas jasa mereka selama ini, namun kenyataanya bahwa kebanyakan tokoh agama serta para penceramah yang kita dapati masih minim dari penguasan secara mendetail dalam kisi-kisi ilmu syariah. Tidak sedikit dari mereka yang sama sekali buta bahasa Arab. Dan otomatis rujukan satu-satunya hanya buku terjemahan saja. Bahkan ketika membaca Al-Quran pun tidak paham maknanya. Apalagi membaca hadits-hadits nabawi. Dan jangan ditanya bagaimana mereka bisa merujuk kepada kajian syariah Islam dari para fuqaha sepanjang sejarah, karena nyaris semua literaturnya memang dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita bisa pikirkan sendiri bagaimana kualitas umatnya bila para tokoh agama pun masih dalam taraf yang kurang membahagiakan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka memperbanyak jumlah ulama serta menyebar-luaskan ilmu-ilmu syariah menjadi hal yang mutlak dilakukan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT tentang keharusan adanya sekelompok orang yang berkonsentrasi mendalami ilmu-ilmu syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Taubah: 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, keinginan anda untuk belajar bahasa Arab dan menguasainya adalah sebuah keinginan yang teramat mulia, sehingga perlu didukung penuh. Jangan sampai keinginan itu berhenti hanya karena alasan teknis semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Dimensi Penguasaan Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai bahasa Arab itu minimal harus menguasai empat sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fahmul Masmu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya kita harus mampu memahami apa yang kita dengar. Jadi kalau ada orang Arab membacakan berita di TV atau sedang berdialog, kita mampu mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fahmul Maqru'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya kita harus mampu memahami teks yang kita baca. Sehingga buku, kitab, majalah, koran atau teks apapun yang tertulis dalam bahasa Arab, mampu kita pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ta'bir Syafahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya kita mampu menyampaikan isi pikiran kita dalam bahasa Arab secara lisan, dimana orang Arab mampu memahami apa yang kita ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ta'bir Tahriri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya kita mampu menyampaikan pikiran kita kepada orang Arab dengan bentuk tulisan, dimana orang Arab bisa dengan mudah memahami maksud kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematika Belajar Bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda menentukan pilihan pada lembaga mana anda akan percayakan program belajar bahasa Arab anda, sebaiknya anda juga belajar dari beberapa pengalaman mereka yang pernah melakukannya sebelumnya. Juga tidak ada salahnya kalau anda juga mendengarkan pengalaman mereka, baik telah sukses maupun yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya memang harus diakui bahwa tekad kuat untuk belajar bahasa Arab, terutama buat kalangan muda muslim yang tidak pernah mengecap pendidikan pesantren berbahasa Arab, seringkali kandas di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta pernah berdiri puluhan ma'had dan lembaga kursus yang mengajarkan bahasa Arab. Sayangnya, kebanyakan keberhasilannya berjalan terseok-seok, kalau tidak mau dikatakan gagal total. Umumya kurang berhasil dalam mengantarkan para siswanya untuk menjadi orang yang mahir bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, alasan paling klasik adalah lamanya masa belajar dan rasa bosan yang dengan cepat menghantui para pelajar. Apalagi ditambah dengan padatnya aktiftitas peserta di luar jam kurus, sehingga biasanya lembaga kursus itu menyelenggarakan pengajaran bahasa dengan cara non-intensif. Kursus diselenggarakan seminggu sekali, atau seminggu dua kali. Sekali pertemuan hanya 2 atau 3 jam saja. Dilihat dari sisi keintensifannya saja, sudah terbayang kegagalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu kemudian diperparah kualitas pengajar yang umumnya juga orang Indonesia, di mana secara teori mungkin menguasai dasar-dasar gramatika bahasa Arab, tetapi secara dzauq (taste), kemampuan mereka amat terbatas. Banyak sekali para pengajar yang mampu berbicara dalam bahasa Arab, namun dengan ta'bir (cara pengungkapan) yang bukan digunakan oleh orang Arab. Sehingga orang Arab sendiri pun kalau mendengarnya agak berkerut-kerut dahinya sampai 10 lipatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kurikulum pengajaran pun seringkali malah menjadi faktor penghalang besar. Yaitu ketika para peserta dijejali dengan berbagai macam aturan, rumus, kaidah dan tetek bengeknya, tapi kurang praktek langsung. Bisa jadi secara teori mereka sangat paham, tapi giliran harus menggunakan bahasa itu baik secara lisan, tulisan atau pendengaran, semua jadi berantakan alias gagal total. Kasusnya mirip dengan orang yang belajar berenang secara teoritis, menguasai aturan gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya katak dan lainnya. Tapi giliran masuk kolam, tenggelam dan tidak timbul-timbul lagi. Sungguh menyedihkan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa adalah Aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat belajar suatu bahasa yang paling baik bukan di dalam sebuah lembaga kursus, juga bukan di dalam sebuah kelas. Tempat belajar yang paling baik adalah di tempat dimana semua orang berbicara dan berkomunikasi dengan bahasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda ingin pandai bahasa Jawa, sebaiknya anda tinggal selama beberapa tahun di Jogjakarta atau di Solo. Terutama di pedesaan dimana masyarakat dengan setia menggunakan bahasa Jawa. Di sana anda bukan hanya belajar kosa kata jawa, tetapi juga mendengar, melihat, memperhatikan, menirukan, serta beradaptasi secara langsung dengan cara komunikasi orang jawa. Sebab bahasa itu bukan sekedar kosa kata, tetapi termasuk juga tutur bahasa, cara mengungkapkan, cara melafalkan, bahkan termasuk bahasa tubuh, mimik dan intonasi. Dan semua bermula dari mendengar setiap saat ucapan. Pagi, siang, sore dan malam hari yang anda dengar hanya percakapan orang-orang dalam bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara belajar bahasa yang paling alami, paling mudah dan paling berhasil. Cara ini telah melahirkan jutaan anak-anak berusia 1 tahun hingga 5 tahun yang mahir berbahasa Jawa. Jangan kaget, kalau di Jogja dan Solo, rata-rata anak kecil mahir berbahasa Jawa (?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan kaget juga kalau di Mesir dan negeri Timur Tengah lainnya, anak-anak mahir berbahasa Arab. Kalau anak kecil saja mahir berbahasa Arab, mengapa anda yang sudah dewasa tidak bias bahasa Arab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah bahwa belajar bahasa itu membutuhkan sebuah komunitas orang-orang yang berkomunikasi dengan bahasa itu. Dimana kita ada di dalamnya dan ikut berinteraksi secara aktif. Demikianlah kaum muslimin sedunia telah disatukan dan dipersaudarakan dengan satu bahasa, bahasa Arab. Kita akan jaya dengan bahasa Arab. (ars16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-8692479531975084620?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/8692479531975084620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/urgensi-bahasa-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/8692479531975084620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/8692479531975084620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/urgensi-bahasa-arab.html' title='Urgensi Bahasa Arab'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/St2H4p0Q-zI/AAAAAAAAAZQ/ctQLwbAInzk/s72-c/800px-Learning_Arabic_calligraphy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-4363023302988544177</id><published>2009-10-14T07:26:00.002+07:00</published><updated>2009-10-14T07:29:55.465+07:00</updated><title type='text'>Kami Adalah Da'i</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/StUbdur0AYI/AAAAAAAAAZI/Ji8Umz07xd8/s1600-h/mentoring.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/StUbdur0AYI/AAAAAAAAAZI/Ji8Umz07xd8/s200/mentoring.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392246326407987586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Nahnu Du’aatun Qabla Kulli Syai’in. “Kami adalah dai sebelum jadi apapun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu gambaran pribadi yang unik dengan penataan resiko terencana untuk meraih masa depan bersama Allah dan Rasul-Nya. Inilah kafilah panjang, pembawa risalah kebenaran yang tak putus sampai ke suatu terminal akhir kebahagiaan surga penuh ridha Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim adalah dai. Kalau bukan dai kepada Allah, berarti ia adalah dai kepada selain Allah, tidak ada pilihan ketiganya. sebab dalam hidup ini, kalau bukan Islam berarti hawa nafsu. Dan hidup di dunia adalah jenak-jenak dari bendul waktu yang tersedia untuk memilih secara merdeka, kemudian untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Rabbul insan kelak. Bagi muslim, dakwah merupakan darah bagi tubuhnya, ia tidak bisa hidup tanpanya. Aduhai, betapa agungnya agama Islam jika diemban oleh rijal (orang mulia).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dakwah merupakan aktivitas yang begitu dekat dengan aktivitas kaum muslimin. Begitu dekatnya sehingga hampir seluruh lapisan terlibat di dalamnya.Sayang keterlibatan tersebut tidak dibekali ”Fiqh Dakwah” sehingga kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada kebaikan yang diperbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini menjadi jelas akan pentingnya kebutuhan terhadap fiqh dakwah, sebagaimana digambarkan para ulama, bahwa ”kebutuhan manusia akan ilmu lebih sangat daripada kebutuhan terhadap makan dan minum”. Sehinga penting bagi kaum muslimin yang telah dan hendak terjun dalam kancah dakwah untuk membekali diri dengan pemahaman yang utuh terhadap Islam dan dakwah Islam. Karena orang yang piawai dalam menyampaikan namun tidak memiliki pemahaman yang benar terhadap Islam ”sama bahayanya” dengan orang yang memiliki pemahaman yang benar akan tetapi bodoh di dalam menyampaikan, mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; ia akan menyesatkan kaum muslimin dengan kepiawaiannya (logika kosongnya). Kedua; Hal itu akan menjadi ”dalil” bagi orang-orang kafir dalam kekafirannya (keungulan bungkusannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah fiqh dakwah merupakan sarana untuk menjembatani lahirnya pemahaman yang shahih terhadap Islam didukung kemampuan yang baik di dalam menyampaikan. Sehingga dengan aktivitas dakwah ini ummat dapat menyaksikan ”Islam” dalam diri, keluarga dan aktivitas para dai yang melakukan perbaikan ummat secara integral, mengeluarkan manusia dari pekat jahiliyah menuju cahaya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang yang berjalan diatas rel kafilah dakwah menuju cahaya dan kebahagiaan dunia dan akherat, dapat melihat prinsip-prinsip dakwah dan kaidah- kaidahnya, agar menjadi hujjah atau pegangan bagi manusia dan menjadi alasan di hadapan Allah, Ustadz Jum’ah Amin Abdul Aziz memaparkan tentang hal ini, yaitu; ”Fiqh Da’wah: Prinsip dan kaidah dasar Dakwah”, yang diambil dari usul fiqh sebagai bekal para dai tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qudwah (teladan) sebelum dakwah&lt;br /&gt;2. Menjalin keakraban sebelum pengajaran&lt;br /&gt;3. Mengenalkan Islam sebelum memberi tugas&lt;br /&gt;4. Bertahap dalam pembebanan tugas&lt;br /&gt;5. Mempermudah, bukan mempersulit&lt;br /&gt;6. Menyampaikan yang ushul (dasar) sebelum yang furu’ (cabang)&lt;br /&gt;7. Memberi kabar gembira sebelum ancaman&lt;br /&gt;8. Memahaman, bukan mendikte&lt;br /&gt;9. Mendidik bukan menelanjangi&lt;br /&gt;10. Menjadi murid seorang imam, bukan muridnya buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan, kiranya Allah swt senantiasa mencurahkan taufiq dan petunjuk-Nya kepada para dai yang ikhlas menyeru manusia ke jalan Allah, memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat serta tempat kerja, sehingga Allah terlibat dalam urusan dan kebijakan-kebijakan yang akan ditetapkan untuk orang banyak, demi tegaknya tatanan Islam yang indah dalam kehidupan dengan bimbingan Alah dan sesuai panduan manhaj (aturan) dakwah Rasulullah saw. Wallahu ‘alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-4363023302988544177?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/4363023302988544177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/kami-adalah-dai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4363023302988544177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4363023302988544177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/kami-adalah-dai.html' title='Kami Adalah Da&apos;i'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/StUbdur0AYI/AAAAAAAAAZI/Ji8Umz07xd8/s72-c/mentoring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-3370349288896556349</id><published>2009-10-02T18:27:00.002+07:00</published><updated>2009-10-02T18:34:37.581+07:00</updated><title type='text'>Musibah dan Taubat Berjama’ah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SsXkBjicScI/AAAAAAAAAZA/w3KC7_oRthY/s1600-h/berdoa_web.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SsXkBjicScI/AAAAAAAAAZA/w3KC7_oRthY/s200/berdoa_web.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387963244589369794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Gempa 7,6 SR. menggunjang Sumatera Barat, pada Rabu 30 September 2009 sore hari. Sampai tulisan ini diturunkan lebih dari 200 jiwa meninggal dunia. Belum selesai rasa belasungkawa bangsa Indonesia dengan kejadian itu, gempa kembali menggunjang Jambi dan Bengkulu dengan kekuatan yang hampir sama, 7,0 SR. Semua warga yang mengalami musibah tersebut histeris, bingung, bahkan pingsan tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian serupa juga belum lama lewat dari perasaan dan ingatan kita, gempa dengan kekuatan 7,5 SR. mengguncang Jawa Barat. Dari semua kejadian itu, kerugian materiil tidak terhitung jumlahnya, sangat besar sekali. Pemerintah pun akhirnya mengeluarkan anggaran untuk bencana dari APBN yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika musibah itu menjauh dari kita, tentu anggaran bencana itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lain, hajat primer masyarakat yang masih sulit ekonominya, untuk membayar hutang dan tentu untuk membangun kembali Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana musibah itu bisa menjauh dari kita? Atau, agar kita menjadi negeri yang aman, damai dan terhindar dari bencana, apa yang perlu kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jenis musibah yang terjadi adalah akibat kesombongan, kesalahan, dosa, dan kemaksiatan yang dilakukan manusia, bahkan karena perilaku manusia yang tidak menghiraukan aturan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash menceritakan ketika turun surat Al-Zilzal (gempa), Abu Bakar sedang duduk terpaku kemudian menangis. Rasulullah saw. bertanya: “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Abu Bakar? Ia menjawab: “Surat ini membuatku menangis” maka Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya kalian tidak melakukan kesalahan dan tidak berdosa, dan Allah mengampuni kesalahan kalian, pasti Allah akan menciptakan umat lain yang bersalah dan berdosa, mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” Ibnu Jarir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Hati-hati perilaku meremehkan dosa dan kesalahan, karena ketika dosa dan kesalahan berhimpun pada diri seseorang, dosa dan kesalahan itu akan menghancurkannya.” Imam Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun kita, apakah politisi, penyelenggara negara, wakil rakyat “yang hari ini, 1 Oktober 2009 akan dilantik”, pegiat media massa, artis, public figur, ulama, atau siapapun kita, hendaknya merenung dengan penuh kerendahan diri, bahwa ada “Kekuatan” yang Maha Dahsyat yang bisa berkehendak untuk menjadikan bumi, laut, gunung dan makhluk lain-Nya menunjukkan “ketidak senangannya terhadap manusia”, hanya dengan berfirman: “Kun Fayakun.  Gempa, maka terjadilah gempa yang dahsyat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kesombongan, kesalahan, dosa, kemaksiatan yang dilakukan manusia, bahkan perilaku manusia yang tidak menghiraukan aturan Tuhan, menghalalkan segala cara menjadi penyebab terjadinya suatu bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian hebat itu menjadi pengingat dan nasehat secara langsung bagi siapa saja yang masih punya hati nurani dan iman di dada. Ada Dzat yang Maha Kuasa yang memberi peringatan kepada setiap manusia yang boleh jadi kembali pada “habitatnya” setelah satu bulan Ramadhan mendekat pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dan kembali kepada Allah swt. harus segera dilakukan oleh seluruh komponen anak bangsa ini, agar alam sekitar bersababat, bahkan memberikan manfaat dan kesejahterahan bagi umat manusia. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-3370349288896556349?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/3370349288896556349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/musibah-dan-taubat-berjamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3370349288896556349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3370349288896556349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/10/musibah-dan-taubat-berjamaah.html' title='Musibah dan Taubat Berjama’ah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SsXkBjicScI/AAAAAAAAAZA/w3KC7_oRthY/s72-c/berdoa_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-2246620941888038200</id><published>2009-09-14T14:06:00.002+07:00</published><updated>2009-09-14T14:11:14.449+07:00</updated><title type='text'>Ketika Aktivis Dakwah Bercinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sq3sh6dghnI/AAAAAAAAAYw/9SgzBx_LEIY/s1600-h/sekretgl7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sq3sh6dghnI/AAAAAAAAAYw/9SgzBx_LEIY/s200/sekretgl7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381217197150471794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta aktivis dakwah adalah cinta seorang hamba dengan spectrum yang luas. Ia melihat kehidupan dengan cinta. Setiap hari, ketika Allah berikan kesadaran dan memasukkannya ke dalam perputaran kehidupan, ia menjalaninya dengan cinta. Apa yang membuat seorang menjadi resah dengan penyimpangan kehidupan. Apa yang menghalangi seorang dari tidur dan istirahat untuk mengurus urusan umat yang kompleks ini. Apa yang membuat seorang rela membelanjakan hartanya, meskipun ia sendiri tidak berharta lebih, untuk meringankan beban saudaranya. Semua itu adalah spectrum cinta aktivis dakwah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cinta aktivis dakwah adalah cinta yang lahir dari kerja keras menjaga rasa sayang Allah swt kepadanya. Ia membingkai kehidupannya dengan frame cinta yang hakiki. Masalah terbesarnya adalah jika Allah murka dengan semua rasa dan amalnya. Kebahagiaan terbesarnya adalah ketika Allah merahmati perasaan dan amalnya. Di dalam frame itulah ia menjalankan pentas kehidupannya. Maka ketika ia jatuh cinta, cinta itu membawanya kepada ketaatan. Cinta itu menghantarkannya kepada amalan-amalan yang membuat Allah semakin cinta kepadanya. Ketika ia jatuh cinta, cinta itu membentenginya dari perbuatan ingkar dan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta aktivis dakwah menghantarkannya kepada kehidupan yang berkah dan penuh rahmat. Ia mengijinkan perasaannya tumbuh dan berbunga hanya dalam bingkai ketaatan. Ketika cinta lawan jenis hadir dalam dirinya, maka itu pun tidak lepas dari komitmen menjaga hak-hak Allah di dalam cinta tersebut. Ia mempersembahkan cinta itu untuk orang yang memberinya jaminan cinta tersebut adalah berkah dan penuh rahmat. Ia menjalankan cinta tersebut dengan murakobah yang ketat. Ia selalu yakin, Allah memberikan pendamping yang baik sesuai kualitas kebaikan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta aktivis dakwah bukanlah cinta dusta. Yang berlindung dengan pernyataan, Allah tahu niat saya baik, tapi kemudian melakukan penyimpangan amal. Bukan cinta yang bisu dari pernyataan taushiah dan tuli dari bisikan kebaikan. Bukan cinta yang melenakan dan menjerumuskan kepada kehidupan yang meresahkan. Bukan cinta yang diobral dengan hiasan kemaksiatan dan sekedar mengejar sebuah tuntutan social. Cinta aktivis dakwah bukan cinta dalam 30 hari mencari cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta aktivis dakwah adalah cinta yang terang seterang matahari. Ia penuh dengan ketulusan dan bukan basa-basi. Ia jelas dengan perangkat yang tidak menyimpang dari statusnya sebagai hamba. Cintanya bukan sekedar kedekatan, melainkan juga tanggung jawab. Bukan sekedar romantika dunia, melainkan sendung mulia penduduk langit. Jelas, terang, dan tidak ada sedikit pun yang disembunyikan. Cinta aktivis dakwah tidak membutuhkan pertanyaan Ada apa dengan Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta aktivis dakwah ada dalam tingkatan ketaatan, Allah Sang Raja, Rasulullah Sang kekasih, Perjuangan yang dirindukan, dan Pasangan hidup yang menyejukkan pandangan, serta anak-anak saleh dan salehah sebagai bunga dan buahnya. Cinta tulus, cinta murni, cinta yang hidup dan menghidupkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Ahmad Fahmi ( cyberdakwa.net )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-2246620941888038200?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/2246620941888038200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/ketika-aktivis-dakwah-bercinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/2246620941888038200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/2246620941888038200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/ketika-aktivis-dakwah-bercinta.html' title='Ketika Aktivis Dakwah Bercinta'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sq3sh6dghnI/AAAAAAAAAYw/9SgzBx_LEIY/s72-c/sekretgl7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-6835174538211420560</id><published>2009-09-10T06:44:00.002+07:00</published><updated>2009-09-10T06:47:24.948+07:00</updated><title type='text'>Syurga dalam Seteguk Air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sqg-f_19QUI/AAAAAAAAAYo/XC1vI6jNjx8/s1600-h/f_air2m_077e6b6.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sqg-f_19QUI/AAAAAAAAAYo/XC1vI6jNjx8/s200/f_air2m_077e6b6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379618474328670530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – â€œTuan-tuan saya akan puaskan keinginan tuan, selama saya bisa menghilangkan haus dan lapar saya dan bisa keluar dari padang pasir ini.â€  Wanita itu menggeretakkanÂ giginya saat meminta sekantong air dari rombongan kafilah yang melewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar mentari berangsur lenyap tersapu malam, kegelapan merangkak naik untuk bertahta, ketika sebagian besar mata sudah harus diistirahatkan, ketika itu sebagian manusia masih harus berjibaku dengan perjuangan terhadap nasib. Maka sebagian manusia berubah wajah. Mereka menanggalkan topeng religiusnya, mereka juga melepaskan semua jubah sosialnya. Dengan wujud asli, entah sebagai setan atau apa. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian menjadi sosok pelacur, maling atau rampok, yang mencoba mengadu keberuntungan di antara kerasnya sejarah yang terus bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak senja mulai menjelang, wanita lacur itu memulai aktivitasnya dengan bersolek di depan cermin. Memoles diri dengan make up dan gincu. Dengan sedikit kemanjaan mungkin, karena ia sempat membayangkan betapa tidak bernilainya hidup yang harus melayani ‘Syahwat’ para hidung belang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di benaknya, ia akan merasa lega kalau bisa secepatnya keluar dari kungkungan nasib buruk yang menderanya. Tak ada pilihan, yang ada hanya bagaimana bisa bertahan hidup dengan cara apapun. Kehidupannya sudah benar-benar tak menentu. Semua laki-laki di kampungnya banyak yang telah meninggalkan rumah dan keluarga mereka, entah pergi ke mana. Pelacuran tumbuh di mana-mana. Setiap orang harus mempertahankan dirinya dari serangan lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman itu banyak terjadi kerusakan karena ulah kaisar Romawi yang zalim. Kelaparan dan kemisikinan merajalela di negeri Palestina. Berbagai cara dilakukan rakyat terutama para kaum miskin untuk melawan kelaparan dan kemiskinan itu. Seorang ibu terpaksa menjual anaknya seperti menjual pisang goreng. Perampokan, pembunuhan, penganiayaan tak kenal peri kemanusiaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan muda itu terlihat terlalu tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Wajahnya kuyu diguyur penderitaan panjang. PadangÂ pasir yang kering dan gersang telah mengubah gaun putih miliknya menjadi jubah berwarna hitam dengan renda ungu tua di tepian jubah. Ia mulai menawarkan diri kepada siapa saja yang mau, meski dengan harga yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu dilaluinya tanpa seorangpun yang menjamah dirinya. Padahal ia terus berusaha melenggak-lenggok menawarkan diri. Namun para lelakiÂ  yang ditemuinya malah menjauhinya. Bila bertemu dengan perempuan tersebut, mereka melengos menjauhinya karena jijik melihatnya. Tidak ada daya tarik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pagi mulai menampakkan diri. Baginya kedatangan siang adalah penderitaan, karena tak berbekal apapun. Ia tidak mempunyai keluarga, kerabat ataupun sanak saudara. Sementara hari itu harus dilaluinya tanpa makanan dan minuman. Namun perempuan itu tidak peduli, karena pengalaman dan penderitaan mengajarinya untuk bisa tabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala ejekan dan caci maki manusia diabaikannya. Ia berjalan dan berjalan, seolah tak ada pemberhentiannya. Ia tak pernah yakin, perjalanannya akan berakhir. Namun sepanjang jalan itu sunyi saja, sementara panas masih terus membakar dirinya. Entah sudah berapa jauh ia berjalan, namun takÂ  seorangpun yang mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjalan dan terus berjalan hingga rasa lelah menyerangnya. Udara panas padang pasir dan debu bercampur dengan peluh yang terus mengalir dari tubuhnya. Ia berjalan tertatih tatih dan akhirnya terseok seok menapaki padang pasir. Ia melihat oase yang membentang di hadapannya. Semangatnya pun terus menyala demi mencapai oase itu. Tak berapa lama tubuhnya sudah bersandar pada sebatang pohon palem. Ia menghirup dalam dalam kesejukan oase itu. Hingga ia tersedak saat mendengar seseorang berteriak padanya. Mengusir dirinya agar tidak mendekat sumber air milik orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang pasir sahara itu memang sangat luas, mencakupÂ sepertiga wilayah bumi ini. Kering dan berpasirÂ  karena rendahnya angka hujan maka suhu pada siangÂ hari begitu menyengat dan bisa membuat otak mendidih, konon karena sakingÂ  panasnya, orang-orang gurun biasa memanggang roti hanya dengan dikubur di pasir dan roti akan matang dan hasilnya tidak kalah nikmat dari yang dibakarÂ  di dalam oven, baunya yang semerbak harum akan terbawa angin kemana-mana dan membelai hidung orang-orang yang kebetulan lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata perjuangannya untuk mendapatkan air belum berakhir. Lalu dia pun melanjutkan perjalanannya sambil menahan haus dan lapar sekaligus memberi semangat pada dirinya. Dadanya terasa sesak dengan nafas yang terengah-engah kelelahan yang amat sangat. Betapa lapar dan hausnya iaâ€¦&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rasa haus dan laparnya tak tertahankan lagi, sayup-sayup ia mendengar suara lonceng unta, ia bertemu dengan serombongan pedagang yang berjalan ke arah lain di padang pasir. Di atas pundak unta rombongan pedagang itu tergantung sekantong air. Ia meminta sedikit air pada rombongan pedagang itu, namun kafilah itu tidak bersedia memberikan airnya. Kafilah-kafilah itu hendak menjual airnya dengan mahal, sebab di padang pasir, air sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu mengumpulkan sisa tenaga sebisanya untuk merayu para kafilah itu. Dia rela menukar dirinya dengan sekantong air itu. Para kafilah kemudian menjadi ragu. Mereka berpikir, harga wanita itu tidak sebanding dengan air miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka juga takut air persediaannya akan terbuang. Wanita itu menggeretakkanÂ giginya, lalu berkata pada kafilah itu, â€œTuan-tuan saya akan puaskan keinginan tuan, selama saya bisa menghilangkan haus dan lapar saya dan bisa keluar dari padang pasir ini.â€&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafilah itu tidak mempedulikannya. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan sambil memacu unta tunggangannya. Kafilah itu menertawakannya sembari berkata : â€œDasar perempuan sial, perjalanan kami masih sangat panjang baru bisa keluar, bagaimana mungkin kami membagi air kepada orang macam kau.â€ Ia tidak peduli dengan ejekan kafilah itu, lalu kembali melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada air, ia merasa tenggorokannya kering, kepalanya pusing mata berkunang-kunang, lemas tidak bertenaga. Namun ia tetap bersikeras terus berjalan,Â  kemudian, ia merasa dirinya hampir tidak sanggup bertahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung jalan nampak bayang-bayang air, seolahÂ ada lautan, sedang banjirkah? Namun saat mendekat ternyata tidak ada air, hanya ilusi. Jalan di depannya masih tetap meninggalkan pemandangan seolah ada genangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di saat itu, kembali ia mendengar lonceng unta, lagi-lagi serombongan kafilah padang pasir berlalu di sisinya. Lalu ia meminta minum pada kafilah ini. Tapi kafilah ini hanya ingin menjual airnya lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œHei, mana ada orang yang akan mempedulikan kau, perempuan pembawa sial, bisa keluar hidup-hidup itu sudah bagus!â€ Kafilah itu berseru sambil tertawa mengejek, namun wanita itu tidak peduli dan terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, dalam keadaan tidak adanya air, ia berusaha dengan susah payah berjalan sampai di ujung padang pasir. Sampailah ia di sebuah desa yang sunyi. Desa itu sedemikian gersangnya hingga sehelai rumputpun tak tumbuh lagi. Perempuan lacur itu memandang ke arah kejauhan. Matanya nanar melihat kepulan debu yang bertebaran di udara. Kepalanya mulai terasa terayun-ayun dibalut kesuraman&lt;br /&gt;wajahnya yang kuyu. Tapi, karena sudah lemas di saat demikian, tidak ada lagi tenaga untuk melangkah. Akhirnya ia terkulai lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat itu, ia melihat sebuah sumur di batas desa yang sepi. Sumur itu ditumbuhi rerumputan dan ilalang kering dan rusak di sana-sini. Wanita itu mencoba mendekat untuk memastikan bahwa yang dilihatnya bukan fatamorgana. Ia menepi di pinggirnya sambil menyandarkan tubuhnya yang sangat letih. Rasa hauslah yang membawanya ke tepi sumur tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat ia menjengukkan kepalanya ke dalam sumur tua itu. Tak tampak apa-apa, hanya sekilas bayangan air memantul dari permukaannya. Mukanya tampak menyemburat senang, namun bagaimana harus mengambil air sepercik dari dalam sumur yang curam? Perempuan itu kembali terduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia melepaskan stagennya yang mengikat perutnya, lalu dibuka sebelah sepatunya. Sepatu itu diikatnya dengan stagen, lalu dijulurkannya ke dalam sumur. Ia mencoba mengais air yang hanya tersisa sedikit itu dengan sepatu kumalnya. Betapa hausnya ia, betapa dahaganya ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang tersisa sedikit dalam sumur itu pun tercabik, lalu ia menarik stagen itu perlahan-lahan agar tidak tumpah. Namun tiba-tiba ia merasakan kain bajunya ditarik-tarik dari belakang. Ketika ia menoleh, dilihatnya seekor anjing dengan lidahnya terjulur ingin meloncat masuk ke dalam sumur itu. Sang pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, sementara tenggorokannya sendiri serasa terbakar karena dahaga yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepercik air kotor sudah ada dalam sepatunya. Kemudian ketika ia akan mereguknya, anjing itu mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih. Pelacur&lt;br /&gt;itupun mengurungkan niatnya untuk mereguk air itu. Dielusnya kepala hewan itu dengan penuh kasih. Si anjing memandangi air yang berada dalam sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, ia menarik napas panjang sambil berkata : â€œAnjing ini hampir mati kehausan.â€&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perempuan itu meregukkan air yang hanya sedikit itu ke dalam mulut sang anjing. Air pun habis masuk ke dalam mulut sang anjing, dan perempuan itu&lt;br /&gt;pun seketika terkulai roboh sambil tangannya masih memegang sepatuâ€¦&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat perempuan itu tergeletak tak bernafas lagi, sang anjing menjilat-jilat wajahnya, seolah menyesal telah mereguk air yang semula akan direguk perempuan itu. Pelacur itu benar-benar telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa luar biasa, bukan sekedar adegan wanita pelacur merelakan seteguk air untuk seekor anjing yang sama-sama kehausan. Tapi wanita itu telah melepaskan keterikatan jiwanya terhadap ikatan-ikatan duniawiyah. Ya, dalam perjalanan hidup ini, jika ada padang pasir yang sama, kita baru bisa keluar hanya dengan melepaskan keterikatan ini. Harta bendaÂ bisa dicari, tapi kesempatan untuk mendapatkan akhir hidup yang baik, itu yang sulit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kadang kala letih didera cambukan ‘nasib’ yang terus bergerak layaknya ombak yang menghempas bebatuan cadas. Hanya saja tak ada pilihan untuk menghentikan perjalanan itu. Roda yang berputar sangat deras, dan manusia takkan mampu menghentikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah r.a. dari Rasulullah saw berabda, “Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, “Anjing ini hampir mati kehausan”. Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-6835174538211420560?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/6835174538211420560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/syurga-dalam-seteguk-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6835174538211420560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6835174538211420560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/syurga-dalam-seteguk-air.html' title='Syurga dalam Seteguk Air'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sqg-f_19QUI/AAAAAAAAAYo/XC1vI6jNjx8/s72-c/f_air2m_077e6b6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5042029410469306314</id><published>2009-09-05T12:36:00.001+07:00</published><updated>2009-09-05T12:39:44.030+07:00</updated><title type='text'>Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqH5keoGjQI/AAAAAAAAAYY/RGVljqVmMZI/s1600-h/hijaab.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqH5keoGjQI/AAAAAAAAAYY/RGVljqVmMZI/s200/hijaab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377853835148954882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adakah kaum muslimin dan muslimah yang tak mengenal sosok Fathimah binti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam? Rasanya tak mungkin! Beliau radiyallahu’anha satu-satunya putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  yang hidup mendampingi  beliau hingga wafatnya beliau ke Rafiqil a’la.1 Fathimah az-Zahra radiyallahu’anha adalah ratu bagi para wanita di surga (Sayyidah nisa ahlil jannah). Pemahaman beliau tentang arti jilbab yang sesungguhnya sangat layak untuk disimak dan direnungi oleh para muslimah yang sangat merindukan surga dan keridhaan RabbNya. Sudah sempurnakah kita menutup aurat kita seperti apa yang difahami Shahabiyah?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la…Shahabiyah yang mulia ini memandang buruk terhadap apa yang di lakukan wanita terhadap pakaian yang mereka kenakan yang masih menampakkan gambaran bentuk tubuhnya. Apa yang beliau tidak sukai itu beliau sampaikan kepada Asma radiayallahu’anha sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ummu Ja’far bahwasanya Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan oleh kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan  tubuhnya.” Asma’ berkata : ‘”Wahai putri Rasulullah maukah kuperlihatkan kepadamu sesuatu yang pernah aku lihat di negeri Habasyah?” Lalu Asma’ membawakan beberapa pelepah daun kurma yang masih basah, kemudian ia bentuk menjadi pakaian lantas dipakai. Fatimah pun berkomentar: “Betapa baiknya dan betapa eloknya baju ini, sehingga wanita dapat dikenali (dibedakan) dari laki-laki dengan pakaian itu. Jika aku nanti sudah mati, maka mandikanlah aku wahai Asma’ bersama Ali (dengan pakaian penutup seperti itu ) dan jangan ada seorangpun yang menengokku!” Tatkala Fatimah meninggal dunia, maka Ali bersama Asma’ yang memandikannya sebagaimana yang dipesankan. ”2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani rahimahullah berkata : Perhatikanlah sikap Fatimah radiyallahu anha yang merupakan  bagian dari tulang rusuk Nabi shalallahu alaihi wassalam bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita meskipun sudah mati, apalagi jika masih hidup, tentunya jauh lebih buruk. Oleh karena itu hendaklah kaum muslimah zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang masih mengenakan pakaian yang sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah yang dirahmati Allah,…benarlah apa yang dikatakan oleh Syaikh Albani rahimahullah. Fitnah yang melanda kaum muslimah begitu deras dan hebat.Jika Fathimah radiyallahu’ anha saja tidak rela jasadnya tergambar bentuk tubuhnya tentulah dapat kita fahami bagaimana beliau mengenakan jilbab di masa hidupnya. Karena beliau sangat memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahaman beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bandingkanlah dengan apa yang dikenakan oleh sebagian kaum muslimah dewasa ini sangat jauh dari apa yang disyariatkan oleh Rabb mereka. Jauh panggang dari api.Mereka menisbahkan pakaian wanita dengan kerudung ala kadarnya yang sekedar menutupi leher-leher mereka tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian islami atau jilbab. Dan ironisnya yang memakainyapun  merasa bahwa apa yang mereka pakai itu sudah benar karena melihat  para artis di TV mengenakan yang demikian itu jadilah pakaian trendy ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan utama mereka. Bahkan tentu terkadang kita melihat saudari kita yang memakai busana muslimah yang justru menambah fitnah karena nampak jelasnya lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang melilit di leher (sehingga jenjang atau tidaknya bentuk leher terlihat sangat jelas) dan hanya sampai di bagian pundak saja tidak sampai ke dada disambung dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk payudara mereka kemudian  celana ketat yang menambah jelas  lekukan tubuh mereka. Ada juga yang memakai abaya (gamis/pakaian terusan) memilih ukuran yang ketat daripada ukuran besar dan lapang dengan alasan agar nampak cantik dan modis! Sebagian adapula yang memakai penutup kepala dengan menyanggul rambut-rambut mereka hingga ketika mereka berjalan dapat dilihat dengan jelas ikatan rambut tersebut, karena sangat kecilnya penutup kepala yang mereka pakai maka merekapun mengikat rambut tersebut agar tidak menyembul keluar. Bukankah apa yang mereka pakai itu semua  justru yang semestinya mereka jauhi karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) onta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk.”4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits lain terdapat tambahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak) sekian dan sekian.”5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lihatlah penjelasan dari Ibnu Abdil Barr rahimahullah ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Yang dimaksud Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.”6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi ‘Aisyah dengan mengenakan khimar(kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu ‘Aisyah pun tak berkenan melihatnya dan berkata : “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dalam surat An Nuur?!” Kemudian ‘Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani menjelaskan perkataan Aisyah radiyallahu anha : Apakah kamu tidak tahu tentang apa yang diturunkan oleh Allah dalam surat An-Nuur? Mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah Subahnahu wa ta’ala yang ditunjukkan oleh Aisyah radiyallahu anha yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka”8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita melihat perbedaan yang sangat jauh antara generasi Shahabiyah dengan kita? Mereka benar-benar menjadikan jilbab sebagai penutup tubuh dan aurat sebagai bentuk ketaatan pada perintahNya sedangkan kita justru sebaliknya menjadikan jilbab sebagai pembuka fitnah kecuali wanita-wanita yang dirahmati Allah. Jilbab yang difahami shahabiyah sebagai pakaian yang lapang (lebar) yang menutupi tubuh dari atas kepala hingga ujung kaki sedangkan kaum muslimah sekarang menganggap jilbab adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut mereka saja sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan yang ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh mereka. Kepada Allahlah kita memohon pertolongan semoga kaum kita mau kembali kepada Rabb mereka dan  berusaha untuk  menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan rasulNya secara sempurna dan menyeluruh. Sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu(Al-Baqarah :208).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bish-shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini telah di cek oleh : Ustadz Muhammad Elvy Syam Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani,Pustaka Tibyan,Solo.&lt;br /&gt;   2. Ringkasan Shahih Muslim, Imam Al-mundziri, Pustaka Amani, Jakarta.&lt;br /&gt;   3. Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, Mahmud al-Istanbuli, Pustaka Tibyan, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Hadits yang di riwayatkan Bukhari V/137 dan Muslim no.2450 yang berbunyi :“Wahai Fatimah relakah engkau menjadi ratu bagi para wanita disurga?….”[Lihat Mengenal Shahabiyah Nabi Shalallahu alaihi wassalam hal :127-128] [↩]&lt;br /&gt;   2. dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab al-Hilyah 2/43, Al Bayhaqi 3/34-35 untuk lebih jelasnya bisa di lihat dalam Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin AlBani, hal 140-141 [↩]&lt;br /&gt;   3. Jilbab Wanita muslimah hal: 140 [↩]&lt;br /&gt;   4. dikeluarkan oleh at-Thabrani dalam “Al-Mu’jam As-Shaghir” hal. 232 dari hadits Ibnu Amru dengan sanad shahih lihat jilbab wanita muslimah hal :130 [↩]&lt;br /&gt;   5. HR.Muslim dari riwayat Abu Hurairah hadits no.1388 [↩]&lt;br /&gt;   6. dikutip oleh As-Suyuthi dalam “Tanwirul Hawalik” 3/103 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal:131 [↩]&lt;br /&gt;   7. Ibnu Sa’ad 8/47 lihat Jilbab Wanita Muslimah hal 131 [↩]&lt;br /&gt;   8. idem hal 131 [↩]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5042029410469306314?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5042029410469306314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/fathimah-radiyallahu-anha-memahami-arti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5042029410469306314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5042029410469306314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/fathimah-radiyallahu-anha-memahami-arti.html' title='Fathimah Radiyallahu ‘anha Memahami Arti Jilbab yang Sesungguhnya'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqH5keoGjQI/AAAAAAAAAYY/RGVljqVmMZI/s72-c/hijaab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-3412802478054170601</id><published>2009-09-04T08:44:00.002+07:00</published><updated>2009-09-04T08:46:42.775+07:00</updated><title type='text'>Delapan Tanda Orang Ikhlas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqBxeAgUmAI/AAAAAAAAAYQ/PHS2wUlDB0Q/s1600-h/ikhlas.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqBxeAgUmAI/AAAAAAAAAYQ/PHS2wUlDB0Q/s200/ikhlas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377422715425953794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua Syarat Amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Amal yang kita lakukan akan diterima Allah jika memenuhi dua rukun. Pertama, amal itu harus didasari oleh keikhlasan dan niat yang murni: hanya mengharap keridhaan Allah swt. Kedua, amal perbuatan yang kita lakukan itu harus sesuai dengan sunnah Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama menyangkut masalah batin. Niat ikhlas artinya saat melakukan amal perbuatan, batin kita harus benar-benar bersih. Rasulullah saw. bersabda, “Innamal a’maalu bin-niyyaat, sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Bukhari dan Muslim). Berdasarkan hadits itu, maka diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan yang kita lakukan oleh Allah swt. sangat bergantung pada niat kita.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan syarat yang kedua, harus sesuai dengan syariat Islam. Syarat ini menyangkut segi lahiriah. Nabi saw. berkata, “Man ‘amala ‘amalan laisa ‘alaihi amrunaa fahuwa raddun, barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak pernah kami diperintahkan, maka perbuatan itu ditolak.” (Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang dua syarat tersebut, Allah swt. menerangkannya di sejumlah ayat dalam Alquran. Di antaranya dua ayat ini. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh….” (Luqman: 22). “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan….” (An-Nisa: 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menyerahkan diri kepada Allah” di dua ayat di atas adalah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karena Allah semata. Sedangkan yang yang dimaksud dengan “mengerjakan kebaikan” di dalam ayat itu ialah mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surat Al-Mulk, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Menurutnya, maksud “yang lebih baik amalnya” adalah amal yang didasari keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang dimaksud dengan amal yang ikhlas dan benar itu?” Fudhail menjawab, “Sesungguhnya amal yang dilandasi keikhlasan tetapi tidak benar, tidak diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidak dilandasi keikhlasan juga tidak diterima oleh Allah swt. Amal perbuatan itu baru bisa diterima Allah jika didasari keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar. Yang dimaksud ‘ikhlas’ adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata karena Allah, dan yang dimaksud ‘benar’ adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.” Setelah itu Fudhail bin Iyad membacakan surat Al-Kahfi ayat 110, “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, niat yang ikhlas saja belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan syariat. Begitu juga dengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan Tanda Keikhlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada delapan tanda-tanda keikhlasan yang bisa kita gunakan untuk mengecek apakah rasa ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita. Kedelapan tanda itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dan sikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ikhlah ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia  merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (Ibnu Majah dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir’aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (At-Taubah: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keikhalasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-3412802478054170601?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/3412802478054170601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/delapan-tanda-orang-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3412802478054170601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3412802478054170601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/09/delapan-tanda-orang-ikhlas.html' title='Delapan Tanda Orang Ikhlas'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SqBxeAgUmAI/AAAAAAAAAYQ/PHS2wUlDB0Q/s72-c/ikhlas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-7663052413213861061</id><published>2009-08-31T08:40:00.002+07:00</published><updated>2009-08-31T08:46:03.956+07:00</updated><title type='text'>Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Yang Cantik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpsrVFy6mSI/AAAAAAAAAYA/n5d82vu8jAg/s1600-h/ikhwan2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpsrVFy6mSI/AAAAAAAAAYA/n5d82vu8jAg/s200/ikhwan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375938221529798946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by Ummu Raihanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan tetap merupakan daya tarik yang memikat setiap lelaki di dunia ini. Wajarlah jika para produsen menggunakan jasa wanita cantik untuk melariskan barang dagangan mereka dan memang tak bisa dipungkiri! Begitupula masalah memilih pasangan hidup tentu setiap lelaki memiliki kriteria tertentu tentang calon istri yang akan di nikahinya. Kalau mau jujur dalam setiap kriteria itu diantara salah satunya adalah menginginkan calon istrinya berwajah cantik atau sedap dipandang mata, tidak membosankan. Salahkah bila seorang ikhwan menghendaki atau menginginkan seorang istri yang cantik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti saudariku,.. jangan bersungut dahulu menyalahkan si ikhwan yang berselera demikian. Karena pernikahan itu sendiri adalah ibadah, terkadang iman akan naik dan turun. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya sangat membutuhkan sebab-sebab yang dapat merekatkan tali pernikahan dimasa mendatang. Bila kecantikan adalah merupakan daya tarik bagi si ikhwan itu yang nantinya akan mengekalkan hubungan percintaan (pernikahan)dan kasih sayangnya kepada wanita yang akan di nikahinya maka islam tidaklah melarangnya. Karena ia adalah fitrah atau naluri yang Allah subhanahu wata’ala ciptakan untuk manusia. Coba kita simak hadits berikut ini, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi”1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian marilah kita simak penjelasan fiqh hadits diatas:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits diatas menjelaskan kepada kita tentang adat atau kebiasaan laki-laki menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara diatas.Yaitu diantara mereka mengutamakan (cenderung) kepada harta, kemulian keturunannya (nasabnya), kecantikannya, dan karena agama si wanita tersebut.Kemudian Nabi kita yang mulia memberikan petunjuk kepada kita agar memilih yang tertinggi dan termulia yang akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu pilihlah yang beragama.Yaitu pilihlah wanita karena keshalihahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal ini tidak berarti bahwa laki-laki tidak boleh memilih wanita yang cantik dan seterusnya. Tidak demikian! Ini adalah sebuah kesalahan di dalam memahami hadits. Akan tetapi maksudnya -Insya Allah- seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada seorang laki-laki memilih wanita yang cantik parasnya. Kemudian dia melihat apakah pilihannya seorang wanita shalihah? Kalau jawabannya adalah: ‘ya’ maka dia boleh melanjutkan pilihannya. Kiaskanlah dengan keistimewaan yang lainnya! Tetapi kalau jawabannya ‘tidak’, maka dia dihadapkan kepada dua pilihan yang salah satunya harus dia tentukan dan tetapkan. Kalaupun dia melanjutkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan kecantikan dari keshalihan.Kalaupun dia membatalkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan keshalihan (agama) dari kecantikan. Atau ketika akan memilih dia menentukan sesuai dengan apa yang dia mau atau sesuai dengan seleranya misalnya: “Saya akan memilih wanita yang cantik, yang tinggi, yang putih, yang begini dan begitu dan seterusnya.” Pilihan yang seperti ini dibolehkan dan agama tidak pernah melarangnya.Karena memang berjalan dengan fitrah manusia. Oleh karena itu Nabi kita shalallahu alaihi wassalam mengatakan: “Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tetap saja penentuan akhirnya ada pada agama si akhwat tersebut, sebagaimana sabda Nabi mengakhiri dan menutup sabdanya: Maka pilihlah yang beragama! Maksudnya janganlah kau kalahkan agamamu dengan segala kecantikan dan harta benda duniawi. Padahal sebaik-baik kesenangan, kemewahan, harta benda dunia adalah wanita shalihah. Kalau pilihanmu jatuh pada wanita shalihah berarti engkau telah memiliki harta benda dan kesenangan dunia yang terbaik. Istimewa kalau wanita shalihah pilihanmu itu seperti yang kau ingini. Hukum ini juga berlaku bagi setiap muslimah yang akan menjatuhkan pilihannya kepada laki-laki muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu penjelasan hadits diatas tentu kita melihat betapa indahnya islam sejalan dengan fitrah manusia. Karena kecenderungan merupakan hak mutlak bagi setiap pasangan yang akan menikah untuk mengekalkan hubungan mereka maka islampun menganjurkan agar mereka melihat (nazhar) hal-hal yang dapat membuat mereka tertarik untuk segera menikah dan salah satunya adalah faktor kecantikan yang dimana terkadang sangat mempengaruhi hati atau hasrat seorang laki-laki untuk segera menikahi wanita yang telah dilihatnya. Wallahu ‘alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;- Al Masail Masalah-masalah Agama jilid 7, Abdul hakim Abdat, Darus Sunnah, Jakarta, 2006.&lt;br /&gt;- Fiqh Wanita, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Kautsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini telah di muraja’ah oleh ustadz Eko Haryanto Lc (Abu Ziyad)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-7663052413213861061?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/7663052413213861061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/salahkah-seorang-ikhwan-memilih-calon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7663052413213861061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7663052413213861061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/salahkah-seorang-ikhwan-memilih-calon.html' title='Salahkah Seorang Ikhwan Memilih Calon Yang Cantik?'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpsrVFy6mSI/AAAAAAAAAYA/n5d82vu8jAg/s72-c/ikhwan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-82486938420337440</id><published>2009-08-27T09:25:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T09:28:12.671+07:00</updated><title type='text'>Agar Kita Turut Merasakan Indahnya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpXvMjDhp3I/AAAAAAAAAXo/bnsvz-Ef4lo/s1600-h/ramadhan2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpXvMjDhp3I/AAAAAAAAAXo/bnsvz-Ef4lo/s200/ramadhan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374464729184053106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tamu agung itu sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, namun ternyata sudah mendahului kita dan sekarang mereka telah berbaring di ‘peristirahatan umum’ ditemani hewan-hewan tanah. Kapankah datang giliran kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua buah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kondisi dua golongan yang saling bertolak belakang kondisi mereka dalam berpuasa dan melewati bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan pertama digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan kedua digambarkan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga.” (HR. Ibnu Majah), al-Hakim dan dia menshahihkannya. Al-Albani berkata: “Hasan Shahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan termasuk golongan manakah kita? Hal itu tergantung dengan usaha kita dan taufik dari Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan momentum agung dari ladang-ladang yang sarat dengan keistimewaan, satu masa yang menjadi media kompetisi bagi para pelaku kebaikan dan orang-orang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, para ulama telah menggariskan beberapa kiat dalam menyongsong musim-musim limpahan kebaikan semacam ini, supaya kita turut merasakan nikmatnya bulan suci ini. Di antara kiat-kiat tersebut (Agar Ramadhan Kita Bermakna Indah, nasihat yang disampaikan oleh Syaikh kami Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaili pada malam Jum’at 27 Sya’ban 1423 H di Masjid Dzun Nurain Madinah. Plus penjelasan-penjelasan lain dari penyusun):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Pertama: Bertawakal kepada Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Dalam menyambut kedatangan musim-musim ibadah, seorang hamba sangat membutuhkan bimbingan, bantuan dan taufik dari Allah ta’ala. Cara meraih itu semua adalah dengan bertawakal kepada-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, salah satu teladan dari ulama salaf -sebagaimana yang dikisahkan Mu’alla bin al-Fadhl- bahwa mereka berdoa kepada Allah dan memohon pada-Nya sejak enam bulan sebelum Ramadhan tiba agar dapat menjumpai bulan mulia ini dan memudahkan mereka untuk beribadah di dalamnya. Sikap ini merupakan salah satu perwujudan tawakal kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah menambahkan, bahwa seseorang yang ingin melakukan suatu amalan, dia berkepentingan dengan beberapa hal yang bersangkutan dengan sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Adapun perkara yang dibutuhkan sebelum beramal adalah menunjukkan sikap tawakal kepada Allah dan semata-mata berharap kepada-Nya agar menolong dan meluruskan amalannya. Ibnul Qayyim memaparkan bahwa para ulama telah bersepakat bahwa salah satu indikasi taufik Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan-Nya kepada hamba-Nya. Sebaliknya, salah satu ciri kenistaan seorang hamba adalah kebergantungannya kepada kemampuan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadirkan rasa tawakal kepada Allah adalah merupakan suatu hal yang paling penting untuk menyongsong musim-musim ibadah semacam ini; untuk menumbuhkan rasa lemah, tidak berdaya dan tidak akan mampu menunaikan ibadah dengan sempurna, melainkan semata dengan taufik dari Allah. Selanjutnya kita juga harus berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan supaya Allah membantu kita dalam beramal di dalamnya. Ini semua merupakan amalan yang paling agung yang dapat mendatangkan taufik Allah dalam menjalani bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita amat perlu untuk senantiasa memohon pertolongan Allah ketika akan beramal karena kita adalah manusia yang disifati oleh Allah ta’ala sebagai makhluk yang lemah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وخلق الإنسان ضعيفا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bertawakal kepada Allah dan memohon kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi taufik-Nya pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Di saat mengerjakan amalan ibadah, poin yang perlu diperhatikan seorang hamba adalah: ikhlas dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dua hal inilah yang merupakan dua syarat diterimanya suatu amalan di sisi Allah. Banyak ayat dan hadits yang menegaskan hal ini. Di antaranya: Firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidaklah diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan itu akan tertolak.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Usai beramal, seorang hamba membutuhkan untuk memperbanyak istigfar atas kurang sempurnanya ia dalam beramal, dan juga butuh untuk memperbanyak hamdalah (pujian) kepada Allah Yang telah memberinya taufik sehingga bisa beramal. Apabila seorang hamba bisa mengombinasikan antara hamdalah dan istigfar, maka dengan izin Allah ta’ala, amalan tersebut akan diterima oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu diperhatikan betul-betul, karena setan senantiasa mengintai manusia sampai detik akhir setelah selesai amal sekalipun! Makhluk ini mulai menghias-hiasi amalannya sambil membisikkan, “Hai fulan, kau telah berbuat begini dan begitu… Kau telah berpuasa Ramadhan… Kau telah shalat malam di bulan suci… Kau telah menunaikan amalan ini dan itu dengan sempurna…” Dan terus menghias-hiasinya terhadap seluruh amalan yang telah dilakukan sehingga tumbuhlah rasa ‘ujub (sombong dan takjub kepada diri sendiri) yang menghantarkannya ke dalam lembah kehinaan. Juga akan berakibat terkikisnya rasa rendah diri dan rasa tunduk kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita tidak terjebak dalam perangkap ‘ujub; pasalnya, orang yang merasa silau dengan dirinya sendiri (bisa begini dan begitu) serta silau dengan amalannya berarti dia telah menunjukkan kenistaan, kehinaan dan kekurangan diri serta amalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati dengan tipu daya setan yang telah bersumpah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فبما أغويتني لأقعدن لهم صراطك المستقيم. ثم لآتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (para manusia) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.” (QS. Al-A’raf: 16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Kedua: Bertaubat Sebelum Ramadhan Tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali dalil yang memerintahkan seorang hamba untuk bertaubat, di antaranya: firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At Tahrim: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diperintahkan untuk senantiasa bertaubat, karena tidak ada seorang pun di antara kita yang terbebas dari dosa-dosa. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كل بنى آدم خطاء وخير الخطائين التوابون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan isnadnya oleh Syaikh Salim Al Hilal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa hanya akan mengasingkan seorang hamba dari taufik Allah, sehingga dia tidak kuasa untuk beramal saleh, ini semua hanya merupakan sebagian kecil dari segudang dampak buruk dosa dan maksiat (lihat Dampak-Dampak dari Maksiat dalam kitab Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ karya Ibnul Qayyim, dan Adz-Dzunub Wa Qubhu Aatsaariha ‘Ala Al-Afrad Wa Asy-Syu’ub karya Muhammad bin Ahmad Sayyid Ahmad hal: 42-48). Apabila ternyata hamba mau bertaubat kepada Allah ta’ala, maka prahara itu akan sirna dan Allah akan menganugerahi taufik kepadanya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat nasuha atau taubat yang sebenar-benarnya hakikatnya adalah: bertaubat kepada Allah dari seluruh jenis dosa. Imam Nawawi menjabarkan: Taubat yang sempurna adalah taubat yang memenuhi empat syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Meninggalkan maksiat.&lt;br /&gt;   2. Menyesali kemaksiatan yang telah ia perbuat.&lt;br /&gt;   3. Bertekad bulat untuk tidak mengulangi maksiat itu selama-lamanya.&lt;br /&gt;   4. Seandainya maksiat itu berkaitan dengan hak orang lain, maka dia harus mengembalikan hak itu kepadanya, atau memohon maaf darinya (Lihat: Riyaadhush Shaalihiin, karya Imam an-Nawawi hal: 37-38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu kesalahan yang harus diwaspadai: sebagian orang terkadang betul-betul ingin bertaubat dan bertekad bulat untuk tidak berbuat maksiat, namun hanya di bulan Ramadhan saja, setelah bulan suci ini berlalu dia kembali berbuat maksiat. Sebagaimana taubatnya para artis yang ramai-ramai berjilbab di bulan Ramadhan, namun setelah itu kembali ‘pamer aurat’ sehabis idul fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan suatu bentuk kejahilan. Seharusnya, tekad bulat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa dan berlepas diri dari maksiat, harus tetap menyala baik di dalam Ramadhan maupun di bulan-bulan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Ketiga: Membentengi Puasa Kita dari Faktor-Faktor yang Mengurangi Keutuhan Pahalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain yang harus mendapatkan porsi perhatian spesial, bagaimana kita berusaha membentengi puasa kita dari faktor-faktor yang mengurangi keutuhan pahalanya. Seperti menggunjing dan berdusta. Dua penyakit ini berkategori bahaya tinggi, dan sedikit sekali orang yang selamat dari ancamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatannya, maka niscaya Allah tidak akan membutuhkan penahanan dirinya dari makanan dan minuman (tidak membutuhkan puasanya).” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah menyampaikan petuahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا صمت فليصم سمعك وبصرك ولسانك عن الكذب والمحارم ودع أذى الجار, وليكن عليك وقار وسكينة يوم صومك, ولا تجعل يوم صومك ويوم فطرك سواء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram dan janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama.” (Lathaa’if al-Ma’arif, karya Ibnu Rajab al-Hambali, hal: 292)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menahan lisannya dari ghibah dan matanya dari memandang hal-hal yang haram ketika berpuasa Ramadhan tanpa mengiringinya dengan amalan-amalan sunnah, lebih baik daripada orang yang berpuasa plus menghidupkan amalan-amalan sunnah, namun dia tidak berhenti dari dua budaya buruk tadi! Inilah realita mayoritas masyarakat; ketaatan yang bercampur dengan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul ‘Aziz pernah ditanya tentang arti takwa, “Takwa adalah menjalankan kewajiban dan meninggalkan perbuatan haram”, jawab beliau. Para ulama menegaskan, “Inilah ketakwaan yang sejati. Adapun mencampur adukkan antara ketaatan dan kemaksiatan, maka ini tidak masuk dalam bingkai takwa, meski dibarengi dengan amalan-amalan sunnah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu para ulama merasa heran terhadap sosok yang menahan diri (berpuasa) dari hal-hal yang mubah, tapi masih tetap gemar terhadap dosa. Ibnu Rajab al-Hambali bertutur, “Kewajiban orang yang berpuasa adalah menahan diri dari hal-hal mubah dan hal-hal yang terlarang. Mengekang diri dari makanan, minuman dan jima’ (hubungan suami istri), ini sebenarnya hanya sekedar menahan diri dari hal-hal mubah yang diperbolehkan. Sementara itu ada hal-hal terlarang yang tidak boleh kita langgar baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya. Di bulan suci ini tentunya larangan tersebut menjadi lebih tegas. Maka sungguh sangat mengherankan kondisi orang yang berpuasa (menahan diri) dari hal-hal yang pada dasarnya diperbolehkan seperti makan dan minum, kemudian dia tidak berpuasa (menahan diri) dan tidak berpaling dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan di sepanjang zaman seperti ghibah, mengadu domba, mencaci, mencela, mengumpat dan lain-lain. Semua ini merontokkan ganjaran puasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-bersambung insya Allah-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-82486938420337440?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/82486938420337440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/agar-kita-turut-merasakan-indahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/82486938420337440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/82486938420337440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/agar-kita-turut-merasakan-indahnya.html' title='Agar Kita Turut Merasakan Indahnya Ramadhan'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SpXvMjDhp3I/AAAAAAAAAXo/bnsvz-Ef4lo/s72-c/ramadhan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5648160555509610054</id><published>2009-08-22T14:35:00.002+07:00</published><updated>2009-08-22T14:38:31.173+07:00</updated><title type='text'>Istri Sholehah mencar Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So-gbuVewhI/AAAAAAAAAXY/eOrRgM5uONI/s1600-h/isteri-solehah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So-gbuVewhI/AAAAAAAAAXY/eOrRgM5uONI/s200/isteri-solehah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372689278631330322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, para suami yang shalih…&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa salah satu tanda istri yang shalihah adalah penuh perhatian dan cinta kepada ilmu. Bila sifat itu belum ada pada istrimu maka doronglah ia kepadanya. Dan jika sudah, maka usahakanlah untuk memberi kelapangan jalan untuk menuju ke sana. Memang, pada ilmu terdapat kenikmatan dan pada kebodohan bersemayam segudang penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha telah memuji wanita Anshor karena cinta mereka kepada ilmu. Ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”sebaik-baik wanita adalah wanita Anshor. Rasa malu tidak menghalangi mereka memperdalam agama.”1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bantulah ia dan berikanlah kesempatan serta fasilitas untuk menambah khazanah ilmunya. Temanilah ia dan tidak ada salahnya engkau menggantikan tugasnya menjaga anak-anak agar istrimu bisa menghadiri majelis-majelis ilmu dan mendengarkan nasehat yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi anjuran ini usahakan agar rumahmu ada perpustakaan, meskipun sederhana. Milikilah sarana pengetahuan yang bervariasi, seperti buku, radio, tape recorder ataupun CD-CD yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, semakin bertambah ketaqwaan dan keshalihan istrimu, maka engkaulah orang pertama yang akan menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan, ada suami yang sepertinya merasa takut apabila istrinya lebih berilmu daripadanya. Ada juga suami yang giat berda’wah dan menyebarkan ilmu di tengah masyarakat, sementara ia biarkan istrinya hidup dalam kebodohan. Ia merana dan merugi serta tidak berkembang pengetahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Rasulullooh shololloohi ‘alahi wassalaam memang mengajari kira seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali tidak, bahkan beliau adalah sosok suami yang memberikan perhatian penuh kepada keluarganya. Beliau membagi waktunya, sebagian untuk Robb-Nya, sebagian untuk keluarganya,dan sebagian lagi untuk ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shololloohu ‘alahi wassalaam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Sesungguhnya istrimu punya hak atasmu, tamumu punya hak atasmu dan jasadmu juga punya hak atasmu”2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shololloohu ‘alahi wassalaam juga membenarkan ucapan Salman yang berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Sesunnguhnya Robbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak atasmu, keluargamu juga punya hak atasmu maka berikanlah setiap orang haknya.”3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis ulang oleh Ummu Tsaqiif dari buku Surat Terbuka untuk Suami, Ustad Abu Ihsan dan Ummu Ihsan, Pustaka Darul Ilmii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5648160555509610054?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5648160555509610054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/istri-sholehah-mencar-ilmu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5648160555509610054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5648160555509610054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/istri-sholehah-mencar-ilmu.html' title='Istri Sholehah mencar Ilmu'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So-gbuVewhI/AAAAAAAAAXY/eOrRgM5uONI/s72-c/isteri-solehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-6081336550251380245</id><published>2009-08-22T10:06:00.002+07:00</published><updated>2009-08-22T10:10:17.451+07:00</updated><title type='text'>10 Pohon Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So9hiT9d45I/AAAAAAAAAXQ/VcoZkQ-9vuc/s1600-h/ramadhan.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So9hiT9d45I/AAAAAAAAAXQ/VcoZkQ-9vuc/s200/ramadhan.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372620122577822610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Ibarat sebuah tanaman, maka amaliyah Ramadhan adalah pohonnya. Mediumnya adalah bulan Ramadhan. Pohon apa yang kita tanam di medium Ramadhan, itulah yang akan kita petik, itulah yang akan kita nikmati. Karena “siapa menanam dia yang menuai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya; Pohon apa saja yang perlu kita tanam di bulan suci ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada 10 pohon Ramadhan yang mesti kita tanam di medium bulan Ramadhan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pertama, shaum. Tidak sekedar menahan hal yang membatalkan shaum –makan, minum dan berhubungan biologis- dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari saja. Karena, kalau hanya sekedar menahan yang demikian, boleh jadi anak kecil, usia SD bisa melakukannya. Betapa anak-anak &lt;br /&gt;kita sudah belajar shaum semenjak dibangku sekolah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau demikian, apa bedanya shaumnya kita dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada nilai lebih, yaitu menjaga dari yang membatalkan nilai dan pahala shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membatalkan nilai shaum. Di antaranya bohong, ghibah, namimah, mengumpat, hasud dan penyakit hati lainnya. Dengan demikian, mata, telinga, lisan, tangan, kaki dan anggota badan kita ikut serta shaum.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Betapa banyak orang yang shaum, tidak mendapatkan sesuatu kecuali hanya rasa lapar dan dahaga semata.” Begitu penegasan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kedua, sahur. Sahur tidak pengganti sarapan pagi, bukan juga penambah makan malam. Namun sahur yang penuh berkah, yang dilakukan diakhir jelang waktu fajar. Di sinilah waktu-waktu yang sangat mahal, doa dikabulkan, permintaan dipenuhi. Sehingga ketika melaksanakan sahur tidak tidak sambil nonton hiburan, tayangan yang melenakan, oleh media elektronik. Sibukkan diri dan keluarga kita dengan mensyukuri nikmat Allah dengan bersama-sama melaksanakan sunnah sahur ini dengan penuh hikmat dan kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” Begitu sabda Rasulullah saw. mengajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketiga, ifthar. Buka puasa. Sunnah buka puasa itu disegerakan. Ketika dengar kumandang adzan Maghrib, segera lakukan buka puasa. Jangan tunda, jangan sok kuat, nanti bakda tarawih saja, bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kita ifthar? Sunnahnya dengan ruthab atau kurma muda. Berapa biji? Bilangan ganjil satu atau tiga biji. Kalau tidak ada, seteguk air putih. Itu yang dilakukan Rasulullah saw. bukan dengan memakan aneka hidangan, ragam makanan, bukan. Dan Rasulullah saw. pun baru makan besar setelah shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ifthar bukan ajang balas dendam, seharian manahan lapar, ketika bedug Maghrib, seakan ingin melampiaskan rasa laparnya dengan memakan semua yang ada. Perilaku ini tentu tidak akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan pelakunya. Justeru dengan berlapar-lapar sambil merenungkan hikmah shaum dan menjadi bukti kesyukuran adalah sebagian dari target berpuasa. Sehingga dengan sadar dan hikmat kita berdoa saat berbuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, kepada-Mu aku shaum, dengan rizki-Mu aku berbuka, telah hilang rasa haus-dahagaku, kerongkongan telah basah, karena itu tetapkan pahala bagiku, insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon keempat, tarawih. Tarawih berasal dari akar kata “raaha-yaruuhu-raahatan-watarwiihatan- yang artinya rehat, istirahat, santai. Sehingga shalat tarawih adalah shalat yang dilaksanakan dengan thuma’ninah, santai, khusyu’ dan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar mengejar target bilangan rekaatnya saja, mau delapan, dua puluh, empat puluh, silahkan dikerjakan, asal memperhatikan rukun, wajib, dan sunnah shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita disuruh memilih, apakah shalat tarawih di masjid yang dalamnya dibaca “idzaa jaa’a nashrullahi wal fathu” atau shalat tarawih di masjid yang baca “idzaa jaa’akal munaafiquna qaaluu nasyhadu innaka larasuuluh…” Pilih mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak dalam posisi membandingkan surat yang dibaca, semua adalah surat dalam Al-Qur’an, namun kita ingin membandingkan sikap kita, apa kita pilih yang panjang-panjang namun khusyu’ atau pilih yang pendek-pendek namun secepat kilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat muslim harus berani mengevaluasi diri dalam hal pelaksanaan shalat tarawih ini. Sebab, sudah kesekian kali kita melaksanakan shalat tarawih dalam hidup kita, namun kita belum bisa meresapi, merenungkan dan mendapatkan manisnya shalat, bermunajat kepada Allah swt. secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullah saw. meneladankan kepada kita, bahwa beliau shalat tarawih, di reka’at pertama setelah beliau membaca surat Al-Fatihah, beliau membaca surat Al-Baqarah sampai selesai, para sahabat mengira beliau akan ruku’, namun beliau melanjutkan membaca surat An-Nisa’ sampai selesai, para sahabat kembali mengira beliau akan ruku’, namun kembali beliau membaca surat Ali-Imran sampai selesai, baru beliau ruku’. Sedangkan ruku’, i’tidal dan sujud beliau lamanya seperti beliau berdiri rekaat pertama. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita tidak sekuat Rasulullah saw. namun yang kita teladani dari beliau adalah pelaksanaannya, dengan cara yang thuma’ninah, khusyu’ dan penuh tadabbur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kelima, tilawatul Qur’an. Membaca Al-Qur’an. Atau yang populer adalah tadarus Al-Qur’an. Tadarus tidak hanya dilakukan di bulan suci ini, juga dilakukan setiap hari di luar Ramadhan, namun pada bulan suci ini tadarus lebih dikuatkan, ditambahkan kuantitas dan kualitasnya. Setiap malam, Rasulullah saw. bergantian bertadarus dan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan malaikat Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik, ketika memasuki bulan suci Ramadhan meninggalkan semua aktivitas keilmuan atau memberi fatwa. Semua ia tinggalkan hanya untuk mengisi waktu Ramadhannya dengan tadarus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syafi’i, si-empunya madzhab yang diikuti di negeri ini, ketika masuk bulan Ramadhan ia mengkhatamkan Al-Qur’an sehari dua kali, sehingga beliau khatam Al-Qur’an 60 kali selama sebulan penuh. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu mendebat, apakah itu mungkin? Bagaimana caranya beliau bisa melakukan hal itu? Esensi yang jauh lebih penting adalah, semangat dan mujahadah yang kuat itulah yang mesti kita miliki dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon keenam, ith’aamul ifthor. Memberi berbuka puasa. Jangan diremehkan memberi berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, baik langsung maupun lewat masjid. Walau hanya satu butir kurma, satu teguk air, makanan, minuman dan lainnya. Sebab, nilai dan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa yang kita kasih berbuka itu. Di negara-negara Timur-Tengah, tradisi dan sunnah memberi buka puasa ini sangat kental. Hampir-hampir setiap rumah membuka pintu selebar-lebarnya bagi para kerabat, musafir, tetangga, sahabat, untuk berbuka bersama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jadikan memberi buka bersama ini sebagai sarana menebar kepedulian, kekeluargaan, keakraban, dengan sesama, lebih lagi sebagai sarana fastabiqul khairat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketujuh, i’tikaf. Melaksanakan i’tikaf 10 hari akhir Ramadhan. Inilah amalan sunnah muakkadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw. semasa hidupnya. Lebih dari 8 atau 9 kali beliau beri’tikaf di bulan suci ini, bahkan di tahun di mana beliau meninggal, beliau beri’tikaf 20 hari akhir Ramadhan. Beliau membangunkan istri-sitrinya, kerabatnya untuk menghidupkan malam-malam mulia dan mahal ini. (baca i’tikaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kedelapan, taharri lailatail qadar. Memburu lailatul qadar. Usia rata-rata umat Muhammad adalah 60 tahun, jika lebih, itu kira-kira bonus dari Allah swt. Namun usia yang relatif pendek itu bisa menyamai nilai dan makna usia umat-umat terdahulu yang bilangan umur mereka ratusan bahkan ribuan tahun. Bagaimana caranya? Ya, dengan cara memburu lailatul qadar, sebab orang yang meraih lailatul qadar dalam kondisi beribadah kepada Allah swt., berarti ia telah berbuat kebaikan sepanjang 1000 bulan atau 84 tahun 3 bulan penuh. Jika kita meraih lailatul qadar sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya, maka nilai usia dan ibadah kita bisa menyamai umat-umat terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia inilah yang di yaumil akhir kelak, umat Muhammad saw. dibangkitan dari alam kubur terlebih dahulu, dihisab terlebih dahulu, dimasukkan ke surga terlebih dahulu, dan juga dimasukkan ke neraka terlebih dahulu, waliyadzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang dari kebaikan.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kesembilan, umroh. Melaksanakan ibadah umroh dibulan suci Ramadhan, terutama 10 akhir Ramadhan. Sebab melaksanakan umroh di bulan suci ini seperti malaksanakan ibadah haji atau ibadah haji bersama Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.” Dalam riwayat yang lain: “Sebanding haji bersamaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kesepuluh, menunaikan ZISWAF, yaitu mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf. ZISWAF adalah merupakan ibadah maaliyah ijtima’iyyah, ibadah yang terkait dengan harta dan berdampak pada manfaat sosial. Mengeluarkan ZISWAF tidak hanya bulan suci Ramadhan, kecuali zakat fitrah yang memang harus dikeluarkan sebelum shalat iedul fitri, sedangkan zakat-zakat yang lain, sedekah dan infaq dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun karena bulan Ramadhan menjanjikan kebaikan berlipat, biasanya kesempatan ini tidak disia-siakan umat muslim, sehingga umat muslim berbondong-bondong menunjukkan kepeduliannya dengan berZISWAF. Tentu dilakukan dengan baik, benar dan tidak memakan korban. Lebih baik lagi jika disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat yang memang mengelola dana-dana umat ini sepanjang hari, tidak hanya tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang potensi ZISWAF di negeri ini sangatlah besar jumlah, setiap tahunnya potensi ZISWAF itu 19, 3 Trilyun Rupiah. Subhanallah, dana yang tidak sedikit yang jika bisa digali, diberdayakan, maka ekonomi umat Islam akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah 10 pohon Ramadhan, “Siapa menanamnya ia akan menuai”, biidznillah. Allahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-6081336550251380245?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/6081336550251380245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/10-pohon-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6081336550251380245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6081336550251380245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/08/10-pohon-ramadhan.html' title='10 Pohon Ramadhan'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/So9hiT9d45I/AAAAAAAAAXQ/VcoZkQ-9vuc/s72-c/ramadhan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5375526799861414025</id><published>2009-07-06T09:09:00.005+07:00</published><updated>2009-07-06T09:18:30.070+07:00</updated><title type='text'>Selalu Ada Solusi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SlFd_QG071I/AAAAAAAAAWk/N2DXScHY7OY/s1600-h/isfahangraphic164.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SlFd_QG071I/AAAAAAAAAWk/N2DXScHY7OY/s200/isfahangraphic164.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355164773156974418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dakwatuna.com - Segala puji hanya bagi-Mu ya Allah, Engkau Maha memberi kemenangan bagi siapa saja hamba-Mu yang berjihad dijalan-Mu dan berkorban demi tegaknya kalimat-Mu dengan penuh kesabaran. Ya Allah…Ya Naashiru…tsabat kan kami dalam mengemban amanah Mu, ampuni kelemahan kami dan sikap kami yang melampaui batas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huffatil jannatu bilmakarih wahuffatinnaaru bissyahawat…” surga dikitari oleh sesuatu yang tidak disukai oleh nafsu, sebaliknya neraka dihiasi dengan hal-hal yang memanjakan syahwat. Maka hanya hamba-hamba yang sadar surga saja yang mampu mengemban beban perjuangan dan pengorbanan untuk dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita hendaknya bertanya pada diri ini, akan kejujuran perjuangan dan pengorbanan kita. Benarkah kita telah berjuang? Berjuang untuk apa dan siapa? Bersabarlah kita dalam perjuangan untuk tetap dalam manhaj-Nya? Untuk tidak tergoda oleh dunia? Atau terbujuk rayuan wanita? Atau terlena dengan tahta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita berkorban untuk taat? Berkorban untuk tegaknya nilai-nilai Dienullah? Berkorban untuk menghentikan atau meminimalisir kezhaliman? Berkorban untuk membantu saudara-saudara kita yang tertindas? Berkorban dalam dakwah di jalan-Nya? Berkorban untuk menyelamatkan moralitas anak-anak negeri ini? Berkorban…dan berkorban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terngiangnya genderang kalimat Allah Swt di relung hati kita yang paling dalam, kita yang sadar, kita yang sensitif akan kebahagiaan, kita yang senantiasa merindukan surga, kita yang berharap untuk berjumpa dengan-Nya, kita yang merindukan untuk menatap wajah-Nya,”Am hasibtum ‘an tadkhulul jannah ?”… apakah kita mengira akan mendapat surga dengan begitu mudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita cermati perjuangan dan pengorbanan kita dijalan Allah untuk tegaknya dakwah ini, kita menjadi tahu…, sadar…dan insaf…Ya Allah sesungguhnya kami belum berbuat apa-apa untuk Islam, kecuali sedikiiit..,ya Allah …janganlah Engkau hinakan kami…jangan Engkau azab kami, Ya Allah…ampuni kami…rahmati kami, karuniakan kekuatan kepada hamba-hamba-Mu ini ya Qowiyyu…, agar kami mampu bangkit memperbaiki kelemahan kami … untuk meraih kemenangan dari sisi-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kita akan perjuangan dan pengorbanan pemimpin kita yang agung: Muhammad Saw.? kala tekanan dan permusuhan mendera dirinya untuk sebuah risalah besar dakwah yang di emban nya, hampir-hampir tak sejengkal bumi Mekah yang bisa dipijaknya, sepulang dari Thaif tiba-tiba sebuah pertanyaan dari Zaid bin Haritsah ra. terlontar; “Ya Rasulullah kaifa ta’uudu ila makkah waqod akhrojuuka? ( ya Rasulullah bagaimana engkau akan kembali ke Mekah sedang mereka telah mengusirmu? ) Jawab Rasulullah saw. dengan pemberian harapan besar pada kita dan umat yang besar ini: “Ya Zaid Innallaha jaa’ilun limaa taroo farojan wamakhroja…” (wahai Zaid, sesungguhnya Allah akan menjadikan apa yang saat ini anda lihat, jalan keluar dan solusi…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kemenangan itu dekat. Semoga kita adalah orang-orang yang terpilih untuk menjadi pelaksana kemenangan dakwah ini. Ya Allah ampunilah kelalaian kami, jadikanlah kami orang-orang yang siap berkorban apa saja untuk dakwah ini… amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5375526799861414025?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5375526799861414025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/07/dakwatuna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5375526799861414025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5375526799861414025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/07/dakwatuna.html' title='Selalu Ada Solusi'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SlFd_QG071I/AAAAAAAAAWk/N2DXScHY7OY/s72-c/isfahangraphic164.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-73391770936993793</id><published>2009-05-27T20:18:00.002+07:00</published><updated>2009-05-27T20:25:15.863+07:00</updated><title type='text'>Ikhwan VS Akhwat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sh0_KQytApI/AAAAAAAAARc/4V2fWzqH9js/s1600-h/MIZAN+III.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sh0_KQytApI/AAAAAAAAARc/4V2fWzqH9js/s200/MIZAN+III.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340494178670150290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ketika mendengar kata ‘ikhwan’ yang terbayang adalah cowok berjenggot, CC (celana cingkrang), dll. sedangkan kata ‘akhwat’ sendiri adalah cewek dengan jilbab gedhe, aktivis kampus, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, di luar itu semua, ketika menempuh 7 semester di kampus ini begitu banyak cerita yang menyangkut ikhwan dan akhwat. Begitu banyak tipe-tipe orang dengan kepribadiannya masing-masing. begitu banyak kisah-kisah dari yang sedih sampai yang terlucu sekalipun. kisah intrinsik dalam dinamika dakwah kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang teman, akhwat yang ketangguhannya bahkan melebih seorang ikhwan sekalipun. sampai-sampai ketika dia marah ataupun bernada agak keras, semua ikhwan pada ‘mengkerut’ (maaf ya ikhwan) . pun dengan akhwat sendiri. kekerasannya tidak akan pernah luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang akhwat lagi…subhanallah bersepeda dari kosan sampai kampus. ketangguhannya juga tidak dapat diragukan, bisa dibilang agak ditakuti ikhwan-ikhwan :p&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhwat yang lain lagi, ‘akhwat banget’…benar-benar tipikal ummahat sejati :) . tapi dibalik itu…pernah dalam sebuah acara kemuslimahan, si ikhwan yang diminta tolong tidak kunjung tiba. akhirnya dengan kekuatan seorang ‘akhwat’, akhwat tersebut mengangkut-angkut galon..kardus dan kursi sendiri..Subhanallah…di balik kelembutannya tersimpan kekuatan yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhwat lagi..teman se-angkatan beda jurusan. tak pernah wajahnya menampakkan kemarahan sekalipun. ketika disakiti orang hanya diam..tersenyum..Ukhti semoga Allah membalas ketabahanmu.Ketika beberapa ikhwan dan akhwat menumpahkan kemarahannya kepadamu, mungkin engkau hanya menahan sakit itu sendiri…tanpa mengeluh sedikitpun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat-akhwat seperjuangan di jurusan…sampai-sampai ada ikhwan yang nyeletuk pas Syuro chating, “akhwatnya klo masalah dakwah bener-bener agresif! jauh lebih cekatan daripada ikhwannya….” . Buat mb pi dengan syiarnya&amp;KanTin-nya…wij dengan kamusnya… U’re all my best friends!!! Arigatou Gozaimasu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja tidak lupa menyebutkan akhwat-akhwat yang membentuk diri ini…murobbi-murobbi ana ketika di kampus.&lt;br /&gt;semuanya berkesan dan meninggalkan banyak pelajaran.Jazakillah khoir atas segalanya, ilmu yang diberikan, kesabaran, hikmah dan tauladan, dll.Sebentar lagi genap ‘4′ ponakan nih…:) asyik…punya banyak adek… Buat mb R ditunggu kabar gembira momongan pertamanya; bwt mb C udah ‘4 bulan’ ni mb; bwt mb W abis ni si kecil punya adek..waa…begitu banyak kegembiraan di tengah-tengah segala kegalauan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya rabbi…begitu banyak tauladan di bumi kampus tercinta ini…&lt;br /&gt;Begitu banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil…&lt;br /&gt;pun ketika bertemu dengan akhwat-akhwat di luar kampus…&lt;br /&gt;Subhanallah…&lt;br /&gt;–bwt u’dwi UnMuh…jazakillah atas tangis dan taujihnya saat perpisahan..di tengah-tengah lantunan izis ’slamat tinggal sahabatQ’… qt akan sering bertemu di dunia maya, sang ‘bumi_anels’…&lt;br /&gt;–u’ria UnKhair… atas perjuangannya selama seminggu di kapal untuk mencapai lampung dari maluku…belum dari lampung ke maluku..plus 1 minggu di lampung…hampir satu bulan…tenang ukh fsnas depan deket2 situ koq :p&lt;br /&gt;–uni agus Unand..atas senyumnya yang senantiasa membangkitkan semangat..atas perjuangannya mengangkat ‘jilbab’ saat syuro pleno bersama ikhwan. atas jiwa ‘keibuannya’…&lt;br /&gt;–u’hesty Unitomo…atas suara lantangnya saat mengingatkan ikhwan mengenai jam malam saat sidang..atas sms taujihnya yang tepat sasaran…&lt;br /&gt;–u’seny UPI…akhwat bandung euy..dengan logat yang sangat khas. Teringat pas pleno ikhwan-akhwat, antilah yang berbicara mewakili Bandung raya. Subhanallah…pas sholat juga..lantunan ayat suci dan tilawahnya yang khas membuat terpaku…kumaha damang ukhti…sayang pas SE kemarin g sempet ketemu&lt;br /&gt;–u’norma ITB…’adek’ yang memegang amanah besar, ya kan bu sekum GAMAIS?&lt;br /&gt;–u’ika UGM…akhwat yang lembut dan keras..dua sisi yang saling melengkapi…btw qt dulu sering menghindar jalan bareng..abis..bedanya jauh banget..hehe..&lt;br /&gt;–u’ratna UNJ..yang bersedia dengan ikhlas saat ditunjuk jadi pimdang…pun dengan keterbatasan yang ada&lt;br /&gt;–mb ayu UnMul…alhamdulillah..ana dapet benerin laptopnya..btw ana bukan reparator lo ukh..kebetulan aja…tragedi ‘laptop-mati-pdhl-ikhwan-sdh-nunggu-buat-ambil-draftpleno’ yang bikin panik ya…sampai-sampai panitia ikut-ikutan nyegat kita pas mau kluar dari forum…dikira ngapain padahal..he..he&lt;br /&gt;–u’Risna unMul…calon dokter gigi..pas itu gigiq bener2 sakit ukh..sampe-sampe malam sebelum berangkat ke lampung ana&amp;seorang temen akhwat muter2 cari dokter gigi ga nemu. nekat dengan gigi nyut-nyutan berangkat ke Lampung. tapi ajaib,pas ketemu antuna semua sakitnya langsung ilang&lt;br /&gt;–mb betty UNS…wuah..ini akhwat bener2 teladan..senyumannya bisa bikin semua bete ilang..kelembutannya bisa mengalahkan kekerasan ikhwan..pun dengan teman-teman seangkatannya yang rata-rata sudah digantikan dengan juniornya mb ini tetap semangat untuk datang ke fsnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–u’ wati unram. Yang semangatnya senantiasa menyindir diri ini.tetangga pulau yg subhanallah…salut ukh!! kapan ya bisa ketemu..insyaAllah..^^&lt;br /&gt;–adek d-cy…yang sering tatinggal pas pleno sampai-sampai sakit perut pun q g tau.afwan ya adekq…saat ini..di tengah-tengah menumpuknya amanah, tetep ingat sabar &amp; sholat sebagai energi utama qt…&lt;br /&gt;–u’rohmah..akhwat hukum yang bener2 berjiwa ‘hukum’ tapi klo pas lagi ‘hang’…ha ha..ga koq ukh. saat pertama kali bertemu kesannya susah deket, dengan bawaan anti yg 1 koper gedhe itu :p tapi pas tau orangnya..huaaa..kangen&lt;br /&gt;–u’funny..jazakillah khoir ukh atas segalanya…dari perjalanan awal kita sampai menginjakkan kaki pertama kali di lampung. Semua terdokumentasikan dengan baik di hatiQ. ..teringat semua kenangan masa kecil kita…semua hal yang merintangi qt saat berangkat ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…dan akhwat-akhwat lain yang tidak bisa ana sebutkan satu per satu…yang turut mewarnai kesholihan ana…&lt;br /&gt;Benar..ana beruntung bisa satu seperjuangan dengan antuna.semoga kita termasuk orang yang bertemu dan berpisah karena Allah.Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah…gimana dengan ikhwan-ikhwan??&lt;br /&gt;berhubung ini bukan kafaah saya untuk menerangkan tentang ‘keikhwanan’,jd antum sekalian bisa menyimpulkan sendiri kan?&lt;br /&gt;Bagaimana…?&lt;br /&gt;Sudah bisa melihat dengan jelas?&lt;br /&gt;Di sini ada akhwat-akhwat yang setangguh antum semuanya…&lt;br /&gt;bukan akhwat yang lemah…&lt;br /&gt;bukan akhwat yang manja…&lt;br /&gt;tapi akhwat yang dengan kekerasan sekaligus kelembutannya bisa merangkul dunia&lt;br /&gt;karena mereka..akhwat-akhwat yang kelak menjadi madrasah ummat&lt;br /&gt;penopang kebangkitan ummat..&lt;br /&gt;dengan cintanya…&lt;br /&gt;dengan kasih sayangnya…&lt;br /&gt;dengan ketegarannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so…&lt;br /&gt;ketika ada ikhwan tangguh….&lt;br /&gt;pasti ada akhwat perkasa :)&lt;br /&gt;ikhwan tangguh vs akhwat perkasa&lt;br /&gt;termasukkah qt di dalamnya?…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memperingati Mother Day 22 Desember&lt;br /&gt;buat akhwat-akhwat perkasa yang tersebar di seluruh penjuru negeri…&lt;br /&gt;perhiasan dunia yang membuat bidadari bermata jeli di surga cemburu karena kesholihannya…&lt;br /&gt;btw ini bukan artikel narsis lo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–In memorial, komisi C Jarmus FSLDKN IV Lampung–&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-73391770936993793?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/73391770936993793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/05/ikhwan-vs-akhwat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/73391770936993793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/73391770936993793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/05/ikhwan-vs-akhwat.html' title='Ikhwan VS Akhwat'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sh0_KQytApI/AAAAAAAAARc/4V2fWzqH9js/s72-c/MIZAN+III.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-3553620732392325509</id><published>2009-03-20T11:23:00.001+07:00</published><updated>2009-03-20T11:27:36.727+07:00</updated><title type='text'>Istiqomah dalam Kebaikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/ScMbKPInZgI/AAAAAAAAARA/1l6B3UVyRsQ/s1600-h/2586287569_affced07d3_o.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/ScMbKPInZgI/AAAAAAAAARA/1l6B3UVyRsQ/s200/2586287569_affced07d3_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315121847902627330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyiyah ra, Rasulullah saw bersabda, “Tingkatkanlah amalmu dengan baik, atau lebih dekatlah kepada kebaikan, dan bergembiralah, karena amal seseorang tiada dapat memasukkannya ke surga.” Tanya para sahabat, “Amal Anda juga begitu, ya Rasulullah?' Jawab Rasulullah, “Amalku juga begitu. Tetapi Allah melimpahiku dengan rahmat-Nya. Dan ketahuilah, bahwa amal yang paling disukai Allah ialah amal yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari, Muslim dan Nasa'i). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini terdapat beberapa perintah atau nasihat yang bisa dipetik dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkatkan amal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upayakan sekuat daya untuk meningkatkan amal perbuatan setiap saat. Berkomitmenlah pada jalan kebaikan (sidad). Kata sidad ditafsirkan sebagai kebenaran, atau selalu berorientasi pada tujuan dan jalan yang lurus, tidak berlebihan dan tidak meremehkan terhadap apa yang telah diperintahkan-Nya. Sikap berlebihan dan pemaksaan diri dalam melakukan amal, tak jarang dapat mengeluarkan seseorang dari jalur yang benar. Jenuh dan bosan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Dekati kebenaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran menurut hujjatul Islam Imam Al-Ghazali bagai seberkas cahaya. Agar hidup ini senantiasa tercerahkan, dekati dan ambillah cahaya (kebenaran) itu. Jadikan kebenaran, sebagai pakaian dan teman kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kabar gembira dan Rahmat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibsyar sama artinya dengan tabsyir, dengan kandungan makna: menggabarkan hal-hal yang menyenangkan dengan wajah berseri. Di sini Rasulullah menyuruh kita menanamkan rasa senang lantaran rahmat Allah yang melimpahi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum beriman hendaknya tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Tetap memiliki jiwa optimistis dan maju, dengan rahmat-Nya itu. Dianjurkan untuk senantiasa bermunajat, kiranya Allah senantiasa menyelimuti dengan rahmat-Nya. Rahmat Allah inilah yang dapat mengantarkan pada keridhoan-Nya (surganya). Menjauhkannya dari siksa-Nya (neraka). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sedikit Amal, tapi Langgeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan perbuatan baik, setahap demi setahap, sama dengan membangun benteng diri yang kokoh. Ibarat menabung, tak terasa berjumlah banyak. Inilah amalan yang dicintai Allah, melakukan amaliyah yang terus-menerus meski hanya sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit dalam beramal yang dilakukan terus-menerus juga sama dengan memupuk dan menyiram pohon iman sehingga ia akan tetap tumbuh segar dan tak layu. Alhasil, jiwa terus terangkat menuju derajat yang lebih baik (sempurna). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari Berbagai Sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-3553620732392325509?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/3553620732392325509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/istiqomah-dalam-kebaikan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3553620732392325509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/3553620732392325509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/istiqomah-dalam-kebaikan.html' title='Istiqomah dalam Kebaikan'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/ScMbKPInZgI/AAAAAAAAARA/1l6B3UVyRsQ/s72-c/2586287569_affced07d3_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1284218139097155083</id><published>2009-03-12T12:40:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T12:47:46.556+07:00</updated><title type='text'>Muraqobah dan Muhasabah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sbih1tlF86I/AAAAAAAAAQ4/CvA_eixta3k/s1600-h/muhasabah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sbih1tlF86I/AAAAAAAAAQ4/CvA_eixta3k/s200/muhasabah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312173704623813538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muqaddimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu masih berupa janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa".(QS. 53:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Allah SWT tersebut di atas benar-benar menyadarkan kita akan kelemahan dan kenistaan kita sebagai manusia yang sering kali berbuat kekhilafan. Bahwa seandainya pun kita terhindar dari dosa-dosa besar, kita pasti tak akan luput dari dosa-dosa kecil. Allah menegaskan bahwa kita jangan merasa dan mengklaim diri suci, karena Allah sajalah yang paling mengetahui siapa yang bertaqwa dan yang tidak. Sementara Allah juga tahu siapa diri kita sejak dari awal penciptaan, ketika masih berupa janin di rahim ibu kita, hingga kita dewasa. Namun Ia juga mengingatkan kita tentang ampunan-Nya yang luas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang hanya satu insan kamil yang ma'shum, yakni Rasulullah SAW. Beliau menjalani proses pembedahan dada dan pembersihan jiwa oleh malaikat Jibril karena beliau dipersiapkan untuk mengemban tugas mulia. Namun beliau juga pernah mengatakan bahwa kalau bukan karena rahmat Allah niscaya tak akan ada yang selamat dari siksa Allah dan neraka-Nya. "Tidak juga engkau ya Rasulullah?". "Ya, tidak juga aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sifat manusia yang lemah, mudah lupa, khilaf, kikir dan berkeluh kesah, penyebab terjerumusnya manusia ke dalam lembah kenistaan dan kemaksiatan adalah godaan syaithan yang gencar dari segala penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. Az-Zukhruf:36-37, Allah SWT berfirman: "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya syaithan (yang menyesatkan). Maka syaithan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (qarin). Dan sesungguhnya syaithan-syaithan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarin alias syaithan yang selalu mendampingi kita, akan sukses menggoda kita, jika kita berpaling dari-Nya dan ajaran-Nya (Al-Qur'an). Sampai akhirnya kita terhalang dari jalan yang lurus dan benar. Namun ironisnya, kita tetap menyangka berada di jalan yang benar dan memperoleh petunjuk-Nya. Padahal kita sudah jauh tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Rasulullah SAW saja yang tak dapat digoda oleh Qarin. Bahkan Qarinpun tak akan mampu menyerupai Rasulullah SAW baik ketika beliau masih hidup maupun setelah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari begitu rentan dan lemahnya kita sebagai manusia dari godaan syaithan yang menyesatkan dan menghalangi kita dari ajaran Allah serta melalaikan kita dari mengingat-Nya, maka jelas pemahaman dan kesadaran muraqabah dan muhasabah adalah satu kemestian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Muraqabah dan Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabah adalah upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan muraqabatullah dalam diri dengan jalan mewaspadai dan mengawasi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan muhasabah merupakan usaha seorang Muslim untuk menghitung, mengkalkulasi diri seberapa banyak dosa yang telah dilakukan dan mana-mana saja kebaikan yang belum dilakukannya. Jadi Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya tengah dihisab, dicatat oleh Raqib dan Atib sehingga ia pun berusaha aktif menghisab dirinya terlebih dulu agar dapat bergegas memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Muraqabah dan Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila setiap Muslim senantiasa memuraqabahi dirinya dan menghadirkan muraqabatullah (pengawasan Allah) dalam dirinya maka ia akan selalu takut untuk berbuat kemaksiatan karena ia selalu merasa dan sadar dirinya dalam pemantauan dan pengawasan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bila ia juga gemar memuhasabahi dirinya karena takut pada perhitungan hari akhirat, maka bisa dipastikan akan terwujud masyarakat yang aman karena semua orang sudah memiliki pengawasan melekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi Ukhrawi membuat seseorang senantiasa memperhitungkan segala tindak-tanduknya dalam perspektif Ukhrawi. Ia juga akan terhindar dari penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati), keserakahan, kezhaliman, penindasan dan kemungkaran, karena semua keburukan itu hanya akan menyengsarakannya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya ia akan berusaha menanam kebajikan sebanyak mungkin (QS. 22:77) agar dapat menuai hasilnya di akhirat kelak. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pernah mengibaratkan bahwa dunia adalah ladang tempat menanam, bibitnya adalah keimanan dan ketaatan adalah air dan pupuknya. Sementara akhirat adalah tempat kita memetik atau menuai hasilnya, kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian keadaannya, Insya Allah akan tercipta "Baldatun thayyibatun warabbun ghafur" (negeri yang baik, berkah dan dalam ampunan Allah) yang bukan sekedar slogan. Selain tercipta kemaslahatan dalam scope atau ruang lingkup negeri, Insya Allah akan tercipta pula kemaslahatan di ruang lingkup dunia internasioanal bila para Muslimnya dengan kualitas seperti itu mampu menjadi "Ustadziatul 'alam" (soko guru dunia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan bimbingan dan arahan para ustadziatul 'alam yang sekaligus khalifatullah fil ardhi sajalah, dunia akan terbebas dari bencana, kerusakan dan kemurkaan Allah (QS. 2:10-11, 30:41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila para Muslim tetap mengekor musuh-musuh Allah yang membenci Al-Qur'an (QS. 47:25-26) maka bahaya kemurtadan massal menghadang di depan mata dan tetap saja yahudi la'natullah alaihim yang memegang supremasi dan mengendalikan dunia serta terus menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan-tahapannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tahapan yang memiliki keterkaitan erat satu sama lain dan membangun sistem pengawasan serta penjagaan yang kokoh. Kesemua tahapan tersebut penting kita jalani agar benar-benar menjadi "safety net" (jaring pengaman) yang menyelamatkan kita dari keterperosokan dan keterpurukan di dunia serta kehancuran di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'ahadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'ahadah yakni mengingat dan mengokohkan kembali perjanjian kita dengan Allah SWT di alam ruh. Di sana sebelum kita menjadi janin yang diletakkan di dalam rahim ibu kita dan ditiupkan ruh, kita sudah dimintai kesaksian oleh Allah, "Bukankah Aku ini Rabbmu?" Mereka menjawab: "Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi". (QS. 7:172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bermu'ahadah, kita akan berusaha menjaga agar sikap dan tindak tanduk kita tidak keluar dari kerangka perjanjian dan kesaksian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita hendaknya selalu mengingat juga bahwa kita tak hanya lahir suci (HR. Bukhari-Muslim) melainkan sudah memiliki keberpihakan pada Al-haq dengan syahadah di alam ruh tersebut sehingga tentu saja kita tak boleh merubah atau mencederainya (QS. 30:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bermu'ahadah, seyogyanyalah kita bermuraqabah. Jadi kita akan sadar ada yang selalu memuraqabahi diri kita apakah melanggar janji dan kesaksian tersebut atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan yang detail tentang muraqabah diuraikan dalam bagian tersendiri, karena tulisan ini memang menitikberatkan pada pembahasan tentang muraqabah dan muhasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah adalah usaha untuk menilai, menghitung, mengkalkulasi amal shaleh yang kita lakukan dan kesalahan-kesalahan atau maksiat yang kita kerjakan. Penjabaran lebih detail tentang muhasabah juga ada pada bagian tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'aqabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengingat perjanjian (mu'ahadah), sadar akan pengawasan (muraqabah) dan sibuk mengkalkulasi diri, kita pun perlu meneladani para sahabat dan salafus-shaleh dalam meng'iqab (menghukum/menjatuhi sanksi atas diri mereka sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Umar r.a terkenal dengan ucapan: "Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab", maka tak ada salahnya kita menganalogikan mu'aqabah dengan ucapan tersebut yakni "Iqablah dirimu sebelum kelak engkau diiqab". Umar Ibnul Khathab pernah terlalaikan dari menunaikan shalat dzuhur berjamaah di masjid karena sibuk mengawasi kebunnya. Lalu karena ia merasa ketertambatan hatinya kepada kebun melalaikannya dari bersegera mengingat Allah, maka ia pun cepat-cepat menghibahkan kebun beserta isinya tersebut untuk keperluan fakir miskin. Hal serupa itu pula yang dilakukan Abu Thalhah ketika beliau terlupakan berapa jumlah rakaatnya saat shalat karena melihat burung terbang. Ia pun segera menghibahkan kebunnya beserta seluruh isinya, subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahadah adalah upaya keras untuk bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah kepada Allah, menjauhi segala yang dilarang Allah dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan-Nya. Kelalaian sahabat Nabi SAW yakni Ka'ab bin Malik sehingga tertinggal rombongan saat perang Tabuk adalah karena ia sempat kurang bermujahadah untuk mempersiapkan kuda perang dan sebagainya. Ka'ab bin Malik mengakui dengan jujur kelalaian dan kurangnya mujahadah pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Kaab harus membayar sangat mahal berupa pengasingan/pengisoliran selama kurang lebih 50 hari sebelum akhirnya turun ayat Allah yang memberikan pengampunan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad SAW terkenal dengan mujahadahnya yang luar biasa dalam ibadah seperti dalam shalat tahajjudnya. Kaki beliau sampai bengkak karena terlalu lama berdiri. Namun ketika isteri beliau Ummul Mukminin Aisyah r.a bertanya, "Kenapa engkau menyiksa dirimu seperti itu, bukankah sudah diampuni, seluruh dosamu yang lalu dan yang akan datang". Beliau menjawab. "Salahkah aku bila menjadi 'abdan syakuran?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutaba'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kita perlu memonitoring, mengontrol dan mengevaluasi sejauh mana proses-proses tersebut seperti mu'ahadah dan seterusnya berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabah atau perasaan diawasi adalah upaya menghadirkan kesadaran adanya muraqabatullah (pengawasan Allah). Bila hal tersebut tertanam secara baik dalam diri seorang Muslim maka dalam dirinya terdapat 'waskat' (pengawasan melekat atau built in control) yakni sebuah mekanisme yang sudah inheren, dalam dirinya. Artinya ia akan aktif mengawasi dan mengontrol dirinya sendiri karena ia sadar senantiasa berada di bawah pengawasan Allah seperti dalam untaian ayat-ayat Allah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan".(QS. 57:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya".(QS. 50:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)".(QS. 6:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Luqman berkata) : "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui".(QS. 31:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam HR. Ahmad, Nabi SAW bersabda, "Jangan engkau mengatakan engkau sendiri, sesungguhnya Allah bersamamu. Dan jangan pula mengatakan tak ada yang mengetahui isi hatimu, sesungguhnya Allah mengetahui".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muraqabatullah atau kesadaran tentang adanya pengawasan Allah akan melahirkan ma'iyatullah (kesertaan Allah) seperti nampak pada keyakinan Rasulullah SAW (QS. 9:40) bahwa "Sesungguhnya Allah bersama kita" ketika Abu Bakar r.a sangat cemas musuh akan bisa mengetahui keberadaan Nabi dan menangkapnya. Begitu pula pada diri Nabi Musa a.s ketika menghadapi jalan buntu karena di belakang tentara Fir'aun mengepung dan laut merah ada di depan mata. Namun ketika umat pengikutnya panik dan ketakutan, beliau sangat yakin adanya kesertaan Allah. Ia berkata, "Sekali-kali tidak (akan tersusul). Rabbku bersamaku. Dia akan menunjukiku jalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akhirnya Nabi Ibrahim a.s juga dapat menjadi contoh agung tentang kesadaran akan kesertaan dan pertolongan Allah. Yakni ketika beliau diseret dan dibakar di api unggun, beliau tetap tenang. Dan benar saja terbukti beliau keluar dari api unggun dalam keadaan sehat wal 'afiat karena Allah telah memerintahkan makhluknya yang bernama api agar menjadi dingin dengan izin dan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah atau menghisab, menghitung atau mengkalkulasi diri adalah satu upaya bersiap-siaga menghadapi dan mengantisipasi yaumal hisab (hari perhitungan) yang sangat dahsyat di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan".(QS. 59:18). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan diri yang dimaksud tentu saja membekali diri dengan taqwa kepada karena di sisi Allah bekal manusia yang paling baik dan berharga adalah taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar r.a pernah mengucapkan kata-katanya yang sangat terkenal: "Haasibu anfusakum qabla antuhasabu" (Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga menyuruh kita bergegas untuk mendapat ampunan-Nya dan syurga-Nya yang seluas langit dan bumi, diperuntukkan-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa.(QS 3:133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya kita melakukan muhasabah sejak dini secara berkala karena segala perkataan dan perbuatan kita dicatat dengan cermat oleh malaikat Raqib dan Atid dan akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah.( QS. 50:17-18). Setiap kebaikan sekecil apapun juga akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukan sekecil apapun juga akan dicatat dan diberi balasan berupa azab-Nya.(QS. 99:7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mengingat betapa dahsyatnya hari penghisaban, perhitungan dan pembalasan, maka wajar sajalah jika kita harus mengantisipasi dan mempersiapkan diri sesegera, sedini dan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. 80:34-37, tergambar kedahsyatan hari itu ketika semua orang berlarian dari saudara, kerabat, sahabat, ibu dan bapaknya serta sibuk memikirkan nasibnya sendiri. Hari di mana semua manusia pandangannya membelalak ketakutan, bulan meredup cahayanya, matahari dan bulan dikumpulkan, manusia berkata: "Kemana tempat lari?. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. Hanya kepada Tuhanmu saja pada hari itu tempat kembali".(QS. 75:7-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul Mu'minin Aisyah r.a bertanya kepada Rasulullah SAW apakah manusia tidak malu dalam keadaan telanjang bulat di padang mahsyar. Rasulullah SAW menjawab bahwa hari itu begitu dahsyat sampai-sampai tidak ada yang sempat melihat aurat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa ada 7 golongan yang akan mendapat naungan/perlindungan Allah di mana di hari tidak ada naungan/perlindungan selain naungan/perlindungan Allah (Yaumul Qiyamah atau Yaumul Hisab). Ketujuh golongan itu adalah Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah SWT, pemuda yang lekat hatinya dengan masjid, orang yang saling mencintai karena Allah; bertemu dan berpisah karena Allah, orang yang digoda wanita cantik lagi bangsawan dia berkata, "Sesungguhnya aku takut kepada Allah", orang yang bersedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya (secara senbunyi-sembunyi) dan orang yang berkhalwat dengan Allah di tengah malam dan meneteskan airmata karena takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang pertama dihisab adalah mereka yang berjihad, berinfaq dan beramal shaleh (QS. 22:77, 2:177). Kemudian sabda Rasulullah SAW di hadits lainnya: "Ada 70.000 orang akan segera masuk surga tanpa dihisab". "Do'akan aku termasuk di dalamnya, ya Rasulullah!", mohon Ukasyah bersegera. "Ya, Engkau kudo'akan termasuk di antaranya", sahut Nabi SAW. Ketika sahabat-sahabat yang lain meminta yang serupa, jawab Nabi SAW singkat, "Kalian telah didahului oleh Ukasyah". "Siapa mereka itu ya Rasulullah?", tanya sahabat. "Mereka adalah orang yang rajin menghisab dirinya di dunia sebelum dihisab di akhirat". Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di riwayat lain dikisahkan bahwa orang-orang miskin bergerombol di depan pintu surga. Ketika dikatakan kepada mereka agar antri dihisab dulu, orang-orang miskin yang shaleh ini berkata, "Tak ada sesuatu apapun pada kami yang perlu dihisab".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang ada 3 harta yang tak akan kena hisab yakni: 1 rumah yang hanya berupa 1 kamar untuk bernaung, pakaian 1 lembar untuk dipakai dan 1 porsi makanan setiap hari yang sekedar cukup untuk dirinya. Maka orang-orang miskin itupun dipersilakan masuk ke surga dengan bergerombol seperti kawanan burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa beruntungnya mereka semua padahal hari penghisaban itu begitu dahsyatnya sampai banyak yang ingin langsung ke neraka saja karena merasa tak sanggup segala aibnya diungkapkan di depan keseluruhan umat manusia. Apalagi tak lama kemudian atas perintah Allah, malaikat Jibril menghadirkan gambaran neraka yang dahsyat ke hadapan mereka semua sampai-sampai para Nabi dan orang-orang shaleh gemetar dan berlutut ketakutan. Apalagi orang-orang yang berlumuran dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaumul Hisab itu bahkan juga terasa berat bagi para Nabi seperti Nabi Nuh yang ditanya apakah ia sudah menyampaikan risalah-Nya atau Nabi Isa yang ditanya apakah ia menyuruh umatnya menuhankan ia dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Pertanyaan yang datang bertubi-tubi itu terlihat menekan dan meresahkan para Nabi. Jika Nabi-nabi saja demikian keadaannya, bagaimana pula kita?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan saja kita tidak termasuk orang yang bangkrut/pailit di hari penghisaban, hari ketika dalih-dalih ditolak dan hal sekecil apapun dimintakan pertanggungjawabannya. Mengapa disebut bangkrut? Karena ternyata amal shaleh yang dilakukan terlalu sedikit untuk menebus dosa-dosa kita yang banyak sehingga kita harus menebusnya di neraka. Na'udzubillah min dzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Muraqabah dan Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang rajin me'muraqabah'i dan me'muhasabah'i dirinya akan mau dan mudah melakukan perbaikan diri. Ia juga akan mau meneliti, mengintrospeksi, mengoreksi dan menganalisis dirinya. Hal-hal apa saja yang menjadi faktor kekuatan dirinya yang harus disyukuri dan dioptimalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hal-hal apa saja yang menjadi faktor kelemahan dirinya yang harus diatasi, bahkan kalau mungkin dihilangkan. Lalu bahaya-bahaya apa yang mengancam diri dan aqidahnya sehingga harus diantisipasi, dan akhirnya peluang-peluang kebajikan apa saja yang dimilikinya yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirinci, paling tidak, ada 3 hasil yang akan diraih orang yang rajin melakukan muraqabah dan muhasabah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengetahui aib, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan dirinya serta berupaya sekuat tenaga meminimalisir atau bahkan menghilangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Istiqamah di atas syari'at Allah. Karena ia mengetahui dan sadar akan konsekuensi-konsekuensi keimanan dan pertanggungjawaban di akhirat kelak maka cobaan sebesar apapun tidak akan memalingkannya dari jalan Allah seperti misalnya tokoh Bilal dan Masyitah. Walaupun keistiqamahan adalah hal yang sangat berat sehingga Rasulullah SAW sampai mengatakan, "Surat Hud membuatku beruban" (Karena di dalamnya ada ayat 112 berisi perintah untuk istiqamah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Insya Allah akan aman dari berat dan sulitnya penghisaban di hari kiamat nanti (QS. 3:30). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.keadilan.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1284218139097155083?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1284218139097155083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/muraqobah-dan-muhasabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1284218139097155083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1284218139097155083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/muraqobah-dan-muhasabah.html' title='Muraqobah dan Muhasabah'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sbih1tlF86I/AAAAAAAAAQ4/CvA_eixta3k/s72-c/muhasabah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-7288453426918987031</id><published>2009-03-12T12:31:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:38:44.693+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Lebih Jauh Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SbifvYY_UXI/AAAAAAAAAQw/E1N2P92OXaE/s1600-h/solitude.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SbifvYY_UXI/AAAAAAAAAQw/E1N2P92OXaE/s200/solitude.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312171396833431922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pepatah mengatakan, semut di seberang dapat kelihatan tapi gajah di pelupuk mata tidak tampak. Pepatah ini menganalogikan bahwa sering manusia lebih pandai menilai kelebihan dan kekurangan orang lain. Tetapi mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri adalah sebuah pekerjaan sulit dan sering diabaikan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, Kami akan perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan dari pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (Al-Fusilat:53) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula hadis yang walahualam shohih atau tidak mengatakan “Siapa yang kenal dirinya akan Mengenal Allah". &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari firman Allah dan hadis di atas dapat kita simpulkan betapa pentingnya pengenalan terhadap diri sendiri. Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya dalam diri manusia. Kemudian dilanjutkan oleh hadis nabi, siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tihannya. Artinya bila seseorang mengenal dirinya maka ia akan memikirkan penciptaaan dirinya. Siapa lagi yang menciptakan manusia kalau bukan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering manusia tidak mengenali dirinya sendiri, tidak tahu dari mana ia berasal, siapa yang menciptakannya, untuk apa ia hidup dan akan kemana ia setelah meninggal. Maka tidak heran banyak manusia yang mengabaikan dirinya bahkan tidak segan menyiksa dirinya sendri untuk mendapatkan kepuasaan sesaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terdiri dari tiga unsur, ruh, jasad dan jiwa. Ketiganya mempunyai peran yang tidak bisa dipisahkan. Jasad tanpa ruh ibarat sebatang pohon yang mati, layu dan gersang. Binatang memiliki jasad dan jiwa, tetapi ia tidak memiliki ruh. Manusia jelas berbeda dengan binatang. Dan Allah telah melebihkan manusia dari makhluk ciptaa-Nya yang lain, manusia dikatakan sebagai makhluk yang paling sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kesempurnaan ini menjadikan manusia berfikir?. Tidak perlu dulu tentang yang lain, tetapi berfikir tentang penciptaanya. Berfikir tentang hakekat dirinya. Tentang jasad sempurna dan sebaik-baik bentuk yang diciptakan Allah untuknya. Tentang jiwa dan ruh yang tidak tampak tapi mengendalikan hampir seluruh keputusan yang diambil manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah dimuka bumi ini. Ia memiliki kombinasi sifat syetan dan malaikat. Salah satu sifat tersebut bisa mendominasi kehidupan manusia. Jika sifat syetan yang mendominasi, maka ia akan berprilaku seperti syetan. Dia menjadi manusai yang jahat, pendendam, sombong, angkuh, penipu ingkar kepada Allah, dan sifat buruk lainnya. Sebaliknya jika sifat malaikat yang mendominasinya, maka ia menjadi manusia yang baik, taat dan tunduk kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun jika didominasi oleh kedua sifat itu, tidak pula lantas manusia akan menjadi syetan atau malaikat. Dia tetaplah manusia, hanya saja prilakunya yang tampak seperti syetan atau malaikat.. Manusia bebas memilih, prilaku manakah yang menjadi keinginanya. Pilihan itu hanya bisa diambil jika manusia tahu mengenai dirinya, baik kelebihan maupun kekuranganya, sifat buruk maupupun sifat baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak menggunakan akalnya, bisa juga manusia berprilaku seperti binatang, yang hanya hidup untuk kepentingan perutnya saja. Tapi kadang kala manusia lebih buruk dari binatang. Jika binatang hanya memenuhi kebutuhan perutnya hari itu saja. Tetapi manusai tidak, kadang sudah terpenuhi kebutuhan perutnya untuk beberapa tahun ke depan, tetap saja terus menjajah dan merampas sesuatu yang bukan menjadi haknya. Kita tentu tidak ingin seperti binatang, apalagi lebih renda dan parah dari binatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana awal mulanya diri ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dikatakan, bahwa kita hanyalah seonggok jasad yang berasal dari air mani yang hina. Tidak ada satu tanganpun di dunia ini yang mampu menciptakan manusia. Jika kita sadar akan hakikat diri kita, bahwasanya kita adalah makluk yang lemah, jika Allah tidak menolong kita, kita bukanlah apa-apa dan bukan pula siapa-siapa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keraguan tentang hari berbangkit, maka (pikirkanlah) bahwa Kami menciptakan kamu (dengan proses yang pada mulanya): &lt;br /&gt;a. dari tanah, &lt;br /&gt;b. kemudian dari setetes air mani, &lt;br /&gt;c. kemudian dari segumpal darah (yang membeku), &lt;br /&gt;d. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiaanya dan (ada pula) yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepadamu (betapa hebatnya ciptaan Kami), &lt;br /&gt;e. kemudian (daging yang segumpal itu) Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak (aturan) Kami sampai waktu yang ditentukan (lebih kurang 9 bulan), &lt;br /&gt;f. kemudian Kami keluarkan kamu (dari rahim ibumu) sebagai bayi, &lt;br /&gt;g. kemudian kamu meningkat dewasa, &lt;br /&gt;h. (kemudian) ada diantara kamu yang diwafatkan (waktu masih kuat bertenaga) dan ada pula sampi tua bangka, sehingga ia tidak ingat apa-apa. Dan (sebagai bukti berbangkit pula) kamu melihat bumi kering gersang, kemudian apabila telah Kami sirami dengan air (hujan), bumi itu hidup dengan subur kembli menumbuhkan beraneka ragam tumbuh-tumbuhan nan indah menawan. (QS. Al-Hajj:5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhya kita dapati diri ini dalam kesesatan dan kejahiliyahan, kemudian Dia beri kita petunjuk. Sesungguhnya kita dapati diri ini dalam kegelapan, kemudian Dia beri kita cahaya. Sesungguhnya kita dapati diri ini dalam kebingungan, kemudian Dia beri kita jalan keluar. Sesungguhnya kita temui diri ini dalam kelemahan iman, kemudian Dia beri kita keteguhan. Sesungguhnya kita dapati diri ini dalam kehinaan dan kerendahan, kemudian Dia beri kita kemuliaan dan izzah serta iffah. Sesungguhnya kita dapati diri ini dalam kebodohan, kemudian Dia beri kita lentera ilmu. Sesungguhnya kita dapati diri ini dalam keadaan telanjang, kemudian Dia beri kita pakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitulah proses kelahiran kita, lantas mengapa kita menjadi lupa diri? Menjadi manusia yang tidak tahu diri? Menjadi manusia yang melupakan hakikat penciptaan diri kita, kita hanyalah berasal dari seonggok tanah dan pasti akan kembali ke tanah. Siapun orangnya, rakyat jelata atau pejabat tinggi negara, cantik atau jelek, lahir di barat maupun di timur. Kita terlahir dalam keadaan sama, derajat kita sama di hadapan Allah SWT, Zat yang menciptakan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita tidak segan menyiksa diri sendiri dengan mengabaikan hak-hak jasad, ruh dan akal. Yang paling sering dilupakan adalah hak ruh. Seperti sebuah tanaman yang tidak pernah disiram, lama-lama akan layu kemudian mati. Begitu pula jika ruh tidak pernah diberi makanan yang bergizi, tidak pernah disuapi vitamin iman, suatu saat akan gersang, dan tidak mustahil kelak akan mati. Bila ruh sudah mati, maka tidak akan ada lagi fungsinya jasad. Jasad akan tinggal seonggok jasad. Kematian ruh adalah awal dari kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah bertanya, “Adakah Allah, dimanakah Allah” jaawabanya singkat sekali, Allah ada dan sangat dekat degan kita. Lebih dekat dari urat nadi kita sekaipun. Dia tidak pernah tidur, tidak akan pula mati. Jika kita kembali kepada hadis yang telah disebutkan di atas, maka pengenalan terhadap diri dan Allah adalah sebuah rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, karena menurut hadis tersebut, “Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus mengenal Allah? Dengan mengenal Allah akan memberikan banyak kebaikan, diantaranya, ketenangan, meningkatkan iman dan taqwa. Pengenalan kita kita dengan Allah akan menumbuhkan rasa cinta kepada-Nya. Dengan kekuatan cinta itu kita menjalani segal perintah-Nya dan menjauhi segal larangan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara untuk ma’rifat (kenal) dan mahabbah (cinta) kepada Allah.. Diantaranya menurut Dr. Irwan Prayitno dalam buku kepribadian muslimnya adalah dengan akal dan fitrah, pendengaran dan penglihatan, alam semesta, binatang, manusia dan hewan, pengenalan jiwa serta mukzizat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan panjang kita dapat melihat alam semesta terbentang indah, tersusun rapi. Siapakan yang membentangkan dan menyusun itu semua. Adalah tangan manusia mampu melakukannya jika tidak ada Zat yang melakukannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak sarana untuk mengenal Allah, hanya saja sejauh mana keinginan kita mengenal kebesaran Allah. Memang Allah tidak mungkin dilihat secara fisik, tetapi kebaradaanya dapat kita rasakan dalam setiap tarikan nafas kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada orang yang mengenal diri kita kecuali kita sendiri ! Apabila kita melihat ke dalam diri dan belum menemukan sesuatu yang sesuai, maka sebenarnya kita sedang mencari identitis Coba renungkan sejenak tentang beberapa hal berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana anda datang? &lt;br /&gt;Kemana anda pergi? &lt;br /&gt;Apakah tujuan anda berada dalam dunia fana ini? &lt;br /&gt;Apakah sebenarnya bahagian dan apakah sebenarnya derita? &lt;br /&gt;Apakah kekuatan anda? &lt;br /&gt;Apakah kelemahan anda? &lt;br /&gt;Apakah cita-cita anda? &lt;br /&gt;Apakah kehendak anda?&lt;br /&gt;Apakah kekuatan andada? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mampu menjawabnya, maka dapat dikatakan kita mengenal sepenuhnya diri dan hakikat kehidupan kita. Tapi tidak jarang manusia amat kesulitan menjawab pertanyaan itu. Kita perlu menyediakan waktu sejenak mererungi keberadaan kita, mengenali tidak saja secara fisik diri kita, tetapi juga segala faktor eksternal dan internal diri yang akan menghantarkan kehidupan kita kepada sebuah titik terbaik tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah menganalisis secara jujur perilaku, tabiat dan kepribadian kita. Hati nurani akan berkata jujur. Bila kita temukan kekurangan tidak ada salahnya kita mencoba memperbaiki diri. Bertanya kepada orang lain merupakan langkah yang positif untuk mengenali lebih jauh diri kita. Penilaian kita dan orang lain akan membantu kita menjadi manusia yang mendekati kepada sifat malaikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki dan senantiasa melakukan perubahan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup ini. Karena perubahan tidak selalu memperbaiki sesuatu, tetapi untuk menjadi lebih baik kita mesti berubah. Proses pengenalan diri tidak boleh berhenti pada sebuah titik jenuh. Tidak ada batasan dalam tempat ruang dan waktu. Kenalilah terus diri kita, temukan segala potensi dan kekurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadari hakikat keberadaan diri kita di dunia. Jika kita memahami itu semua, maka mata hati kita akan mudah terbuka mengenali Rabb yang menciptakan kita.Tidak ada lagi hijab yang aka nmebatasi ruang diskusi kita dengan–Nya. Yang ada adalah bagaimana kesungguhan kita memanfaatkan segala potensi yang ada dan meminimalisir segala kekurangan untuk tetap dekat dengan Allah, mengapai cinta-Nya, bekerja ikhlas untuk-Nya. Insya Allah kehidupan kita tidak akan sia-sia. Kita aka nmenjadi manusia yang produktif, prestatif, inovatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji: dari berbagai sumber. &lt;br /&gt;Yesi Elsandra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kafemuslimah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-7288453426918987031?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/7288453426918987031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/mengenal-lebih-jauh-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7288453426918987031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/7288453426918987031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/mengenal-lebih-jauh-diri-sendiri.html' title='Mengenal Lebih Jauh Diri Sendiri'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SbifvYY_UXI/AAAAAAAAAQw/E1N2P92OXaE/s72-c/solitude.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-8225844457260939412</id><published>2009-03-05T12:42:00.001+07:00</published><updated>2009-03-05T12:45:05.801+07:00</updated><title type='text'>Ada Apa Dengan Hati Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sa9msfXsI1I/AAAAAAAAAQo/rfNRjDDsYTQ/s1600-h/4.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sa9msfXsI1I/AAAAAAAAAQo/rfNRjDDsYTQ/s200/4.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309575400214242130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Az-Zariyat : 21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri Manusia  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alqur’an telah banyak menyibak tentang apa dan siapa manusia sebenarnya. Namun ungkapan ini tidak akan menjadi suatu kesadaran apabila perasaan jiwa tidak pernah dibawa ke alamnya secara nyata. Atau dengan kata lain kita tidak mau menilik yang mana diri kita sesungguhnya. Bukan dengan teori-teori tasawuf atau psikologi yang sulit dimengerti yang kita butuhkan. Melainkan dimulai dengan yang sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang bayi yang lahir dengan proses alami. Ia lahir bukan karena permintaan atau kehendaknya. Ia tidak mengerti untuk apa dilahirkan. Ia tidak punya apa-apa bahkan telanjang dan malupun tidak punya. Lantas sekelilingnya memberikan kesadaran secara bertahap. Mulai dari pemberian nama, identitas kelamin dan batasan kesadaran yang sangat sempit. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia dikenalkan dengan dirinya bahwa namanya si Anu dan jenis kelaminnya laki-laki. Diajarkannya pula nama-nama anggota tubuhnya, ini kepala ada mata, telinga, hidung, mulut, ini tangan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran ini membuat terikat kepada sebatas apa yang ia terima dan ketahui. Sehingga sang diri terbelenggu dan tersesat dalam ketidaktahuan siapa yang sebenarnya diri ini. Ada sebuah ungkapan “barang siapa mencintai sesuatu maka ia akan menjadi hambanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tembang ilir-ilir Kanjeng Sunan Ampel Rahmatullah, dodot atau pakaian adalah sesuatu yang menimbulkan ikatan pada jiwa seseorang. Menurut filsafat, pakaian adalah sesuatu yang menempel mengikat (binding) dalam jiwa manusia. Jika manusia melakukan sikap yang binding dengan dunia sekelilingnya, jiwanya akan terkungkung dan kesadarannya akan terbelenggu. Oleh karena itu dalam hidupnya manusia harus selalu berusaha melakukan unbinding terhadap dunia sekitarnya. Maksudnya manusia harus mulai menyadari keterbatasan dirinya dimana selama ini kita “dijerumuskan” oleh pengetahuan yang kita dapat, bahwa diri ini hanya sebatas pada mata, telinga, tangan, kaki serta anggota tubuh lain yang kelihatan. Mari kita perhatikan tentang apa sebenarnya tubuh ini, diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Diri  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bertauhid pembahasan tentang hati merupakan agenda utama. Tujuannya agar bisa menghubungkan diri kepada Allah. Untuk itu perlu penyelarasan dari ilmu tauhid dan syariat yang sebelumnya (oleh kebanyakan orang) telah dipelajari. Dalam sebuah kata-kata hikmah (bagi sebagian ulama ini dikatakan sebagai hadits dari Rasulullah SAW), bahwa : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Man 'Arofa Nafsahu faqod 'Arofa Rabbahu", artinya : "Barangsiapa mengenal dirinya (nafsahu) maka ia akan mengenal Tuhannya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya mengenal diri karena pengenalan terhadap diri merupakan syarat mutlak untuk dapat mengenal Allah yang merupakan awalnya beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Sahabat yang kualitas batinnya terdidik langsung Rasulullah SAW, Imam Ali r.a. Tajjul Arifin (Mahkota Ilmu) mengatakan bahwa : "Awwaluddin Ma'rifatullah", artinya : “Awal dari agama adalah mengenal Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mengenal langit, bumi, bintang, jagat raya, alam semesta seisinya. Bukan mengenal ciptaan Allah tetapi mengenal Yang menciptakan. Bukan mengenal tanda-tanda kebesaran Allah, tetapi Yang punya tanda. Untuk dapat mengenal Allah kita harus mengenal diri (An-Nafs) terlebih dahulu. Dari sini akan dapat diketahui esensi diri yang sebenarnya dan merupakan awal dari seseorang beragama dengan haq. Pengenalan kepada diri merupakan kunci untuk mengenal Tuhan, bahkan tujuan pengetahuan itu sendiri adalah untuk mengenal diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri manusia dapat dilihat secara inderawi dengan perilaku dan perangainya. Dari seseorang berperilaku, seseorang berperangai, merupakan cerminan dari hatinya. Sehingga untuk mengenal diri kita, kita harus memulainya dengan mengenal hati (qalb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia sering tidak menyadari realitas dirinya sendiri. Ia memandang tubuh fisiknya sebagai esensi dari dirinya sendiri dan lupa pada sifat abstrak dari hati spiritual. Manusia terlalu disibukkan dengan memberi makanan pada tubuh fisiknya untuk memenuhi hasrat-hasrat inderawinya, padahal sesungguhnya di tempat inilah ia harus menyiapkan bekal untuk hari akhir kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud hati dalam hubungannya hubungannya dengan Sang Pencipta adalah hati ruhaniah. Hati jenis inilah yang merasa, mengetahui serta mengenal. Disebut pula hati latifah (yang halus) atau hati Robbaniyyah karena ia berhubungan dengan sifat-sifat ketuhanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati inilah yang merupakan tempat untuk mengenal Allah (ma’rifatullah) agar dapat beriman kepada Allah. Ma’rifat yang merupakan ilmu pengenalan terhadap Allah, tidak mungkin dapat dilakukan jika kita tidak mengenal hati dan tidak mengetahui dimana letak hati (qalb). Dalam literatur barat sendiri penggunaan istilah-istilah seperti heart, soul, spirit, mind, dan intellect sering campur aduk ketika berbicara mengenai persoalan-persoalan yang berhubungan dengan konsep jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu ..." (QS. 49:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, ...". (QS. 49:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Mereka itulah orang-orang dimana Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka ..." (QS. 58:22) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan lebih dari itu, dalam hadits Qudsi dikatakan: "...Tidak akan cukup untuk-Ku bumi dan langit, tetapi yang cukup menampung-KU hanyalah hati (qalb) hamba-Ku yang mukmin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan hatilah, seseorang dapat merasakan iman, dengan hatilah seorang hamba dapat mengenal Rabb-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang halus itulah hakikat manusia yang dapat menangkap segala rasa, dan ia mengetahui serta mengenal segala sesuatu. Hati inilah yang jadi sasaran pembicaraan, yang akan disiksa, dicerca dan dituntut. Karena eratnya hubungan antara hati jasmani dan hati rohani itu, sehingga kebanyakan akal manusia menjadi bingung untuk membedakannya. Hubungan kedua hati itu seperti halnya sifat dengan jisim yang disifati, atau seperti benda yang dijadikan perkakas dengan sifat perkakasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang tidak mudah untuk mengatakan bahwa dia telah beriman sebelum mengetahui ilmu tentang hati. Sebagaimana pengakuan orang Arab yang mengatakan bahwa dirinya telah beriman tetapi langsung dibantah oleh Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang Arab Baduwi itu berkata : “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka) : “kamu belum beriman, tetapi katakanlah “kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasulnya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun amalanmu..” (QS. Al-Ahzab : 14). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatilah yang diterima disisi Allah, apabila ia selamat atau terhindar dari hal-hal selain Allah dan sebaliknya, ia pula yang terhijab atau terdinding dari Allah, apabila ia tenggelam dalam-hal-hal selain Allah. Hatilah yang akan dituntut, dijadikan sasaran pembicaraan dan cercaan dan ia pula yang berbahagia dengan mendekat kepada Allah. Akan menanglah orang yang mensucikan hatinya dan sebaliknya ia akan kecewa dan celaka jika ia mengotori serta merusak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Hati Harus Dibersihkan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh akan memperoleh kemenangan (beruntunglah) orang-orang yang membersihkan (hati) nya dan merugilah orang-orang yang mengotorinya” (QS. Asy Syamsi : 9-10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih,...” (QS. Al-Baqarah : 10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya syaitan mengalir dalam diri manusia melalui urat-urat darahnya, dan mendirikan markasnya dalam dada manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya di dalam tubuh anak adam itu terdapat segumpal daging, yang apabila bersih ia maka akan bersihlah semuanya dan apabila rusak (kotor) ia maka rusaklah semuanya”, kemudian para sahabat bertanya ”Apakah itu ya Rasulullah? ketahuilah bahwasanya ia itulah hati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist ini Rasulullah menekankan betapa pentingnya untuk selalu berusaha membersihkan hati, membersihkan hati bermakna menghapus darinya kecintaan pada dunia dan hal-hal duniawi serta menghilangkan daripadanya segenap kesedihan, kedukaan, kekhawatiran, kecemasan, dan takut atas segala sesuatu yang tidak berguna. Dalam kaitan hati ini para ulama berpandangan bahwasanya semakin manusia tenggelam dalam berbagi urusan duniawi dan sibuk dengan berbagai hal-hal materiil maka ia semakin beroleh banyak kesulitan dan akan bertambah pula beban yang ditanggungnya. Semakin ia memanjakan badannya dengan dan terus-menerus memperhatikan penampilannya maka keadaan mentalnya akan semakin memburuk, kemampuan spiritualnya akan semakin memudar, kesucian dan kecemerlangan hatinya kehilangan semangat, noda dan kegelapan pun semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya mensucikan hati dari pengaruh duniawi dan menerapkan pola hidup zuhud menjadi salah satu syarat yang mesti dipenuhi. Menjauhkan diri dari segala sesuatu selain Allah adalah salah satu jalan/cara untuk menuju Allah. Pengertian menjauhkan diri dari segala sesuatu selain Allah bukanlah berarti seseorang itu meninggalkan kehidupan duniawinya, tetapi bagaimana seseorang itu tidak menaruh duniawi dalam hatinya melainkan dalam tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abdul Qodir Jailani menjelaskan dalam kitab “Al-fath Rabbany” hal. 90:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mensucikan hati sehingga tidak ada sesuatu di dalam hati itu melainkan Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang menaruh dunia dalam hatinya ketika kehilangan hal-hal duniawi akan goncanglah jiwanya dan semakin terpuruklah keadaannya seolah-olah dunia sudah berakhir, tapi seseorang yang menaruhnya dalam genggaman tangannya tatkala kehilangan pun ia akan lebih bisa memahami bahwasannya di alam dunia itu tidak akan kekal dan akan timbul satu sikap optimis bahwa dia akan mampu untuk meraihnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pembersihan hati adalah untuk melatih jiwa agar dapat masuk dalam dimensi Ketuhanan yang Maha Latif (halus). Indah tidaknya pandangan batin seseorang akan sangat tergantung dari sejauh mana ia mampu membersihkan hatinya. Hati adalah makhluk Allah yang paling jujur dan sebagai tempat untuk dapat berhubungan kepada Allah. Dan Allah tidak melihat perbuatan kita, juga amal kita, tetapi yang pertama-tama dilihat dan diperiksa oleh Allah adalah hati kita, apakah ada ilmunya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatilah yang pada hakekatnya ta’at kepada Allah Ta’ala, sedangkan ibadah yang dikerjakan oleh anggota badan itu adalah penjelmaan dari cahaya hati. Sebaliknya hati pulalah yang ingkar dan durhaka kepada Allah Ta’ala, sedangkan kejahatan-kejahatan yang terjadi pada anggota badan itu merupakan pantulan sinar gelap yang ada di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan bersinarnya hati akan muncul kebaikan-kebaikan lahiriah dan dengan gelapnya hati akan muncul pula kejahatan-kejahatan, sebab tiap-tiap bejana (tempat) itu terkena percikan dengan apa-apa yang ada di dalamnya. Hati adalah bagaikan sebuah cermin yang telah diliputi oleh hal-hal yang membekas dan bekas itu secara bersambung akan sampai kepada hati, adapun bekas-bekas yang terpuji akan membuat cermin hati semakin mengkilap cemerlang, bercahaya dan terang-benderang sehingga berkilauanlah kebenaran yang nyata di dalam hati dan terbukalah hakikat segala sesuatu yang dituntut oleh agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada hati semacam inilah yang diisyaratkan oleh Rasulullah SAW : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah akan menjadikan untuknya penasihat dari hatinya” (HR.Abu Manshur ad-dailami dengan sanad yang baik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mempunyai penasihat dari hatinya maka Allah akan memeliharanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau hati tidak dibersihkan? Allah mengancam dalam Al-qur’an : “Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekufuran mereka, dan mereka mati dalam keadaan kufur”. (QS. At.Taubah : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Letak Hati?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pentingnya kita membersihkan hati. Ikhlas, iman, dan taqwa adalah efek yang timbul jikalau hati seseorang itu bersih dan sebaliknya iri, dengki, hasad, ria, dsb timbul jikalau hati seseorang itu kotor. Untuk itu hati harus senantiasa dibersihkan sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Walaupun berbagai kalangan telah banyak menyampaikan mengenai soal hati atau Qalbu tetapi pernahkah kita sadari bahwa sebenarnya hanya berputar dalam teori hati, dalam arti kita hanya mempelajari efek dari bersih dan kotornya hati, tetapi tidak pernah kita mengetahui dimana sesungguhnya letak hati itu dan bagaimana cara untuk membersihkannya? Apakah mungkin kita dapat membersihkan sesuatu jikalau kita tidak mengetahui dimana letak sesuatu itu dan bagaimana cara membersihkannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Membersihkan Hati  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda : “Segala sesuatu ada pembersihnya, dan alat pembersih hati adalah berzikir kepada Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan iman di dalam hati itu adalah seperti sayur-sayuran yang tumbuh subur karena air yang bersih sedangkan perumpamaan nifak di dalam hati itu adalah seperti luka yang menjalar karena nanah. Maka dimana di antara kedua hal tadi yang menang maka itulah yang akan menguasai hati seperti sabda Nabi SAW : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hati orang mukmin itu bersih di dalamnya ada lampu yang bersinar dan hati orang kafir itu hitam dan terbalik ”(HR. Ahmad &amp; Thabrani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perumpamaan air bagi sayuran tadi (hati) adalah zikir kepada Allah. Jalan untuk dapat mencapai kebersihan hati seperti di atas adalah dengan banyak-banyak mengingat Allah (zikrullah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allalah hati itu dapat menjadi tenang (bersih)” (QS. Ar-Ra’d : 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah Tuhanmu di dalam hatimu” (QS. Al-A’raf : 204).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (QS.Al-Hadiid : 16). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mengingat Allah dalam hati (khofi) akan memperoleh pahala yang lebih besar daripada mengingat Allah dengan lidah, seperti sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Zikir yang paling baik adalah zikir khofi (dalam hati)” (HR.Baihaqi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati dan Akal  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-qur’an dijelaskan bahwa hati adalah salah satu alat untuk berfikir (aql), karena aql mengandung arti mengerti, memahami, dan berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi lalu mereka mempunyai qalb (hati) yang dengan itu mereka dapat memahami atau telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi hati yang ada di dalam dada” (QS.Al-Hajj :46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya kami jadikan isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qalb (hati) tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah)” (QS.Al-A’raf:179) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qusyairi perbedaan hati dan akal yaitu akal tidak dapat memperoleh pengetahuan yang sebenar-benarnya tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : “Janganlah berpikir (menggunakan akal) dalam Dzatullah tetapi berpikirlah kepada ciptaannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini Rasul sudah menjelaskan bahwa akal itu mempunyai keterbatasan di dalam mengenal Tuhan dan ia (akal) tidak akan sampai kepada pengenalan yang sesungguhnya terhadap Tuhan. Mengenai hal ini secara nyata kita dapat belajar dari i’tibar Nabi Ibrahim AS yang mencoba mencari dan mengenal Tuhan melalui akal dengan memperhatikan alam semesta dan benda-benda ciptaan Tuhan. Nabi Ibrahim memperhatikan jagat raya, matahari, bintang, langit dan seisinya sebagai ciptaan Tuhan. Usaha keras tersebut ternyata sia-sia karena Ibrahim AS tidak menemukan dimana Tuhan. Oleh karena itu melalui hatilah dapat diketahui dan dikenal segala hakikat yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiadalah berdusta apa-apa yang dilihat oleh hati” (QS. An-Najm : 11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikata setan-setan itu tidak menutupi lensa batin anak Adam, niscaya mereka dapat melihat kepada Alam Malakut yang ada di langit” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat di Dalam Hati  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ibadah tidak akan sah tanpa niat di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap amalan itu di mulai (dinilai) dari niat dan niat itu ada di dalam hati”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para imam mujtahid sepakat bahwasanya aktivitas raga tidak akan diterima tanpa disertai aktivitas hati, sedangkan aktivitas hati tetap akan dinilai (diterima) meskipun tanpa aktivitas raga. Andaikata tidak demikian adanya maka iman juga tidak akan diterima karena fardhu iman ialah diucapkan dengan lidah dan dibenarkan dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mencatat keimanan di dalam hati mereka”. (QS.Al-Mujadalah : 22) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka itu adalah orang-orang yang dicoba hatinya oleh Allah untuk takwa” (QS.Al-hujurat:3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah ditanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah! siapakah orang yang terbaik itu? maka beliau menjawab : yaitu orang mukmin yang bersih hatinya, maka ditanyakan lagi : apakah artinya orang yang bersih hatinya itu wahai Rasulullah? beliau lalu menjawab : ialah orang yang takwa, bersih tidak ada kepalsuan padanya, tak ada kedurhakaan, pengkhianatan, dendam dan kedengkian”. (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Sabdanya lagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ilmu itu letaknya di dalam dada (hati) bukan pada tulisan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Mochamad Bayu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : milis daarut tauhid at yahoo dot com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-8225844457260939412?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/8225844457260939412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/ada-apa-dengan-hati-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/8225844457260939412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/8225844457260939412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/03/ada-apa-dengan-hati-manusia.html' title='Ada Apa Dengan Hati Manusia'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/Sa9msfXsI1I/AAAAAAAAAQo/rfNRjDDsYTQ/s72-c/4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-9205237657636352554</id><published>2009-02-11T12:24:00.001+07:00</published><updated>2009-02-11T12:26:37.800+07:00</updated><title type='text'>Menangis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SZJhaXGIwkI/AAAAAAAAAQQ/GFAWcySisyA/s1600-h/tear3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SZJhaXGIwkI/AAAAAAAAAQQ/GFAWcySisyA/s200/tear3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301406816872743490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Alloh, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dan menangis.' (QS Maryam: 58) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis, sebuah aktifitas yang pertama kali kita lakukan ketika kita dilahirkan --seiring dengan berpindahnya kita dari alam kandungan ke alam dunia. Kita sudah tidak ingat lagi 'peristiwa penting' itu. Sejak kecil tak terhitung sudah berapa kali kita manangis. Menangis merupakan ungkapan kesedihan dan bisa pula sebaliknya, merupakan ungkapan kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menangis adalah naluri, fitrah manusia yang sekaligus nikmat dari Alloh SWT. Ada orang yang gampang sekali menangis. Perasaannya sangat sensitif dengan keadaan sekitarnya. Menangis ketika harus berpisah dengan orang yang dicintai, menangis ketika mendengar cerita atau berita yang menyedihkan, menaggis tatkala melihat kesengsaraan hidup orang lain. Sebaliknya, Ada orang yang air matanya susah keluar dari kelopak matanya. Kalaupun harus bersedih karena ditinggal seorang yang ia cintai, tapi ia tidak sampai menangis. Bukan karena tidak merasa kehilangan, tetapi karena ia memang susah menangis. Hatinya tidak sepeka golongan sebelumnya. Adapula yang tidak bisa menangis karena memang hatinya keras membaja walaupun ditimpa musibah apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika persiapan perang Tabuk tengah digelar, ada tangisan istimewa yang tidak lazim dari kebiasaan manusia pada umumnya. Perang menghadapi tentara kuat Romawi yang berlangsung saat musim panas ini memaksa setiap sahabat yang ikut untuk memiliki kendaraan masing-masing. Sebab, jarak yang begitu jauh, untuk berjalan kaki rasanya tak mungkin. Di antara kaum miskin yang tak punya tunggangan itulah muncul tangisan sesal. Segolongan sahabat Rasul (menurut riwayat lain 7 golongan) pimpinan Abdullah Al-muzani terpaksa kembali karena Rasulullah menyatakan tidak berhasil membantu memberi mereka tunggangan. Alloh telah mengabadikan tangisan istimewa itu dalam firmannya di Surah at-Taubah: 92: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dan tidak ada dosa atas orang-orang yang datang kepadamu supaya kamu beri kendaraan lalu kamu berkata, 'Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawa kamu.' Mereka kembali sedang mata mereka melelehkan air mata karena kesedihan, karena mereka tidak memperoleh apa yang mereka nafkahkan.' (QS at-Taubah: 92) (riwayat selengkapnya silahkan merujuk pada Tafsir Ibnu Katsir II/402).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis mereka ini tentu bukan sembarang tangis. Ini tangisan langka. Di tengah banyaknya orang minta izin tidak ikut berperang dengan berbagai alasan (QS At-taubah: 81), justru mereka bersedih karena tidak bisa bergabung dengan pasukan Islam. Di saat banyak orang takut mati (QS. Ali Imran: 167-168), mereka malah menyesal kehilangan kesempatan untuk mati. Bagi mereka, perang memang bukan momok yang menyeramkan, justru inilah cita-cita tertinggi mereka, syahid di jalan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisan iman tidak sama dengan tangisan cengeng. Tangis iman itu terjadi ketika seorang hamba sangat merindukan pertemuan dengan Alloh SWT, tangisan pada saat kehilangan kesempatan menjalankan perintah agama. Sedangkan tangisan cengeng terjadi ketika seseorang kehilangan harta yang dicintainya. Alloh amat menyukai jenis tangisan yang pertama dan tidak terhadap yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tangis karena rindu, ada juga tangis karena khusyu'nya hati dalam dzikir kepada Alloh. Tangis seperti ini banyak dibahas dalam al-Qur'an maupun sunnah. Tangisan ini tentu saja tidak bisa direkayasa, karena lahir dari pikiran yang bersih dan hati yang bening. Kedudukannya sama dengan tangis iman di atas. Ketika menjelaskan orang-orang yang mendapatkan kenikmatan besar dan menjadi orang-orang yang terpilih, Alloh menyebut mereka sebagai orang yang senantiasa bersujud dan menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berfirman, 'Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Alloh, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dan menangis.' (QS Maryam: 58). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.'' (QS al-Israa: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula tangis bahagia. Tangis jenis ini lahir di saat suasana bahagia yang diselimuti rasa haru, ketika berjumpa dengan orang-orang tercinta, berkumpul bersama keluarga dalam suasana hari raya, ketika mendapatkan nikmat besar, kemenangan dalam suatu perjuangan (baca: pertandingan), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tangis ikut-ikutan, milik orang yang hanya bisa menangis ketika orang-orang di sekelilingnya menangis. Ia tidak bisa menangis ketika sendirian, melainkan ia bisa menangis kalau bersamaan dengan suatu jamaah, di dalam sholat, istighatsah, muhasabah, mendengarkan bersama tilawah, dsb. Terkadang ia tidak tahu maksud dan arti bacaan sang imam, ia hanya terharu mendengar 'nada tinggi' sang imam dan tangisan jamaah yang lain. Pada dasarnya ia menangisi (baca: menangis karena) tetangganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, ada tangisan palsu. Ia mencucurkan air matanya bukan karena Alloh melainkan karena manusia, agar mereka menyangka bahwa ia adalah orang yang khusyu' dalam sholat, tilawah dan do'anya, orang yang mudah tergugah dengan ayat-ayat-Nya. Sungguh rugi orang yang demikian, menyangka tangisannya berbuah surga, malah sebaliknya mendapatkan murka. Para ustadz, huffadz, qari', imam sholat dan pemimpin muhasabah adalah kelompok yang paling rawan dihinggapi penyakit ini jika tidak berhati-hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam Jum'at kita sering menyaksikan diri dan sahabat-sahabat sekeliling kita menangis ketika dilangsungkan tadabbur ayat, muhasabah atau qiyamul-lail. Hampir semua yang hadir menangis baik dengan hanya sedikit mengeluarkan air mata, tersedu-sedu hingga isakan yang teramat keras. Maka, sebuah pertanyaan penting yang harus kita jawab dengan jujur, termasuk jenis yang manakah tangisan kita itu? Wallohu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nuryati yati: yati_yati17@yahoo.com &lt;br /&gt;Assalamu'alaikum, menangis adalah suatu kenikmatan yang sangat2 berharga yang diberikan Alloh kepada umatnya, karena dengan menangis kita bisa menumpahkan segala gejolak hati baik itu duka maupun suka akan kejadian yang kita alami di dalam hidup, namun jangan sampai dengan menangis akan membuat kita makin jauh kepada sang Maha Kuasa dan membuat kita makin tidak mensykuri akan nikmat yang diberikan tapi justru makin kita sadar akan kebesaran-Nya yang tetap kita diberinya cobaan baik itu manis ataupun cobaan pahit,semoga kita masih tetap bisa menangis untuk tetap dekat kepada Alloh SWT.amin.wassalam!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber : alhikmah.com [9.07.2004]  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-9205237657636352554?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/9205237657636352554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/02/menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/9205237657636352554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/9205237657636352554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/02/menangis.html' title='Menangis'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SZJhaXGIwkI/AAAAAAAAAQQ/GFAWcySisyA/s72-c/tear3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1902052456832392156</id><published>2009-02-04T09:18:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T09:21:44.704+07:00</updated><title type='text'>ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYj7pTW_3EI/AAAAAAAAAQI/itc5vNP37ZE/s1600-h/h.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYj7pTW_3EI/AAAAAAAAAQI/itc5vNP37ZE/s200/h.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298761648591330370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;zaf - Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga membuka peluang bagi siapa saja untuk memasuki strata taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan, ikhwan dan akhwat memang harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai wajihah dakwah kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut menjadi catatan, mengapa kader akhwat selalu lebih banyak dari kader ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Dan meski memang hidayah itu dari AllahSubhanahu wa Ta’ala , namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri?&lt;br /&gt;Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa lembaga dakwah, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan. Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da’wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, “Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red),” ujarnya sedih. Nah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan GANTENG&lt;br /&gt;Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. (G) Gesit dalam da’wah&lt;br /&gt;Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. (A) Atensi pada jundi&lt;br /&gt;Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. (N) No reason, demi menolong&lt;br /&gt;Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki olah aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. (T) Tanggap dengan masalah&lt;br /&gt;Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….”&lt;br /&gt;“Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung.&lt;br /&gt;Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan.&lt;br /&gt;“Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. (E) Empati&lt;br /&gt;Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu segera melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. (N) Nahkoda yang handal&lt;br /&gt;Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. (G) Gentle&lt;br /&gt;Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat mereka menyadari adanya asap, barulah akhwat ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da’wah ikhwan-akhwat. Ikhwan dan akhwat adalah partner da’wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Ar rijal Qawwamuna ‘alannisa. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda’wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G). Kita harapkan, semoga semakin banyak lagi ikhwan-ikhwan GANTENG yang menjadi qiyadah sekaligus partner akhwat. Senantiasa berkoordinasi. Teman sejati, ukhuwah di dunia dan di akhirat. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1902052456832392156?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1902052456832392156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/02/ikhwan-ganteng-partner-sejati-akhwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1902052456832392156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1902052456832392156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/02/ikhwan-ganteng-partner-sejati-akhwat.html' title='ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYj7pTW_3EI/AAAAAAAAAQI/itc5vNP37ZE/s72-c/h.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-6933285455640892378</id><published>2009-02-04T09:10:00.002+07:00</published><updated>2009-02-04T09:14:52.949+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Muslimah DIAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYj5fz1ObCI/AAAAAAAAAQA/iVKH7v2ecVg/s1600-h/er.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYj5fz1ObCI/AAAAAAAAAQA/iVKH7v2ecVg/s200/er.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298759286486101026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diam adalah emas...&lt;br /&gt;Sahabat, sering kita dengar ungkapan tersebut. Namun diam seperti apakah yang akan menjadi emas? Tentu bukan diam karena tidak tahu, diam karena lemah, diam karena pasrah, atau diam karena menyerah kalah. Menjadi muslimah diam? Diam apakah yang akan menjadikan seorang muslimah menjadi pribadi unggulan yang dijadikan sebagai figur dambaan umat?&lt;br /&gt;1. Dewasa.&lt;br /&gt;Seorang muslimah dituntut untuk dewasa. Bukan hanya dewasa dari segi fisik atau usia, tetapi dituntut untuk bisa dewasa atau matang dalam sikap dan perbuatan. Seorang ibu dituntut untuk bersikap dewasa dihadapan anak-anak dan keluarganya. Jika seorang muslimah tidak bisa bersikap dewasa, maka ia akan tidak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya, juga dia tidak akan sabar dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang, setiap individu memiliki sisi kekanakan dalam dirinya. Tak masalah, jika usia seseorang masih terbilang muda, atau remaja, tapi pikirannya dewasa, sebaliknya, tak lucu jika seseorang yang sudah dewasa dari segi umur, namun sifatnya masih sangat kekanak-kanakkan. Seorang muslimah pun dituntut selalu berpikiran jernih di setiap kondisi. Semua itu bisa diraih bila muslimah bersikap dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inovatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah dituntut untuk inovatif, selalu mempunyai gagasan dan ide-ide baru hingga segala sesuatu tidak terkesan monoton dan membosankan. Contoh, jika seorang ibu rumah tangga terus-terusan memasak masakan yang sama, tanpa ada inovasi-inovasi, tentu akan membuat anggota keluarganya bosan. Atau tatanan kamar yang sama selama bertahun-tahun, tentu akan membuat kita bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, jika kepala kita sedang penuh masalah, lalu kita rubah interior kamar kita, buang atau simpan barang-barang yang sudah tidak kita perlukan. Insya Allah, suasana baru akan membantu menyegarkan pikiran kita. Atau juga, jika kita memiliki beberapa pakaian lama yang masih bagus, kita bisa memperbaharuinya dengan menambah atau mevariasikannya dengan baju-baju lain atau dengan beberapa aksesoris, sehingga terkesan baru. Akan banyak hal-hal baru yang terciptakan yang akan membuat perubahan dalam hidup kita jika selalu berfikiran inovatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Alami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikaplah wajar, alami, tidak dibuat buat. Berperilaku wajar dan alami tidak dibuat-buat. Berdandan wajar, alami tidak terlalu menor. Karena kadang segala sesuatu yang berlebihan malah membuat sesuatu jadi tidak enak dipandang. Segala sesuatu yang alami tak akan pernah lekang ditelan jaman. Biarkan segala sesuatu berjalan apa adanya, sesuai kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyejukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah haruslah jadi penyejuk bagi suami juga keluarganya. Seperti yang dilakukan Bunda Khadijah saat Rasulullah SAW ketika beliau mendapat wahyu pertama. Siti Khadijah menenangkan beliau. Siti Khadijah juga yang setia mendampingi Rasulullah SAW dalam setiap langkahnya. Seorang istri haruslah bisa jadi penyejuk dalam setiap langkah suaminya, penerang dalam gelapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslimah harus bisa jadi penyejuk di tengah lingkungannya, jangan sampai jadi pemanas suasana. Banyak wanita yang menghabiskan waktunya untuk bergosip, membuat suasana menjadi panas. Seorang istri harus dengan sabar mendampingi suaminya, karena banyak rumah tangga yang suasananya menjadi panas, hanya karena si istri menuntut terlalu banyak dari suaminya. Sudah banyak diriwayatkan, bahwa sebagian besar pengisi neraka adalah wanita. Na'udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu juga harus selalu jadi penyejuk bagi anak-anaknya, menjadi pendengar yang setia dari setiap keluhan yang diceritakan anak-anaknya, dengan memberi thausiyah-thausiyah yang menyejukkan kalbu. Subhanallah, alangkah indahnya jika seorang muslimah bisa menjadi penyejuk pandangan setiap insan, terutama keluarganya. Dimana ia menjadi tempat yang dicari setiap orang untuk berteduh dari lelahnya, yang akan selalu siap menyambut mereka dengan senyuman yang tulus dan kata-katanya bagaikan embun di tengah gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti muslimah, Saat ini kita terlalu lelah dengan berbagai kondisi yang sering tidak menentu. Maka jadilah antunna sebagai figur dambaan umat, yang dengan DIAM, antunna menjadi muslimah yang selalu dirindukan setiap orang. Wallahu'alam bishshowab. (ayyesha_yahya) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-6933285455640892378?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/6933285455640892378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/02/menjadi-muslimah-diam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6933285455640892378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6933285455640892378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/02/menjadi-muslimah-diam.html' title='Menjadi Muslimah DIAM'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYj5fz1ObCI/AAAAAAAAAQA/iVKH7v2ecVg/s72-c/er.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-305263710701348919</id><published>2009-01-31T00:31:00.003+07:00</published><updated>2009-01-31T00:35:42.861+07:00</updated><title type='text'>Kejujuran melawan Kebohongan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYM6HtJh7PI/AAAAAAAAAP4/izeQSTBOXSI/s1600-h/isfahangraphic139.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYM6HtJh7PI/AAAAAAAAAP4/izeQSTBOXSI/s200/isfahangraphic139.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297141490770898162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan sesama manusia, kejujuran merupakan satu sikap dan sifat yang sangat penting sebab kejujuran ini akan berimplikasi baik terhadap prilaku dan juga produk atau pengaruh dari prilaku itu sendiri. Karena itulah Rasulullah SAW menekankan kepada kita semua agar berlaku jujur dalam semua hal baik jujur terhadap dirinya sendiri lebih-lebih jujur terhadap orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dusta atau kebohongan atau melakukan sesuatu atau sikap dan sifat yang dapat merusak tata hubungan antar manusia itu sendiri. Lebih-lebih kalau kebohongan itu menyangkut publik atau dapat merugikan orang banyak maka implikasi dari pengaruh kebohongan itu sendiri akan sangat luas, karena itu keburukannya pun akan sangat luas. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rasulullah SAW menekankan kepada umatnya agar menjauhi sifat dusta atau bohong, Lebih-lebih kalau kebohongan itu menyangkut kebohongan publik dimana efek buruknya bukan saja akan menimpa pada orang per orang tetapi juga akan menimpa masyarakat secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita terutama dalam pentas kehidupan politik modern, saat ini kebohongan telah menjadi semacam ciri dari kehebatan politik modern, bahkan beberapa kalangan justru kebohongan sengaja ditutup-tutupi untuk memperjuangkan cita-cita atau ambisi kekuasaannya. Maka akibatnya tidak dapat dipungkiri akan dapat melahirkan berbagai macam bencana yang dapat merusak tata kehidupan sosial suatu bangsa atau bahkan juga tata kehidupan sosial ummat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kebohongan ini berupaya mewujudkan sesuatu yang sebenarnya tidak wujud atau yang sebenarnya harus wujud atau ada justru dengan kebohongan itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak ada. Demikian pula misalnya kebohongan itu akan dapat berimplikasi pada penjungkirbalikan nilai-nilai dimana yang haq dianggap sebagai kebathilan dan kebathilan dianggap sesuatu yang haq. Karena itu kebohongan merupakan sesuatu yang mutlak harus dihindari oleh setiap diri kita terutama ketika kita berinteraksi dengan sesama manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikan dari itu kejujuran adalah sesuatu yang harus kita tegakkan, karena implikasi dari kejujuran itu akan mengakibatkan kebaikan. Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa kejujuran akan membawa kepada kebaikan sedangkan kebaikan akan mengantarkan manusia ke surga. Sedangkan kebohongan atau dusta akan menimbulkan keburukkan sedangkan keburukkan akan mengantarkan manusia ke neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan modern, dimana ditemukannya teknologi informasi, sesuatu dapat dijungkirbalikan sedemikian rupa maka kemudian faktor kejujuran yang ada dihati manusia menjadi sangat penting. Artinya ketika kehidupan kita didominasi oleh teknologi-teknologi informasi yang bisa memanifulasi dan membohongi apa saja maka ketika itulah justru kejujuran menempati posisinya yang sangat penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah, jika dalam kehidupan modern ini kejujuran tidak ada pada diri individu manusia maka segala kebohongan akan bisa ditampilkan dengan tampilan yang sangat mempesona sehingga melahirkan paradok-paradok yang implikasinya sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Suara Keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-305263710701348919?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/305263710701348919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/kejujuran-melawan-kebohongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/305263710701348919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/305263710701348919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/kejujuran-melawan-kebohongan.html' title='Kejujuran melawan Kebohongan'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SYM6HtJh7PI/AAAAAAAAAP4/izeQSTBOXSI/s72-c/isfahangraphic139.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-4826576481594222074</id><published>2009-01-10T21:24:00.002+07:00</published><updated>2009-01-10T21:45:37.458+07:00</updated><title type='text'>Hidup Indah Dengan Bersahaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWiy8BV0t7I/AAAAAAAAAPw/h26a-29Ep8M/s1600-h/2329481361_93cf7f4028_o.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWiy8BV0t7I/AAAAAAAAAPw/h26a-29Ep8M/s200/2329481361_93cf7f4028_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289674506568513458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang berbahagia, kecenderungan manusia berperilaku boros terhadap harta memang sudah ada di dalam dirinya. Ditambah lagi perilaku boros adalah salah satu tipu daya setan terkutuk yang membuat harta yang kita miliki tidak efektif mengangkat derajat kita. Harta yang dimiliki justru efektif menjerumuskan, membelenggu, dan menjebak kita dalam kubangan tipu daya harta karena kita salah dalam menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat kita perhatikan dalam hidup keseharian kita. Orang yang punya harta, kecenderungan untuk menjadi pecinta harta cenderung lebih besar. Makin bagus, makin mahal, makin senang, maka makin cintalah ia kepada harta yang dimilikinya. Lebih dari itu, maka ingin pulalah ia untuk memamerkannya. Terkadang apa saja ingin dipamer-pamerkan. Ada yang pamer kendaraan, pamer rumah, pamer mebel, pamer pakaian, dan lain-lain. Sifat ini muncul karena salah satunya kita ini ingin tampil lebih wah, lebih bermerek, atau lebih keren dari orang lain. Padahal, makin bermerek barang yang dimiliki justru akan menyiksa diri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Allah SWT berfirman, "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudaranya setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan-Nya" (QS. Al Israa [17] : 26-27). Dalam ayat lain Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula mereka kikir. Dan adalah pembelanjaan itu ditengah-tengah yang demikian itu". (QS. Al Furqan [25] : 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah kiranya bahwa sikap boros lebih dekat kepada perilaku setan, naudzubillaah. Karenanya, budaya bersahajalah salah satu budaya yang harus kita tanamkan kuat-kuat dalam diri. Memilih hidup dengan budaya bersahaja bukan berarti tidak boleh membeli barang-barang yang bagus, mahal, dan bermerek. Silahkan saja! Tapi ternyata kalau kita berlaku boros, sama sekali tidak akan menjadi amal kebaikan bagi kita. Saya kira hikmah dari krisis ekonomi yang menimpa bangsa kita, salah satunya kita harus benar-benar mengendalikan keinginan kita. Tidak setiap keinginan harus dipenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jikalau kita ingin membeli sesuatu karena ingin dan senang, ketahuilah bahwa keinginan itu cepat berubah. Kalau kita membeli sesuatu karena suka, maka ketika melihat yang lebih bagus, akan hilanglah selera kita pada barang yang awalnya lebih bagus tadi. Belilah sesuatu hanya karena perlu dan mampu saja. Sekali lagi, hanya karena perlu! Perlukah saya beli barang ini? Matikah saya kalau tidak ada barang ini? Kalau tidak ada barang ini saya hancur tidak? Itulah yang harus selalu kita tanyakan ketika akan membeli suatu barang. Kalau saja kita masih bisa bertahan dengan barang lain yang lebih bersahaja, maka lebih bijak jika kita tidak melakukan pembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, biasakanlah untuk senantiasa bersahaja dalam setiap yang kita lakukan. Dan mudah-mudahan dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk menjadi orang yang terpelihara dari perbuatan sia-sia dan pemborosan.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-4826576481594222074?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/4826576481594222074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/saudaraku-yang-berbahagia-kecenderungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4826576481594222074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/4826576481594222074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/saudaraku-yang-berbahagia-kecenderungan.html' title='Hidup Indah Dengan Bersahaja'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWiy8BV0t7I/AAAAAAAAAPw/h26a-29Ep8M/s72-c/2329481361_93cf7f4028_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-1528433717832836356</id><published>2009-01-09T16:31:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T16:47:19.180+07:00</updated><title type='text'>Tahajud Penenang Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcbNkPTMWI/AAAAAAAAAPo/xhjjV42-i3M/s1600-h/TheBookofTahajjudPrayer.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcbNkPTMWI/AAAAAAAAAPo/xhjjV42-i3M/s200/TheBookofTahajjudPrayer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289226207250035042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, ''Dan pada sebagian malam hari bershalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.'' (Al-Israa': 79). Firman Allah ini merupakan salah satu dasar disyariatkannya shalat Tahajud. Dengan begitu, shalat Tahajud sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, shalat Tahajud menduduki posisi kedua setelah shalat wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Shalat yang manakah yang paling utama setelah shalat wajib?'' Rasulullah SAW menjawab, ''Shalat Tahajud!'' (HR Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Dengan demikian, shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar. Shalat Tahajud yang dilakukan di tengah malam&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;di mana kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya dan berbagai aktivitas hidup berhenti, serta suasana begitu hening, sunyi, dan tenang, sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Di samping kondisi eksternal ini, juga terdapat kondisi internal, yaitu sebuah ketenangan yang dirasakan oleh psikis atau batin manusia yang melakukan shalat Tahajud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan dan ketenteraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan shalat Tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam shalat Tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Ini sebagaimana firman Allah SWT, ''(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.'' (Ar-Ra'd: 28). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, dalam hal ini terdapat rumusan hukum imbasan atau sebab akibat (kausalitas). Yakni, bila kita ingin mendapatkan rasa tenang dan tenteram, maka berdekat-dekatlah kepada Dia Yang Mahatenang dan Mahatenteram, agar sifat-sifat itu mengimbas kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, shalat Tahajud yang dikerjakan dengan ikhlas akan mampu mengurangi beban kejiwaan yang sedang menyelimuti seseorang. Allah SWT berfirman, ''Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari.'' (Al-Muzammil: 1-2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata berselimut dalam ayat di atas secara kontekstual dapat diartikan dengan orang yang sedang dirundung masalah: Kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, atau ketakutan karena menghadapi berbagai kemungkinan yang menimpanya. Sebab, ayat tadi turun setelah Rasulullah SAW mulai mendapatkan olok-olok dan ancaman dari kaum Quraisy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Tahajud merupakan kebutuhan dalam menghadapi problem kehidupan. Rasulullah SAW bersabda, ''Kalian harus mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta penangkal penyakit dari badan.'' (HR Tirmidzi). Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-1528433717832836356?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/1528433717832836356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/tahajud-penenang-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1528433717832836356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/1528433717832836356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/tahajud-penenang-hati.html' title='Tahajud Penenang Hati'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcbNkPTMWI/AAAAAAAAAPo/xhjjV42-i3M/s72-c/TheBookofTahajjudPrayer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5969029511101586164</id><published>2009-01-09T16:21:00.003+07:00</published><updated>2009-01-09T16:45:19.073+07:00</updated><title type='text'>Tersenyumlah, bukan Tertawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcX1z4ORbI/AAAAAAAAAPg/oocaBk_h2j8/s1600-h/Blogskin__Islam_by_khai87-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcX1z4ORbI/AAAAAAAAAPg/oocaBk_h2j8/s200/Blogskin__Islam_by_khai87-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289222500596467122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjelang perpisahannya dengan Nabi Musa as, Nabi Khidir as, memberi nasihat, "Hai Musa, janganlah terlalu banyak bicara, dan jangan pergi tanpa perlu, dan jangan banyak tertawa, juga jangan mentertawakan orang yang berbuat salah, dan tangisilah dosa-dosa yang telah kamu perbuat, hai putra Ali 'Imran." (Tanbighul Ghafilin: 192-193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa, tentu saja, bukanlah sesuatu yang dilarang. Siapa saja boleh tertawa selagi ingin. Dengan tertawa menunjukkan, bahwa seseorang sedang dalam keadaan senang. Bahkan tertawa bisa menjadi ilham bagi seorang penulis untuk membuat sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, tertawa dalam pengertian mengeluarkan suara meledak-ledak oleh sebab rasa suka, geli apalagi mengandung unsur menghina seseorang, ini akan lain ceritanya. Tertawa dengan cara seperti itu yang disuruh dihindari oleh Nabi Khidir as.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, tidak didapati dalam ajaran di luar Islam yang mengatur tata hidup sedemikian rupa, hingga masalah kecil seperti tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, "Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. At-Taubah:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa, ...." (HR.Abu Dzar ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak pernah tertawa, kecuali hanya tersenyum, tidak menoleh kecuali dengan wajah penuh (maksudnya: tidak melirik). (Ja'far Auf, Mas'ud dari Auf Abdillah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits di atas, sebagian ulama berpendapat bahwa tersenyum itu hukumnya sunnah, sedang tertawa terbahak-bahak dihukumi makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagi mereka yang tetap ingin sehat akalnya, seyogyanya menjauhi tertawa dengan cara demikian (terbahak-bahak atau meledak-ledak), kata Al-Faqih Abu Laits Samarqandi. Dengan kata lain, orang yang tidak bisa mengendalikan diri dan gemar tertawa-tawa, akan membuat fungsi akalnya terganggu, lengah dan lupa diri, yang berarti membuka pintu bagi syetan untuk masuknya godaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat An-Najm (53): 59-61 Allah memperingatkan, "Apakah dengan ajaran ini, kalian ta'ajub (heran)? Kamu tertawa dan tidak menangis. Sedangkan kalian terlengah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra berkata, "Barangsiapa tertawa di saat berbuat maksiat, maka akan bercucuran tangis di neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa yang berlebihan, termasuk di antara 3 perkara yang menyebabkan hati seorang menjadi bebal dan membatu. Sedang dua penyebab yang lainnya yaitu: belum lapar sudah makan lagi dan gemar omong kosong (bicara ke sana kemari yang tak berguna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita mendapati seseorang yang kesibukannya membuat orang tertawa-tawa, sehingga bukan semata menjadi hiburan hati, tapi sudah mengarah pada membuat orang menjadi lengah dan lupa. Kepada yang berbuat seperti ini Rasulullah SAW memberi peringatan, "Celakalah orang yang berdusta supaya ditertawakan orang lain. Celakalah dia, celakalah dia!" (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terbiasa tertawa-tawa mendapati suasana yang sepi menjadi sunyi, bila tidak kunjung diobati. Sedangkan menurut Yahya Mu'adz Razy sebagaimana dikutip al-Faqih ada empat hal yang dapat menjadi obat bagi mereka yang terkena "penyakit" seperti ini, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk dengan bekerja (memenuhi nafkah) untuk diri dan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa jatah umur yang ada tinggal sedikit, dan akan datang kehidupan baru diakhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan setiap musibah yang menimpa, baik diri keluarga maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu pernah berkata: "Ada tiga hal yang membuatku tertawa: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa melihat orang yang berangan-angan panjang dengan dunia padahal maut tengah mengejarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang lengah sedang maut tak pernah lengah darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta orang yang tertawa dengan mulut yang terbuka penuh sementara ia tidak tahu apakah perbuatannya itu mengandung amarah Rabbnya atau Ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah swt membimbing kita ke arah hidup yang lebih baik. Amien&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5969029511101586164?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5969029511101586164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/menjelang-perpisahannya-dengan-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5969029511101586164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5969029511101586164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/menjelang-perpisahannya-dengan-nabi.html' title='Tersenyumlah, bukan Tertawa'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcX1z4ORbI/AAAAAAAAAPg/oocaBk_h2j8/s72-c/Blogskin__Islam_by_khai87-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-5345194807532525751</id><published>2009-01-09T16:10:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T16:43:34.940+07:00</updated><title type='text'>Antara Kemarin dan Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcWxI83I5I/AAAAAAAAAPY/qEfkYp3HVRQ/s1600-h/100-724807.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcWxI83I5I/AAAAAAAAAPY/qEfkYp3HVRQ/s200/100-724807.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289221320842093458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Ini merupakan Risalah pertama yang berjudul asli "Bainal Amsi wal Yaum" (Antara kemarin dan hari ini) diterbitkan sebelum Perang Dunia Kedua. Meskipun dibuat Asy Syahid lebih dari setengah abad yang lalu, namun isinya masih terasa sangat dibutuhkan oleh ummat Islam, terutama untuk menjembatani `bahasa dakwah' di zaman Nabi SAW dengan bahasa dunia modern hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah Nabi yang Terpercaya&lt;br /&gt;Sejak 1376 tahun yang lalu Muhammad bin Abdullah, seorang nabi yang umi telah berseru di Makkah, di atas Bukit Shafa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian. Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, seorang nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk." (Al-A'raf : 158)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dakwah yang integral itu merupakan garis pembatas di alam semesta ini, pemisah antara hari kemarin yang gelap gulita dan masa kini yang indah sejahtera, serta masa depan yang terang benderang. Dia juga merupakan proklamator yang mendeklarasikan sebuah sistem baru, yang syar'i (pencetus syari'at) nya adalah Allah sendiri, Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muballighnya adalah Muhammad sang pemberi kabar gembira dan ancaman. Ktabnya adalah Al-Qur'an yang jelas dan terang. Para jundi-nya adalah kaum muhajirin dan anshar, dan siapa saja yang ber-itiba' kepada mereka secara ihsan. Sistem itu bukan produk manusia, melainkan shibghah Allah. Adakah shibghah yang lebih baik dari shibghah-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur'an) itu, dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al-Qur'an itu sebagai cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa-siapa saja yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, (yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, kepada Allahlah kembalinya segala urusan." (Asy-Syura : 52 - 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Al Qur'an dalam perbaikan sosial Al-Qur'an adalah kitab yang sarat dengan asas-asas perbaikan sosial yang syamil (utuh, menyeluruh) sejak awal diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., Al-Qur'an mendeklarasikan asas-asas itu dari waktu, sesuai dengan waqi' (realitas) yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya." (Al Furqon 32-33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah telah mengumpulkan untuk ummat ini sebuah penjelasan bagi segala sesuatu, termasuk di dalamnya asas-asas perbaikan sosial yang sempurna. Asas-asas tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rabbaniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Qur'an ini bersifat Rabbaniyah, artinya jauh dari kepentingan rendah manusia yang bersifat egois dan indvidual dan sebaliknya justru bertujuan untuk menempatkan manusia kepada keadaannya yang paling mulia diantara makhluk-makhluk Allah lainnya dalam sebuah harmoni sosial yang sempurna. Karena sifatnya ini, manhaj Qur'an juga tidak mengingkari fitrah manusia dan menghindari manusia dari bahaya bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketinggian kualitas jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj ini mengantarkan manusia kepada sifat-sifat mulia yang mendapakan penghargaan yang tinggi dari Rabbnya. Dengan ketinggian kualitas jiwa yang dicapainya, seorang manusia tidak akan lagi terjebak kepada kepentingan sesaat yang fana dan egois karena mengharapkan imbalan kemuliaan yang ukurannya di luar ukuran duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penegasan terhadap keyakinan adanya jaza' (balasan) atas setiap amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj ini menegaskan bahwa manusia memang berhak atas imbalan atau jaza' atas apa yang diperbuatnya, baik atau buruk. Namun Manhaj ini memperluas batasan jaza' ke waktu yang lebih pasti di mana keadilan pasti tegak karena hakim pada hari itu adalah Hakim yang Maha Agung dan Maha Adil. Jika ketidak adilan di dunia tidak terbalas, maka Keadilan di Akhirat sifatnya lebih Dahsyat dan Tegas, sehingga jika setiap manusia mengetahui apa yang ada di Hari Pembalasan nanti pasti akan lebih memilih pengadilan di dunia dan akan berbuat adil kepada semua orang. Bagi yang dizhalimi di dunia Allah menyediakan pahala sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli sosiologi barat pernah berkata : "Ide tentang adanya akhirat adalah ide yang bagus, sehingga jikapun seseorang tidak percaya akan adanya hari semacam itu, sebaiknya ia hidup seolah percaya akan adanya hari itu. Dengan demikian ia akan hidup berdamai dengan sesama." Jika seorang kafir saja merasa perlu akan `ide' tentang adanya Akhirat demi untuk kedamaian dunia, mengapa seorang Muslim sering melupakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Deklarasi ukhuwah antar sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Qur'an ini mengandung deklarasi ukhuwah yang tidak pernah ada dalam risalah agama lain. Dengan konsep ukhuwah ini setiap manusia diberi bingkai bagaimana bersikap kepada setiap orang sesuai dengan keadaan masing-masing. Konsep ukhuwah dalam Islam bahkan dapat membuat 2 orang yang tidak bersaudara mampu bersikap bagaikan kakak- beradiik bahkan lebih erat lagi, dan sebaliknya konsep Ukhuwah Islamiyah juga menegaskan bagaimana sikap tegas dan adil kita kepada kerabat kita yang ingkar kepada Allah atau berbuat kesalahan. Deklarasi ukhuwah Islamiyah tidak tertipu dengan ikatan-ikatan duniawi yang ditakdirkan Allah sebagai ujian di dunia yang tidak seharusnya dipatuhi jika ikatan tersebut membahayakan akhirat seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bangkitnya laki-laki dan perempuan secara bersama-sama, mengumumkan adanya takaful dan emansipasi serta menetapkan tugas masing-masing secara rinci dan adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui tidak ada sebuah konsep hidup yang manapun selain Islam yang mampu mendudukkan pria dan wanita pada kedudukannya yang sesuai dengan kodrat masing-masing. Dengan kedudukan yang sesuai ini pria dan wanita dapat bekerja sama secara optimal tanpa ada yang menzhalimi dan di zhalimi. Tanpa ada pihak yang meninggalkan atau ditinggalkan dan juga tidak perlu ada pihak lain yang menjadi korban, misalnya anak-anak, masyarakat atau orangtua. Kedudukan setiap individu dalam masyarakat berdasarkan manhaj Qur'ani ini sudah sangat sesuai dengan tuntutan keadilan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj Qur'ani ini diperlengkapi juga dengan perangkat yang sekarang disebut sebagai hak-hak asasi manusia (HAM). Bahkan dalam HAM versi Manhaj Qur'ani ini selain paling lengkap dibanding HAM versi ideologi/sistem hidup lain, juga telah dirinci lagi berbagai Had (hukum pidana dan perdata di masyarakat) dan perangkat hukum lainnya sampai kepada konsep memaafkan dan pembayaran ganti rugi. Sekali lagi kita lihat bahwa Manhaj Qur'ani memang berciri Rabbani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penentuan 2 macam gharizah (kecenderungan) : Kecenderungan untuk memelihara jiwa dan memelihara keturunan serta mengatur berbagai tuntutan terkait dengan makanan dan pemenuhan kebutuhan sexual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha pemeliharaan kesucian jiwa manusia, Manhaj Qur'ani memperlihatkan 2 jalan untuk setiap kecenderungan: Halal dan Haram. Manusia berhak penuh untuk memilih dan juga bertanggung jawab penuh untuk memikul konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tegas dalam memerangi berbagai tidak kriminal dan pelanggaran hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegasan dalam hukum pidana dan perdata dan juga tersedianya konsep bagaimana seorang hakim seharusnya bertindak (ijtihad benar: dapat 2 pahala, salah: dapat 1), bagaimana memperlakukan terpidana (contoh tentang pezina yang dirajam kemudian dinyatakan bahwa ampunan untuknya cukup untuk mengampuni seluruh penduduk Madinah saat itu), pertimbangan-pertimbangan berdasarkan keadilan sosial, semua itu menjadi alasan yang kuat bagi tobatnya kejahatan dan penjahat dalam setiap relung masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Penegasan akan pentingnya wihdatul ummah dan mengkikis habis semua bentuk perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep Qur'ani ini, persatuan ummat didahulukan bahkan dicontohkan oleh para sahabat, hal ini lebih didahulukan dari pada pengurusan jenazah Rasul SAW. Contoh yang diberikan oleh Rasul SAW sendiri adalah bagaimana beliau SAW mempersaudarakan 2 kelompok musuh bebuyutan Aus dan Khazraj. Juga tentang bagaimana ba'da Fathu Makkah Rasul SAW memilih pulang ke Madinah bersama Muhajirin dan Anshar dari pada pulang kampung menetap di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mewajibkan ummat untuk berjihad untuk memperjuangkan prinsip- prinsip al haq yang digariskan oleh sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didunia yang penuh cobaan ini, kekuatan adalah unsur yang tak dapat diabaikan. Selama masih di dunia selalu saja ada kuat ada lemah. Yang kuat selalu saja (merupakan sunnatullah) menang. Konsep Jihad memayungi seluruh ajaran Islam sebagai atap memayungi bangunan. Tak ada gunanya kemenangan fikrah jika tidak dibarengi dengan kemenangan secara faktual (fisik), dan tidak mungkin kemenangan tsb tetap terpelihara jika tidak di jaga oleh kekuatan pasukan yang Ikhlash. Konsep Jihad sekali lagi membuktikan ke-syamil-an Manhaj Qur'ani ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menjadikan daulah sebagai sarana bagi perwujudan dan pemeliharaan fikrah, bertanggung-jawab mewujudkan sasarannya di masyarakat dan mentransformasikannya kepada sekalian manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Manhaj Qur'ani, daulah atau negara memegang peran yang khusus dan penting. Dengan adanya negara yang berdaulat segala hukum dan syari'at Islam ditegakkan dengan wujudnya yang optimal. Negara bertanggung jawab atas tercapainya sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan Dienul Islam, bersama-sama dengan setiap individu dalam masyarakat, juga untuk pemeliharaannya. Baik dari sisi pencapaian maupun pemeliharaan Aqidah, Fikrah dan Syari'at Islam; maupun pencapaian dan pemeliharaan Keamanan, keutuhan, persatuan, keadilan sosial dan kaderisasi ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syi'ar-syi'ar terapan dalam sistem ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nizham (sistem perundang-undangan) Qur'ani berbeda dengan sistem- sistem lain yang dibuat oleh manusia. Semua sistem perundang- undangan buatan manusia hanya berlandaskan teori hasil otak-atik otak manusia yang dha'if dan dibingkai oleh zhon-zhon (dugaan- dugaan) yang kadang benar kadang salah karena tidak merujuk kepada wahyu dari Rabb Semesta Alam. Nizham semacam itu pastilah banyak kekurangan dan seringkali tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata karena tidak sesuai bahkan bertentangan dengan futrah manusia yang telah ditentukan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nizham Qur'ani bukan hanya merupakan sekumpulan prinsip yang sempurna dan menyeluruh (syamil-mutakamil), tetapi juga sanggup untuk hidup di dalam jiwa para penganutnya dan menghidupkan jiwa tersebut dari kematiannya kepada kehidupan yang sempurna. Nizham Qur'ani juga sanggup tampil dalam bentuk yang aplikatif (dapat diterapkan), sesuai dengan segala zaman, segala keadaan dan segala bangsa. Itu semua tertuang dalam amal-amal terapan yang komplit menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia, sejak bangun tidur hingga berangkat tidur lagi, sejak urusan hati sampai urusan jual beli, dst. Syi'ar-syi'ar terapan tersebut juga mengandung nilai nilai yang menyurh manusia ke arah kebajikan dan berita gembiranya (amar ma'ruf dan basyiro) serta melarang manusia menuju ke arah kejahatan dan berita buruk (nahi mungkar dan nadziro). Semua itu kita fahami dalam konsep dosa-pahala. Semuanya menggambarkan batas-batas Islam dan yang selainnya, sehingga tidak ada lagi keraguan atas mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal-amal fardhu terpenting yang oleh sistem ini dijadikan sebagai pijakan untuk menanamkan mabadi' (prinsip-prinsip/ dasar-dasar) nya adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, dzikir, taubat, istighfar dan yang sejenisnya (mengandung do'a/permohonan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaum, 'iffah dan wara' (hati-hati menjaga diri dari kemewahan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat, shadaqah dan infaq di jalan kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajji, siyahah, rihlah mengungkap dan menganalisa alam malakut Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja, mencari penghasilan, dan diharamkannya meminta-minta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad, perang, menyiapkan tentara/militer, dan merawat keluarga dan kepentingan mereka setelah mereka meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar bil ma'ruf dan memberi nasehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahyu `anil munkar dan memboikot pelaku kemungkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal ilmu dan ma'rifah bagi setiap muslim/muslimah dalam berbagai sisi kehidupan sesuai dengan kondisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan muamalah dengan baik dan menjaga akhlaq yang baik/mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan kesehatan tubuh dan menjaga kebaikan indera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solidaritas sosial (yang timbal balik) antara pemimpin dan rakyat yang dipimpin, berupa ri'ayah (dari pemimpin) dan ketaatan (dari yang dipimpin) secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim berkewajiban menepati syi'ar-syi'ar ini dalam keseharian kehidupannya setiap saat sehingga akan tampak atsar- atsarnya dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-5345194807532525751?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/5345194807532525751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/antara-kemarin-dan-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5345194807532525751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/5345194807532525751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2009/01/antara-kemarin-dan-hari-ini.html' title='Antara Kemarin dan Hari Ini'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SWcWxI83I5I/AAAAAAAAAPY/qEfkYp3HVRQ/s72-c/100-724807.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-661665922861814001</id><published>2008-12-12T21:53:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T21:58:48.170+07:00</updated><title type='text'>Apa erti tangisan ini??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SUJ8AmZpnyI/AAAAAAAAAPQ/xFHxlNE6mPE/s1600-h/IMGhttpi24tinypiccom1sl0ex.jpgIM-1.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SUJ8AmZpnyI/AAAAAAAAAPQ/xFHxlNE6mPE/s200/IMGhttpi24tinypiccom1sl0ex.jpgIM-1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278918062981619490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa erti tangisan ini??&lt;br /&gt;11.27.05 (8:14 pm)&lt;br /&gt;Jenis-jenis air mata&lt;br /&gt;Junjungan Mulia Nabi Muhammad s.a.w bersabda;&lt;br /&gt;“Ada 2 biji mata yang tak tersentuh api neraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam.”&lt;br /&gt;“Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah di hari qiamat”……seseorang yang berzikir bersendirian lalu mengenang tentang kebesaran Allah swt lalu bercucuran air matanya.”&lt;br /&gt;“Jika tubuh seseorang hamba gementar kerana takut kepada Allah, maka berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering.”&lt;br /&gt;Berkata Salman Al Faarisi r.a&lt;br /&gt;Aku di buat menangis atas 3 perkara jua :&lt;br /&gt;1) Berpisah dengan Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat.&lt;br /&gt;2) Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Israil datang mencabut nyawanya.&lt;br /&gt;3) Aku tidak tahu samada aku akan di perintahkan untuk ke syurga atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qayyim, terdapat 10 jenis tangisan. Iaitu;&lt;br /&gt;1) Menangis kerana kasih sayang &amp; kelembutan hati.&lt;br /&gt;2) Menangis kerana rasa takut.&lt;br /&gt;3) Menangis kerana cinta.&lt;br /&gt;4) Menangis kerana gembira.&lt;br /&gt;5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.&lt;br /&gt;6) Menangis kerana terlalu sedih.&lt;br /&gt;7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.&lt;br /&gt;8) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.&lt;br /&gt;9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.&lt;br /&gt;10) Menangis orang munafik - pura-pura menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” &lt;br /&gt;(An Najm : 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya tangisan itu sendiri. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumbernya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti….kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis yang tercela dan terpuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula tangisan sangat-sangat di puji dan di tuntut iaitu tangisan kerana menginsafi dosa-dosa yang silam atau tangis kerana takut akan azab dan siksa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata yang tidak di tuntut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukan kah Tuhan yang telah menentukannya.&lt;br /&gt;Janganlah menangis nonton filem hindustan itu kan cuma lakonan.&lt;br /&gt;Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.&lt;br /&gt;Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan mungkin kita kurang membuat persediaan.&lt;br /&gt;Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang bersedekah buat amalan.&lt;br /&gt;Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisan yang memadamkan api Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata taubat Nabi Adam a.s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Adam menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan.Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata,”Manis sungguh air ini.” Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, “Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpanlah air mata-air mata tangisan itu buat bekalan untuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Serulah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.&lt;br /&gt;Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,&lt;br /&gt;Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,&lt;br /&gt;Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,&lt;br /&gt;…..dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-661665922861814001?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/661665922861814001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2008/12/apa-erti-tangisan-ini.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/661665922861814001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/661665922861814001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2008/12/apa-erti-tangisan-ini.html' title='Apa erti tangisan ini??'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SUJ8AmZpnyI/AAAAAAAAAPQ/xFHxlNE6mPE/s72-c/IMGhttpi24tinypiccom1sl0ex.jpgIM-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-6494912410748284960</id><published>2008-12-12T21:39:00.002+07:00</published><updated>2008-12-12T21:47:50.501+07:00</updated><title type='text'>DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SUJ5Pp_RP-I/AAAAAAAAAPI/g8PLybD1LzU/s1600-h/0207.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SUJ5Pp_RP-I/AAAAAAAAAPI/g8PLybD1LzU/s200/0207.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278915023107866594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah swt telah memerintahkan seorang Malaikat berjumpa Iblis supaya dia berjumpa dengan Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahsianya; samada yang disukai mahupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan darjat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.&lt;br /&gt;Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahawa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap ke hadrat Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahsia engkau dan apa-apa yang disoal oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan segala suku-suku anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras"&lt;br /&gt;Demi mendengar sahaja kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sembah Iblis(alaihi laknat),"Ya Rasulullah! Mengapa tuan hamba tidak mejawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka jawab Nabi dengah marah "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau cuba hendak tipu aku sebagimana engkau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutan engkau, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap racun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendita yang telah menanggung sengsara akibat hasutan engkau. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salam engkau saja aku tidak hendak menjawabnya kerana diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendak engkau datang berjumpa aku?"&lt;br /&gt;Sembah Iblis,"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan hamba marah. Kerana tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat kenal akan hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanya hamba sedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah hamba berani sembunyikan." Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata "Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun nescaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu"&lt;br /&gt;Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang aku untuk menyiasat segala perbuatannya agar didengar oleh sekelian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekelian umatku.&lt;br /&gt;Soalan Nabi (1) - "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuh engkau dan bagaimana aku terhadap engkau?" Jawab Iblis - "Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini" Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar kerana ketakutan. Sambung Iblis,"Ya Khatamul Anbiya! Adapun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekelian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak salah sepertinya, kecuali diri tuan sahaja yang tidak dapat hamba tiru kerana ditegah oleh Allah. Kiranya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabutkan iktikad anak Adam supaya menjadi kafir kerana tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekelian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 2 - "Hai Iblis! Betapa perbuatanmu kepada makhluk Allah" Jawab Iblis - "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pehanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, leka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda drp emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika temasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang maruah dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari wang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan galang mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglaah rasa riak, takbur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat."&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 3 - "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikan engkau? Siapa yang melanjutkan usia engkau? Siapa yang menerangkan mata engkau? Siapa yang memberi pendengaran engkau? Siapa yang memberi kekuatan anggota badan engkau?" Jawab Iblis - "Sekelian itu adalah anugerah drp Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takbur menceburkan hamba menjadi sebesar-besar jahat. Tuan lebih tahu bahawa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada sekelian Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yg tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekelian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah mencipta lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekelian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kpd hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba berasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri(Siti Hawa) yg memerintah sekelian bidadari. Hamba bertanbah dengki dan berdendam kepada mereka. Akhirnya dapat juga hamba tipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dihalau dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahsia serta tulisan yg menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat, dgn berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bidaah dan karut-marut. Tetapi apabila tuan lahir sahaja ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahsia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontar dengan anak panah drp api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 4 - "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu akan manusia?" Jawab Iblis - "Pertama sekali hamba palingkan iktikadnya imannya kepada kafir sama ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berjaya juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemahuan jalan hamba"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 5 - "Hai Iblis! Jika umatku sembahyang kerana Allah, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis solat, hilangkan khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya sentiasa mendengar orang brcakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya sentiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kpd kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 6 - "Jika umatku membaca Al-Quran kerana Allah, apalah rasa engkau?" Jawab Iblis - "Jika mereka membaca Al-Quran kerana Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya."&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 7 - "Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, bagaimana rasa engkau?" Jawab Iblis - "Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba kerana mereka telah mencukupkan rukun Islamnya"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 8 - "Jika umatku berpuasa kerana Allah, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kpd hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekelian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menhancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekelian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentera hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami.&lt;br /&gt;Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut berbanding bulan biasa."&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 9 - "Hai Iblis! Bagaimana sekelian sahabatku kepada engkau?" Jawab Iblis - "Sekelian sahabat tuan hamba juga adalah sebesar- besar seteru hamba. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Kerana tuan sendiri telah berkata yang "Sekelian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan lagi, hamba tidak dapat hampir kepadanya inikan pula setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekelian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertua tuan kerana tuan berkahwin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang akan wajahnya kerana dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana sangat takut. Ini kerana imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan, "JIKALAU adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku" kerana dia adalah orang harapan tuan serta pandai membezakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Saidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak boleh hampir, kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. Kerana taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kpdnya kerana Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,"Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid" Saidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut kerana hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka kerana dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menunduk kan kepalanya kepada sebarang berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya". Tambahan pula dia menjadi menantu kepada tuan, lagilah hamba ngeri kepadanya.&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 10 - "Bagaimana tipudaya engkau kpd umatku?" Jawab Iblis - "Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan iaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat" Yang kedua umat tuan seperti tanah iaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk kedalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba hela ke mana sahaja mengikut kehendak hamba. Jadi dia sentiasa bimbang kpd dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba godanya minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia sentiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, cakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuka jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 11 - "Siapa yang serupa dengan engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 12 - " Siapa yang mencahayakan muka engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 13 - "Apakah rahsia engkau kepada umatku?" Jawab Iblis - Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 14 - "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua kerana kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang."&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 15 - "Dengan jalan apa boleh menolak tipu daya engkau?" Jawab Iblis - "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kpd Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya."&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 16 - "Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?" Jawab Iblis - "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 17 - "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya celik di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba ulit dia lena hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zohor, asar, maghrib dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk solat"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 18 - "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?" Jawab Iblis - "Orang yg banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 19 - "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"&lt;br /&gt;Soalan Nabi ke 20 - "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang taat kpd kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan-pakai mereka selama mereka hidup, kerana tuan telah bersabda,'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu' "  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/757632179541904076-6494912410748284960?l=nasyid-intertainment.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/feeds/6494912410748284960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2008/12/dialog-iblis-dengan-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6494912410748284960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/757632179541904076/posts/default/6494912410748284960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nasyid-intertainment.blogspot.com/2008/12/dialog-iblis-dengan-rasulullah-saw.html' title='DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W'/><author><name>Nasyid for dakwah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13185866505782199492</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SvPPdqtXwyI/AAAAAAAAAZo/H1Ls1K7ZITE/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c5hSbW1GAH4/SUJ5Pp_RP-I/AAAAAAAAAPI/g8PLybD1LzU/s72-c/0207.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-757632179541904076.post-3913629098320186936</id><published>2008-12-12T21:32:00.003+07:00</published><updated>2009-11-18T18:20:24.183+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Semakin kuusir semakin ia hadir,&lt;br /&gt;Semakin kulupakan, semakin ia membelenggu fikiran,&lt;br /&gt;Kusedar kini,&lt;br /&gt;HATIKU      MILIKMU...&lt;br /&gt;Biarpun jauh kularikan diri,&lt;br /&gt;                           Namun ia tetap melingkar di tangkai naluri…&lt;br /&gt;Penulis : FATIMAH SYARHA MOHD NOORDIN&lt;br /&gt;                  Editor   : DR. SALBIAH SELIMAN&lt;br /&gt; SINOPSIS&lt;br /&gt;            Umar Al-Mujahid keliru. Hatinya direntap dua cinta berbeza. Sukar untuknya menilai kerana hakikat kedua-dua cinta itu indah di matanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;           Antara cinta yang pasti dan tidak pasti, Umar Al-Mujahid akur pada situasi. Dia memilih cinta yang pasti berbalas daripada seorang gadis jelita. Kehadiran gadis itu benar-benar mengubat luka penantiannya. Dia tidak mahu lagi mengharap pada cinta yang tidak pasti daripada si dia yang dianggapnya tidak sudi. Umar sudah putus asa dengan cinta si dia. Namun, hatinya tak pernah mengerti. Bayangan si dia tetap juga menghantui.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;            Tatkala dunia cinta pilihannya dilalui, suara imannya berbicara. Antara dua cinta yang dicari bukanlah segalanya… Hatinya terkesima pada cinta Allah dan Rasul  yang mengajaknya kembali kepada tarbiyyah dan da’wah yang pernah dilalui. Cinta tarbiyyah dan da’wah, cinta yang cuba diusir daripada hidupnya kerana terlalu kecewa dengan cinta si dia yang tak berbalas. Baginya, tarbiyyah dan da’wah lah orang ketiga yang merampas cintanya. Namun,  tarbiyyah dan da’wah tak pernah kecewa merebut cintanya. Cinta perjuangan itu  memburunya saban waktu dengan perantaraan teman-teman tercinta, terutamanya yang sama-sama menuntut di Sekolah Taman Islam. Rupa-rupanya, cinta Allahlah yang berkuntum segar di sebalik cinta tarbiyyah dan da’wah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            ‘’Hatiku milik siapa?’’ Umar Al-Mujahid terus mencari. Dia mengalami konflik diri kerana kurang persiapan hati untuk menempuh ranjau dan duri di universiti. Akhirnya, suara iman memberikan jawapan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah dilema cinta yang dihadapi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah rahsia dia boleh berinteraksi dengan imannya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah kesudahan cinta Umar Al-Mujahid?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kepada siapa akhirnya diserahkan hatinya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan banyak lagi persolan yang tersimpul dalam episod hidup Umar Al-Mujahid. Rungkaian kepada persoalan-persoalan yang melingkari kisah ini akan membawa pembaca bertanya diri sendiri,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hatiku pula milik siapa?’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian Satu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATIKU MILIKMU&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Bosan! Serabut! Boleh blahlah kau Asiah Yusro…aku tak nak seksa perasaan aku lagi) hati Umar merintih pedih. Penantian itu satu penyiksaan. Bertahun-tahun lamanya dia menanti handsetnya berirama dengan satu mesej  kepastian daripada gadis itu. Bertahun-tahun itu jugalah jiwanya sentiasa resah. Entah bila penantiannya akan berakhir dengan satu jawapan.Entah bila…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, kau nak beli sim card baru, kan?’’ soal Fathil tatkala melihat teman sebiliknya itu asyik membelek-belek handset..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’A’ah!’’ Umar mengangguk ringkas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Beli yang aku punya je lah,’’ tawar Fathil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Separuh harga?’’ acah Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Beres. Kau nak sekarang ke?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tak nak…’’ Umar acuh tak acuh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Cis, buang karen je!’’ bentak Fathil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Bukan tak nak beli tapi tak nak kau main-mainkan aku. Kau nak jual betul-betul ke ni?’’ Umar meragui.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Muka hensem aku ni ada gaya penipu ke?’’ Fathil berwajah serius.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Aku pelik sebenarnya. Bukan ke baru sebulan kau beli sim card tu? Tiba-tiba nak jual, mesti ada apa-apa,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tak sampai pun sebulan…’’ Fathil membetulkan fakta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Habis tu, nak beli yang lain pulak?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Mmm..dah beli pun. Aku sebenarnya nak lari dari mak we aku. Malas nak ada apa-apa kenangan. Aku tak nak dia tahu nombor baru aku,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tiap-tiap malam gayut, tiap hujung minggu asyik dating pun, boleh clash jugak?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Biasalah…lelaki mudah bosan. Seplayboy-playboy aku pun, aku nak cari perempuan baik tau. Dia ni emm…tak kena selera gadis idaman aku lah. Aku malas nak cerita kat kau. Kau tahu apa Umar…tak pernah bermak we,’’ Fathil meluahkan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia sebenarnya cemburu apabila teman wanitanya asyik mendesak dia menceritakan tentang seorang lelaki. Teman wanitanya terlihat lelaki itu membonceng motornya pada suatu petang dan asyik memuji ketampanannya. (Siapa yang tidak cemburu…dan, kau tahu Umar….kaulah lelaki itu)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian Dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Aku bukan jenis mainkan perempuan macam kau…’’ Umar menyindir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Eleh…nak kutuk aku lah tu. Kau tahu tak Umar, aku clash pun sebab aku tak nak mainkan dia lagi. Aku dah syok kat awek lain lah,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ish, awek malang mana lah pulak yang kan jadi mangsa kau kali ni,.. Dasar playboy!’’ sinis mengenakan Fathil sambil tersenyum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Dengki lah tu! Kau mengaku je lah Umar, kau tu tak berani macam aku nak cari mak we. Sampai sekarang tak der mak we. Dayus! Penakut!’’ Fathil pula mengenakan Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Penakut?! Sikit pun aku tak takut lah…aku malas je!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Eleh, cakap bolehlah. Kau kena tunjukkan pada aku, Aku cabar kau tackle Maziah,’’ Fathil tersenyum sinis. Dia yakin Umar akan tewas dengan cabarannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Maziah mana pulak ni?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Classmate aku. Sombong betul dia…buat aku tercabar je. Nanti ada peluang aku tunjuk kat kau. Tapi ingat, aku memang dah syok giler kat dia. Aku suruh kau tackle je, pas tu bagi jalan kat aku,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kau kan mahir bab-bab tackle perempuan ni. Kau je lah tackle dia,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kan betul kau penakut. Malu aku nak ngaku kawan… Kau tahu tak, Maziah ni bukan perempuan spesis biasa-biasa, dia lain sikit lah. Sebab tu kalau kau boleh tackle dia, memang aku tabik kat kau,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hey, aku berani lah! Tapi, buang masa aku je tackle perempuan..’’ Umar menolak cabaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kau ulang lah kata kau berani 1000 kali. Aku tak kan percaya selagi kau tak tunjukkan pada aku. Nah, ambil sim card ni. Kalau berani, aku cabar kau tackle Maziah dengan cara apa sekalipun…’’ wajah Fathil hambar. Dia keluar meninggalkan Umar sendirian. Dia ingin menghabiskan malamnya di cyber café, manalah tahu kalau boleh sangkut dengan mana-mana awek dalam laman chit-chat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Buang masa layan Umar. Jenis budak baik, budak baik juga lah…) bisik Fathil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;           Umar tercabar. Dia mendengus. Simcard  baru diisi ke dalam handset. Sejurus selepas itu, irama handset berbunyi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hello! Fathil…’’ suara lunak seorang gadis menerjah masuk ke gegendang telinga Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Err, hello. Fathil tak der,’’ Umar gugup berhadapan suara itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ah, alasan je tu! Fika tak percaya… Fika nak cakap dengan Fathil, cepatlah…’’ suara itu mendesak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Betul…dia keluar. Sumpah!’’ Umar meyakinkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Dah dekat 1000 kali Fika call, kenapa dia tak angkat?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Sebenarnya, Fathil dah pakai nombor baru. Ni dah jadi nombor saya,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Fika dah agak…dia memang nak larikan diri dari Fika. Tak tahu apa salah Fika…semua jantan memang macam tu, suka permainkan perempuan,’’ suara itu bertukar sebak. Tersentuh hati Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tapi, tak semua….’’ Umar membela kaumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Fika tak pernah jumpa pun….semua lelaki yang Fika kenali tak boleh harap,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Err, suatu hari nanti jumpa lah….’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Huh, entah bila…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Berdoalah pada Allah,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’’Berdoa?’’ gadis itu ketawa terbahak-bahak mendengar saranan Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Aku buat lawak ke?) bisik Umar, keliru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Okeylah. Nanti saya duduk kat sejadah dan berdoa 24 jam. Untung-untung, putera kayangan pun rasa nak turun melamar saya. Okey, bye!’’ gadis itu melawak sambil ketawa lagi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hati Umar bergetar. Inilah kali pertama dia bercakap dengan perempuan melalui telefon. Itupun secara tidak sengaja. Suasana di Sekolah Taman Islamnya dulu tidak pernah memberi peluang dan ruang untuknya mengenali seorang perempuan dengan lebih dekat. Jauh sekali untuk berhubung begini. Kali pertama dia cuba mendekati perempuan sewaktu awal masuk ke universiti. Itupun tak dilayan. Masakan tidak, perempuan itu ialah Asiah Yusro, perempuan yang terkenal dengan waro’ di sekolahnya dulu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suara merdu gadis yang baru dikenali sebagai Fika itu terus terngiang-ngiang di pendengaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Merdu sungguh suaranya., tentu wajahnya pun menawan. Lagipun, Fathil syok kat perempuan-perempuan cantik je. Tapi, kenapa boleh clash pulak?)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Astargfirullah! Fitnah besar pada hati aku ni….)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umar menepis bisikan-bisikan liar yang singgah di hatinya. Tiba-tiba irama handsetnya berbunyi lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hello, Fika ni!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gurlp! Umar menelan liur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hello!’’ balas Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Mmm. Fika lupa nak kenalkan diri tadi. Saudara jugak tak kenalkan diri pun,’’ Umar terlopong. Suara merdu itu benar-benar menggetarkan hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Nama penuh Fika, Nur Syafika bt Amir. Pelajar Kejururawatan. Saudara?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Err…Umar Al-Mujahid bin Muhammad Suyuti,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Wow, machonya nama. Orangnya pun mesti macho…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ish, tak der lah. Biasa je…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Mmm, merendah diri pulak. Awak mesti best. Kalau Fika panggil abang Umar, boleh?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Abang?!’’ Gurlp!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’A’ah….tanda respect Fika, bukanya ada apa-apa. Boleh kan abang Umar?!’&lt;br /&gt;‘’Err…’’ kelu lidah Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Okeylah bang Umar. Fika chow dulu. Nanti Fika call lagi. Kalau rindu Fika, sms lah…miss you my hero! Ummmwah…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gurlp! Sudah ke berapa kali Umar menelan liur. Fikirannya jauh menerawang. Dia cuba membayangkan wajah Fika. Hatinya dibuai bisikan-bisikan asyik tentang seungkap nama Nur Syafika. Suara halus selunak buluh perindu itu terus bermain-main di ingatan. Umar cuba menepis tapi kali ini dia tak berdaya lagi. Suara itu terlalu merdu dan menggoda. Umar mengukir senyum sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian tiga&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          ‘’Umar, kau nak tengok persembahan teater, tak?’’ Fathil mengajak. Kepalanya ligat mengatur strategi untuk mempengaruhi Umar. Dia mesti bijak menjerat Umar agar dia boleh bebas daripada buruan Fika. Baru petang tadi dia diburu lagi oleh Fika dengan pelbagai pujuk rayu. Akhirnya dia menjanjikan sesuatu untuk Fika kerana dia tahu dia tak boleh bebas daripada gadis yang licik itu selagi Umar tak dijadikan penggantinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tak minat!’’ balas Umar. Ringkas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Cis, budak skema! Tak sporting lah kau ni…  Jom lah  Umar, aku bukannya ajak kau club in, tengok teater dalam universiti je. Lagipun, bukan ada apa-apa malam ni…bosanlah!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Aku tak nak!!’’ tegas Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Okey, kalau kau tak nak ikut, aku nak ubah plan pergi disco. Kau sanggup tengok kawan kau nak pergi tempat maksiat, Umar?’’ Fathil tahu kelemahan Umar, seterusnya cuba menjerat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tapi…Hizbi, Banna, Hanif, Faizi dan Syamil nak datang malam ni…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Oh, kawan-kawan kau yang selalu datang tu. Baik aku chow cepat-cepat. Aku segan lah ngan diorang tu. Geng-geng malaikat tu, aku pulak geng setan. Ntah macam mana aku sebilik ngan kau sebab kau pun geng diorang jugak, kan?!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Diorang tu satu sekolah ngan aku dulu…Tapi Hanif ngan Faizi bukan! Mereka kawan baik aku,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Patutlah kau pun ala-ala malaikat skit. Tak sebulu ngan aku…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hey Fathil, jangan kata cam tu! Aku pun gila-gila macam kau jugak tau. Ingat aku suka sangat diorang datang? Aku pun dah bosan dengan diorang. Asyik nak ajak aku pergi program agama je, ingat ni zaman sekolah dulu lagi agaknya,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kau biar betul, Umar. Cakap bolehlah…’’ Fathil ragu-ragu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Okey, aku ikut kau pergi tengok teater!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hah, macam tu lah kawan aku! Jangan pandai cakap je tapi kena tunjukkan. Macam ni lah yang aku nak…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Fathil menghidupkan enjin motorsikal krissnya. Umar membonceng di belakang. Kepalanya asyik memikirkan pertemuan yang bakal diatur antara Umar dan Fika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Eh..eh.. Maziah lah!’’ Fathil tak menyangka terserempak dengan Maziah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Yang mana?’’&lt;br /&gt;‘’Tu, tu, baju putih…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umar berpaling ke belakang. Matanya liar meneliti gadis berbaju putih yang sedang menunggu di perhentian bas bersama beberapa orang kawannya. Kelajuan motorsikal yang dipandu oleh Fathil menyebabkan pandangannya mampu menatap wajah Maziah sekilas cuma.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Nampak tak?’’ suara Fathil agak meninggi melawan frekuensi angin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Sikit-sikit je..kau bawa motor laju sangat,’’balas Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’ Okey, aku pusing lagi sekali. Cam betul-betul tau…’’ Fathil bertindak seperti apa yang dikata. Sebaik sahaja melepasi perhentian bas itu, dia memperlahankan motorsikalnya sambil berteriak gatal,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Maaaziaaahhhh…!’’ Gadis itu memandang tepat. Kawan-kawannya juga turut memandang. Panahan matanya tembus ke hati Fathil hinggakan motorsikal yang dipandunya hampir hilang kawalan. Nasib baik sempat cover. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Boleh tahan! Tapi, macam pernah nampak, di mana ya?) bisik Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umar cuba mengecam wajah Maziah sekali lagi. Matanya beralih fokus kepada seseorang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Eh, Asiah Yusro?!)Dia terperanjat melihat gadis yang berada di tepi Maziah ialah Asiah Yusro, gadis pujaan hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Alamak, mesti Asiah Yusro terkejut tengok aku naik motor dengan budak gila-gila macam Fathil ni. Mesti dia sangka aku tak thiqoh lagi. Ahh,..biarkan. Boleh blah lah Asiah Yusro dengan thiqoh kau tu…kaulah wanita paling kejam. Bertahun-tahun kau buat jiwa aku terseksa!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Fathil mencari tempat parking berhampiran dewan besar universiti. Kakinya pantas menyusun rentak ke dewan, diiringi oleh Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Lawa si Maziah, kan?!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kau memang…cari orang lawa je!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kau tahu ape! Maziah tu bukan saje lawa tapi baik, tau!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Buktinya?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ntah?! Aku tengok dia pandai bawa diri. Nampak terjaga…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Perasaan kau je tu!Aku rasa perempuan macam tu berpotensi besar buat jiwa kau terseksa,’’ Umar belajar daripada pengalaman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Orang tak de mak we cam tu lah! Mana kau tahu tengok perempuan,’’ &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kau jangan cabar aku, Fathil. Tengoklah nanti, dalam masa sesaat pun aku boleh cari mak we,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pap! Satu tumbukan lembut singgah di bahu Fathil. Seorang gadis berwajah jelita, beraksi menggoda sedang menarik muka masam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Fathil nak nyorok dari Fika, ye?!’’ marah gadis itu. Comel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian Empat&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Fika?! Gurlp!!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, kau bertuah malam ni…memang sesaat pun!’’ Fathil separuh berbisik. Umar kehairanan dan cuba mentafsirkan kata-kata itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Err, tak de lah Fika. Fathil sebenarnya puas cari pengganti untuk Fika. Bukan Fathil tak suka Fika, tapi Fathil rasa ada orang yang lebih baik untuk Fika berbanding Fathil. Itu tanda sayang ikhlas Fathil pada Fika. Kenalkan ni Umar Al-Mujahid. Dia boleh jadi pak we baru Fika,’’pandai Fathil menyusun ayat. Dia memang mahir bertanam tebu di pinggir bibir. Hatinya melonjak-lonjak riang kerana boleh bebas daripada perempuan yang dianggap merimaskan ini. Lagipun dia tahu, memang itu yang Fika inginkan. Fika tentu gembira melihat lelaki misteri yang membonceng motornya tempoh hari, kini ada di depan matanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umar dan Fika saling berpandangan. Umar lemas dengan renungan tajam gadis itu. Dia makin tenggelam dengan senyuman manis yang mula berkuntum dari bibir mungil bak limau seulas, merah bak delima merekah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Cunnya Fika!) terbeliak mata Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Wow, 10 kali ganda lagi hensem dari Fathil! Macam Hritik Roshan..) Fika pun turut terpegun dengan ketampanan Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Hidup Umar makin terawang-awangan dibuai bayangan Fika. Si gadis jelita. Teknologi sms ‘dimanfaatkan’ sepenuhnya sebagai penghubung saban hari. Kadang-kadang, sampai tak tidur malam mereka berbalas sms.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Jiwa aku selalu resah. Ibarat makan tak kenyang, mandi tak basah. Inikah makna cinta? Ya, aku rasa, aku dah jatuh cinta!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, barulah Umar dapat merasai keseronokan memiliki seorang teman wanita sebagaimana yang sering diceritakan oleh Fathil. Memang seronok! Umar tak mampu lagi menongkah arus di lautan cinta remaja yang menipu daya. Dia membiarkan dirinya terus dan terus hanyut dipukul badai cinta yang kian bergelora. Cinta yang terumbang-ambing di samudera luas dan tak tertinjau tepiannya. Kini, malamnya ditemani mimpi-mimpi indah,siangnya teruja dek warna-warni cinta. Cinta itu indah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Fika, kau istimewa! Bagiku, kaulah penyingkap makna cinta di hati ini… Fika, bayanganmu sentiasa menemaniku. Fika, hatiku milikmu! Oh, Fika…)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Tok!Tok! Assalamualaikum…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebetulan, Fathil hendak membuka pintu untuk keluar tatkala pintu biliknya diketuk. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar ada?’’ seraut wajah bersih seorang lelaki tercegat di depan biliknya. Bibir lelaki itu menguntum senyuman. Tangannya dihulur untuk berjabat tangan dengan Fathil. Fathil menyambut salam dengan kekok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘Saya Banna… Hassan Al-Banna,’’ lelaki itu memperkenalkan diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kenal…selalu dah nampak muka kau tapi tak tahu nama. Kau duduk kolej sebelah, kan?!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Mmm…awak?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Aku Fathil,’’. Sejurus selepas itu Fathil melaung memanggil Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, kawan kau datang!’’ Tiada laung balas. Senyap. Handset Fathil pula berirama minta diangkat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hello, Joe! Dia masih ada kat stall tu? Aku nak pergi lah ni,’’. Fathil tergesa-gesa mengikat tali kasut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar tertidur, kot. Pergi lah jenguk dalam compartment dia tu!’’ Ujar Fathil kepada Banna. Banna mengangguk. Fathil meluru keluar sebaik sahaja tali kasutnya kemas diikat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Banna masuk ke compartment Umar. Dia sedang nyenyak tidur. Tidur petang. Di dalam genggamannya yang terbuka, Banna menjeling kepada satu mesej yang tertera di skrin handset.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bang Umar, takkan asyik sms je. Petang esok kita jumpa kat PWTC  nak? Bolehlah bang…plizzzzzz….luv u!!! Fika saaaaaayang abang. Ummmwahhh!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banna terkejut membaca mesej itu. Dikelip-kelipkan matanya bagaikan tidak percaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Umar sedang bercinta?) hatinya sukar menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian Lima&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang seketika, pintu bilik itu dikuak orang. Fathil masuk tergesa-gesa tanpa membuka kasut. Dia mengambil sekeping kad bersampul biru muda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Tertinggal agaknya…)Banna memandang Fathil dengan senyuman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Dia tak bangun lagi ke?’’ Fathil sempat menjenguk Banna di dalam compartment Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Emm..tak lagi!’’ balas Banna masih tersenyum. Fathil mendengus lalu menggoyang-goyangkan bahu Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Woii, bangunlah….kawan kau datang ni!’’ tengking Fathil. Umar menggosok-gosokkan mata. Dia menatap paparan mesej di skrin handset seketika, kemudian pantas menutupnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Macam tu lah dia. Hari-hari main sms sampai tertidur. Aku nak ajak keluar pun susah sekarang ni,’’ leter Fathil . Hati Banna makin curiga dengan Umar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Err, nak ke mana tu?’’ Banna sempat bertanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Nak ke stall. Sekarang ni kan Mujahidah Week, bolehlah membeli sambil ngorat mujahidah…’’ Fathil ketawa berdekah-dekah dengan lawaknya. Banna turut tersenyum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Chow dulu…’’ Fathil melemparkan senyuman ramah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Bagus dia, mudah masuk ngan orang…) hati Banna memuji Fathil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Banna menerangkan kepada Umar bahawa dia datang untuk mengajak Umar menghadiri perjumpaan mingguan smart group bagi pelajar-pelajar lepasan Sekolah Taman Islam, sebuah sekolah swasta yang tidak asing lagi di negeri Utara. Namun, tak semua orang yang menyertainya berasal daripada sekolah itu, majoriti mereka daripada situ. Smart group ditubuhkan bertujuan untuk mengumpulkan mereka, berbincang soal akademik, akhlak, isu semasa, tarbiyyah dan da’wah. Smart group juga dapat mengikat hati-hati mereka agar tetap bersama sahabat-sahabat yang soleh  dan suasana yang mendidik. Kewujudan smart group adalah cetusan dari kesedaran bahawa fatamorgana dunia hari ini terlalu menipu daya. Maka, setiap jiwa yang hajat kepada Islam perlu dikumpulkan bersama biarpun dalam smart group kecil agar mereka boleh lengkap- melengkapi dan kuat- menguatkan menghadapi cabaran jahiliyyah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Ahh, boleh blahlah smart group!  Pergi jahanam dengan Asiah Yusro… Aku dah besar, aku tak perlukan smart group. Aku bukan pelajar Sekolah Taman Islam lagi. Aku mahasiswa universiti. Smart group, namanya pun sudah jelek aku mendengarnya!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Banna, ana ada hal lah esok,’’ Umar masih mengekalkan ganti nama ana yang cukup sebati dituturkan di Sekolah Taman Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hal apa yang lebih penting dari smart group?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Err…nak buat assignment, banyak lagi tak siap. Hari Isnin ni dah kena hantar,’’ Umar beralasan. Dia sudah pandai berbohong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kalau macam tu, kita buat smart group di bilik nta. Sambil-sambil tu, kami semua boleh tolong nta siapkan assignment..’’ Banna menawarkan pertolongan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Eh, tak yah lah…ana boleh buat sendiri,’’Umar menolak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Datang smart group kejap je, Umar. Tak sampai pun sejam. Insyallah, kalau nta datang, Allah akan permudahkan urusan nta untuk buat asignment . Kalau kita tolong agama Allah, Allah akan tolong kita. Smart group bukan benda main-main, ianya tanda sensitiviti kita pada agama. Sahabat-sahabat kita semuanya dah cukup rindu kat nta,. Masuk ni, dah tiga kali nta  tak datang. Bayangkan tiga minggu nta menghilang, macam mana sahabat-sahabat kita tak risau?!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Mereka semua ni sama cam dulu. Ambil berat sungguh! Tapi, aku dah bosan dengan smart group…)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Malam kami ziarah bilik nta ramai-ramai tu, nta ke mana? Bukan ke kita dah janji?!’’ Banna melontarkan persoalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ana minta maaf. Ana terlupa. Malam tu, Fathil ada urusan. Ana temankan dia. Tak sempat nak hantar mesej kat nta,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ‘’Umar, ana bukan nak marah, ana masih sangka baik kat nta. Nta tetap sahabat kami sampai bila-bila. Datanglah esok…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Esok memang ana tak bolehlah. Kirim salam je lah kat semua. Kalau ditanya, katakan  ana banyak assignment,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Insyallah. Oh ya! Dr. Azmin kirim salam . Dia kata puas dia contact nta  tapi tak dapat-dapat,’’. Wajah kebapaan bekas guru di Sekolah Taman Islam yang kini sudah bergelar pensyarah itu, bertandang di fikiran Umar. Baru semalam dia bertembung dengan Dr. Azmin namun dia cepat-cepat mengelak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Aku tak nak jumpa Dr. Azmin lagi. Aku dah bosan dengan bicaranya tentang tarbiyyah dan da’wah. Tarbiyyah, da’wah? Pergi jahanamlah…aku dah meluat. Pergi jahanam bersama Asiah Yusro)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ana dah tukar sim card?’’jawab Umar bersahaja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kenapa tak inform?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ana nak rahsiakan nombor ana,’’ Umar tak berselindung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kenapa ni Umar?’’hairan Banna dibuatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ntah?!Bosan…’’getus Umar. Wajahnya berkeriut kebencian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Bosan? Bosan dengan apa?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Bosan dengan semua yang ada di Taman Islam. Ana rasa terkongkong. Betul-betul bosan! Rasa muak bila diajak ke program-program tarbiyyah terutamanya smart group. Tolonglah…ana tak nak dengar perkataan tu lagi, bosan! Ana tak nak semua ni. Ana nak rasa enjoy macam orang lain. Ana tak tahan dan memberontak bila kat sini pun korang semua masih nak kongkong ana macam kat Taman Islam dulu. Ziarah, usrah, ukhuwwah, da’wah, tarbiyyah…ahh, meluat!’’terpancul kata-kata yang sarat luahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Kenapa aku luahkan semua ni? Ahh…biarkan…biarkan…dah lama benar ia terpendam) Umar puas dengan luahannya. Peluh dingin memercik di dahi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagian Enam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banna terpaku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Benarkah apa yang aku dengar ini? Alam nyata ke ni?)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, nta bosan dengan hidayah Allah?’’ Banna mengungkap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Gurlp! Bisa sungguh pertanyaan ni!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, kat Taman Islam dulu, nta Ketua Pengawas yang sangat ana kagumi. Ana masih ingat lagi kata-kata nta dulu….. diri kita ibarat cawan. Kalau kita tak tuang di dalam cawan dengan air, molekul-molekul angin akan masuk. Begitulah juga diri kita, kalau kita tak tuang dengan ilmu dan iman, anasir-anasir lain akan masuk. Kita hajat kepada tarbiyyah untuk mengisi diri kita dengan bekalan iman agar hidayah Allah kekal dan tak hilang dalam hati. Kita terlalu hajat pada hidayah Allah,’’ Banna menyambung lagi,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, ke mana pun kita lari dan pergi, kita akan kembali kepada Allah. Kita tak boleh sombong dengan Allah. Allah boleh menapis diri kita daripada  mendapat hidayah-Nya bila-bila masa saja, sebab tu lah kita perlu bersyukur dengan hidayah Allah dan perlu berusaha mengekalkannya. Allah dah tunjukkan jalan yang terbaik untuk kita, kenapa kita nak sia-siakannya?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ahh, jangan ulang ucapan tu lagi. Ana bosan mendengarnya,’’ jiwa Umar gersang. Sudah lama tak disirami hujan iman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Itu dulu. Apa yang aku dapat dari semua tu? Kerana semua tu lah, aku mengenali Asiah Yusro, lantas sejak itulah perasaanku terseksa. Aku juga tahu, kerana semua tu lah Asiah Yusro tak membalas cintaku. Semua tulah yang merampas Asiah Yusro dariku. Aku benci!!!)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Umar, jangan cuba lari dari hidayah Allah. Fikirkanlah, sampai bila nta nak berkrisis dengan Allah macam ni? Hidup ini takkan selamanya begini. Kita akan mati berjumpa Allah. Nta nak termasuk di kalangan orang-orang yang rugi?’’ Banna tidak jemu melembutkan hati Umar. Banna terdiam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Ahhhhhhhhh….bosannya!!! Tapi, betul juga cakap Banna)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ‘’Ana tak sekuat nta, Banna. Ana futur, tak larat nak bangun balik. Nantilah,esok kalau ada masa ana datang smart group,’’ jiwa Umar terusik. Banna tersenyum. Air liurnya tak terbuang sia-sia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Ana akan tunggu nta.Bukan ana je, tapi kami semua akan tunggu nta. Ingat, sahabat-sahabat kita rindukan nta, terutamanya mas’ul kita, Dr Azmin,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Irama handset Umar berbunyi. Umar nampak gugup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hello,  err, nanti abang telefon kemudian. Abang ada tetamu ni…’’ Umar menjawab panggilan dengan ringkas. Banna faham lalu meminta diri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tak per lah Umar, ana pergi dulu. Nak jumpa adik kembar ana kat stall jap, Assalamualaikum. Jumpa lagi,’’ Banna bangun beredar. Umar membalas salam. Selang seketika,handsetnya berbunyi lagi. Umar menjawab panggilan itu dengan suara lembut. Banna menjeling.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Adik dia kot…)hati Banna cuba berbaik sangka. Namun, otaknya ligat berfikir sesuatu. Basah di ingatannya mesej yang sempat dicuri-curi baca sebentar tadi, lalu dia membuat satu sms.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Assalamualaikum. Smart Group bertukar venue di PWTC, kul 5.30 ptg esok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          Banna melangkah ke gerai yang berderet-deret tersusun berhampiran dewan besar universiti sempena Mujahidah Week. Dia mencari gerai kepunyaan Kelab Penulisan. Adik kembarnya berniaga di situ. Dari jauh, Banna melihat adiknya Maziah bersama Asiah Yusro, teman baik adiknya sedang sibuk menyusun buku-buku di gerai mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Ish, Asiah Yusro pun ada?! Seganlah….)hati Banna berbisik. Dia mengakui hatinya resah tiapkali terpandang Asiah Yusro, mawar mujahidah acuan Sekolah Taman Islam yang sangat dihormati kerana ketokohannya dalam tarbiyyah dan da’wah. Lantaran itu, hatinya akan segera beristighfar. Dia tidak mahu jiwanya dibiarkan parah dibaham mazmumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banna memberanikan jua kakinya melangkah mendekati gerai Kelab Penulisan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Assalamualaikum. Maziah, abang nak jumpa, jap,’’ Banna mengajak adiknya beredar sedikit daripada gerai itu. Maziah meminta izin daripada Asiah Yusro. Asiah Yusro mengangguk lembut sambil mengukir senyuman. Sebelum beredar bersama abangnya, Maziah sempat mengambil cebisan-cebisan kertas berwarna biru yang baru dikoyak dari dalam lipatan sebuah buku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kertas apa tu?’’ Banna menjeling.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Tadi, ada sorang classmate Maziah bagi. Geli Maziah membaca ayat-ayat yang ditulis lalu dengan spontan tangan Maziah mengoyaknya. Maaf, tak sempat nak tunjuk kat abang..’’ Maziah meyerahkan cebisan-cebisan kertas itu ke tangan abangnya. Banna menyambut lalu membelek-belek.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Lelaki ke?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kalau perempuan, Maziah tak kan buat macam ni, bang…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Hidup remaja  memang terlalu mencabar. Dugaan cinta macam ni akan datang silih berganti. Sebab tu lah kita hajat sangat pada tarbiyyah agar kita tak hanyut nanti.,’’nasihat seorang abang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Abang doakanlah selalu untuk Maziah ye. Hidayah tu milik Allah…Maziah takut hidayah tu hilang dari diri Maziah jika tergoda dengan ujian ni. Allah tak perlukan Maziah tapi Maziah memang terlalu memerlukan hidayah-Nya untuk selamat di dunia dan akhirat. Kalau kita tak jaga hidayah Allah, ia boleh pergi meninggalkan kita, kan bang?!’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Syukurlah Allah masih memberi kesedaran ini kepada adikku. Wanita yang ditarbiyyah adalah sebaik-baik nikmat di dunia ini)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Mmm.Sama-samalah kita berdoa….’’ Banna mengangguk setuju.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;          ‘’Kau tengok tu! Patutlah dia koyak senang-senang je kad yang aku beli mahal-mahal, rupa-rupanya dah ada pak we,’’ bentak Fathil yang berada selang beberapa gerai dari kedudukan Maziah dan abangnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’A’ah lah Fathil. Eh, eh, dia tunjuk kat pak we dia pulak kad kau tu. Aku rasa, tentu pak we dia tengah hina kau teruk-teruk. Melampau diorang ni, Fathil,’’ tambah Joe.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Dating depan orang ramai pulak tu,’’ darah Fathil mendidih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Nampak je baik, tapi spesis Fika jugak ni. Yang aku bengang sangat, aku kenal pak we dia tu,’’gigi-gigi Fathil dicengkam kuat, bergemerincing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Siapa?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Kawan roommate aku. Banna namanya. Ingatkan dia budak waro’, tapi sama setan cam aku je. Maziah tu pulak memang sengaja dating depan aku, nak sakitkan hati aku lah tu,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Fathil, kau tengok je awek kau kena kebas depan mata? Kalau aku, aku takkan biarkan budak tu. Kena bagi penangan skit…’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Aku ni pantang dicabar, Joe. Aku tengah mendidih ni. Dah lah aku meluat ngan Fika ramai boyfriend, baru nak pikat perempuan baik, begini pulak jadinya. Kalau nak bagi penangan, bukan setakat Banna, Maziah dan Fika pun aku nak ajar sekali,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Aku tahu kalau Fathil yang cakap memang dia buat,’’ Joe makin mengapi-apikan kemarahan Fathil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Joe,malam ni kau dan Umar ikut aku belasah Banna, nak?’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘’Malam ni? Kenapa lambat sangat…sekarang ni pun dah boleh belasah ngan mulut. Semburlah pedas-pedas skit kat diorang yang tengah berasmara tu,’’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fathil makin terbakar dengan hasutan Joe.&lt;br /&gt;
